Nama Lain Hari Kiamat Menurut Al Qur’an

Nama Lain Hari Kiamat bisa kita temukan dalam berbagai ayat di dalam kitab suci Al Qur’an. Hari kiamat adalah hari yang digambarkan dalam berbagai ayat dan hadis Nabi sebagai waktu dimana alam semesta beserta isinya akan dimusnahkan, kecuali yang dikehendaki berbeda oleh-Nya. Setelah itu dilanjutkan dengan kebangkitan kembali seluruh manusia untuk dihisab berdasarkan amalnya selama hidup di dunia.

Hari kiamat memiliki beberapa sebutan lain yang semakna dengannya. Bahkan beberapa nama surat dalam Al Qur’an juga memiliki makna sebagai hari kiamat, seperti Al Qori’ah, Al Waqi’ah, dan Al Haqqah. Dalam QS. AL Hud ayat 3, nama lain hari kiamat adalah yaumul kabir atau hari yang besar. Sedangkan di surat Al Mudatsir ayat 9 disebut dengan yaumul ‘asir yang bermakna hari yang sulit.

Istilah hari kiamat atau yaumul qiyamah digunakan berdasarkan QS. Al Baqarah ayat 85, di mana Allah berfirman bahwa tidak ada balasan yang pantas untuk mereka yang berbuat demikian, selain kenistaan di kehidupan dunia, kemudian di hari kiamat mereka akan dikembalikan pada azab paling berat. Inilah ayat yang menunjukkan secara jelas istilah hari kiamat dalam Al Qur’an.

Nama Lain Hari Kiamat

Hari kiamat disebut pula yaumul akhir, yang artinya adalah hari akhir. Ini disebutkan dalam QS. Al Baqarah ayat 8, dimana Allah telah berfirman bahwa di antara manusia ada yang mengatakan bahwa mereka beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, padahal sesungguhnya Allah mengetahui bahwa mereka bukanlah orang-orang yang benar-benar beriman.

Dalam QS. Al Buruj ayat 2, yaumul qiyamah disebut sebagai yaumul mau’ud yang bermakna hari yang dijanjikan. Sedangkan dalam QS. Asy Syura’ disebut dengan yaumul jam’i yang artinya hari berkumpul. Yaumul akhir juga memiliki beberapa nama lain menurut periode waktunya. Berikut blog Dakwah Muslimah membahas beberapa Nama Lain Hari Kiamat Menurut Al Qur’an, berdasarkan urutan waktu kejadian di yaumul akhir. 

1. Yaumul Ba’ats

Yaumul ba’ats merupakan periode pertama dari hari kiamat, yaitu hari dimana manusia dibangkitkan kembali dari alam barzah. Di alam barzah inilah selama ini manusia menunggu hari kebangkitan. Setelah dunia hancur, maka Allah memerintahkan Malaikat Isrofil supaya meniup sangkakala. Dan saat itulah manusia bangkit dari tidur panjangnya dalam keadaan bermacam-macam sesuai amalnya di dunia.

2. Yaumul Mahsyar

Pada periode ini, manusia digiring ke satu tempat yang dikenal dengan Padang Mahsyar. Di tempat ini manusia akan menerima catatan amalnya. Dalam Al Qur’an dikisahkan bahwa manusia satu dengan yang lainnya berbeda-beda sikapnya dalam menerima catatan amal tersebut. Ada yang menerimanya dengan menggunakan tangan kanan, namun ada pula yang menerima dengan tangan kirinya. 

3. Yaumul Hisab

Sering pula disebut dengan yaumul mizan. Yaumul hisab adalah hari di mana manusia akan diadili dengan timbangan Allah yang sangat adil. Semua catatan amal akan dibuka, dan anggota tubuh memberikan kesaksiannya kecuali mulut yang disumbat rapat. Hal ini disebutkan dalam QS. Yasin ayat 65, di mana Allah berfirman bahwa pada hari itu semua mulut akan ditutup, dan yang berkata adalah tangan dan kaki yang memberi kesaksian atas apa yang dahulu orang tersebut lakukan. 

Setelah semua amal diperiksa, tiba saatnya untuk menimbang amal tersebut. Pengadilan Allah sangatlah adil, semua ditimbang tanpa ditambah atau dikurangi sedikitpun. Kecuali mereka yang mendapat syafa’at dari Nabi Muhammad. Dari sana bisa diketahui, timbangan manakah yang lebih berat. Timbangan amal kebaikan atau amal buruk. Semua tak lepas dari perhitungan, bahkan amal yang hanya seberat debu.

4. Yaumul Jaza’

Hari di mana manusia menerima pembalasan sebenarnya berdasarkan timbangan amalnya itulah yang dinamakan Yaumul Jaza’. Mereka yang berat timbangan amal kebaikannya, maka dibalasi dengan surga. Sedangkan mereka yang berat timbangan amal keburukannya, maka dibalasi dengan neraka. Tempat di mana semua terbuat dari api. Air minum dari api, pakaian dari api, tempat tidur dari api, dan api tersebut panasnya 70 kali panas api di dunia.
Baca Juga : Dahsyatnya Fitnah Akhir Zaman Oleh Wahabi
Itulah beberapa nama lain hari kiamat yang terdapat dalam Al Qur’an. Allah SWT menyebutkan tentang hari kiamat ini dalam banyak sekali ayat, sebagai pengingat kepada manusia agar tidak melampaui batas. Karena setiap perbuatan manusia akan mendapat ganjarannya, baik itu perbuatan baik maupun perbuatan yang buruk, meski perbuatan tersebut hanya sebesar biji sawi. Wallahu a’lamu bish shawab.
Tag : Tauhid
Back To Top