Pengertian Hari Kiamat Menurut Islam

Pengertian Hari Kiamat Menurut Islam adalah suatu peristiwa di mana seluruh alam semesta akan mengalami kehancuran, dan membinasakan semua makhluk, kecuali yang dikehendaki Allah. Datangnya hari kiamat ini dipercayai dan terdapat dalil yang jelas di masing-masing kitab suci agama samawi tersebut, yaitu Yahudi, Kristiani dan Islam. Khusus dalam Islam, mempercayai hari kiamat termasuk dalam rukun iman. Dalil mengenai hari kiamat ini banyak tersebar di Al Qur’an dan hadis Nabi.

Peristiwa hari kiamat atau yaumul qiyamah dalam Islam ditandai dengan ditiupnya terompet sangkakala oleh Malaikat Isrofil sesuai perintah dari Allah. Setelah bunyi sangkakala terdengar, maka seluruh alam semesta akan mengalami hal yang tak pernah terbayangkan oleh pikiran manusia. Semuanya akan luluh lantak, dan yang masih hidup pasti akan mati, kecuali yang diperintahkan Allah untuk tetap hidup.

Gambaran yaumul qiyamah atau pengertian hari kiamat bisa kita lihat secara jelas dalam QS. At Takwiir ayat 1 sampai ayat 6, dimana Allah SWT telah berfirman bahwa pada hari itu matahari digulung, binatang-binatang berjatuhan, gunung-gunung telah dihancurkan, dan unta-unta bunting tak ada yang memperdulikan, binatang-binatang liar juga dikumpulkan, dan lautan pun dijadikan meluap menghantam sisi bumi.

Kemudian dalam QS.  Az Zumar ayat 68 digambarkan bahwa pada hari itu bumi akan terguncang, dan manusia seperti orang mabuk hingga ibu yang mengandung akan keguguran, dan ibu menyusui lupa pada bayinya, anak-anak tiba-tiba rambutnya telah beruban, dan setan-setan pun berlarian ketakutan. Keadaan itu akan berlangsung beberapa lama, lalu Allah akan memerintahkan Malaikat Israfil meniup sangkakala.

Itulah gambaran dari pengertian hari kiamat. Hari yang sudah dipastikan terjadinya. Kapan waktunya, hanyalah Allah saja yang tahu. Bahkan para malaikat pun tidak mengetahui kapan akan terjadinya. Dalam QS. Al A’raf ayat ke-187 dijelaskan bahwa sesungguhnya pengetahuan mengenai hari kiamat hanyalah pada sisi Allah. Tidak ada seorangpun yang mampu menjelaskan tentang waktu kedatangan hari kiamat selain Allah.

Pengertian Hari Kiamat Menurut Islam


Setelah semua makhluk di seluruh alam semesta mati, Allah pun memerintahkan Malaikat Isrofil untuk meniup sangkakala kembali. Maka hiduplah semua yang telah mati, termasuk mereka yang telah sekian lama meninggal dunia sejak pertama kali dunia ini diciptakan oleh Allah. Semua dikumpulkan di Padang Mahsyar, mulai dari umat Nabi Adam sampai umat Nabi Muhammad. Namun mereka tak saling mengenali satu sama lain, karena tersibukkan dengan kondisi masing-masing.

Di saat itulah, pengadilan Allah diberlakukan. Masing-masing akan menerima buku catatan tentang amal baik dan amal buruk yang pernah dilakukan selama di dunia ini. Setelah itu, masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang dilakukan. Para nabi dan saksi didatangkan, bahkan tubuh pun akan bersaksi atas apa yang telah dilakukan. Semua anggota tubuh berbicara, kecuali mulut yang terkunci.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Anbiya ayat ke-47, bahwa Allah memasang timbangan yang tepat untuk setiap orang di yaumul hisab ini. Tiada seorang pun yang akan dirugikan walau hanya sedikit pun. Bahkan bila amalan tersebut hanyalah seberat biji sawi, maka Allah pasti akan mendatangkan pahalanya. Cukuplah Allah sebagai sebaik-baik pembuat perhitungan.

Seluruh amal perbuatan diadili seadil-adilnya. Perbuatan baik bahkan sekecil debu pun akan diperhitungkan, demikian pula perbuatan yang buruk. Berbahagialah mereka yang senantiasa melakukan kebaikan, baik yang disadari maupun yang tidak disadari orang lain. Mereka yang gemar beramal tanpa orang lain tahu. Mereka yang meneladani jejak Rasulullah, karena mereka akan mendapat syafa’at beliau.

Setelah yaumul hisab selesai, maka tibalah hari pembalasan. Allah akan memberikan keputusan untuk setiap insan, sesuai hasil perhitungan amalnya. Bagi mereka yang termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman dan banyak mengerjakan amal sholeh, maka surga menjadi balasan baginya. Namun bagi mereka yang durhaka, mereka yang kafir, dan yang banyak mengerjakan perbuatan dosa, maka neraka menjadi tempatnya.

Begitulah semua proses yang akan dialami semua manusia di yaumul akhir. Sebagai bagian dari kaum yang beriman akan adanya hari akhir, sudah sepantasnya jika kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi hari akhir. Hari yang tak ada seorang pun bisa menolong, kecuali syafa’at dari Rasulullah. 

Demikianlah pembahasan tentang pengertian hari kiamat. Semoga kita termasuk dalam golongan yang beruntung. Wallahu a’alam bis shawab
Tag : Tauhid
Back To Top