Segitiga Bermuda Menurut Al Quran

Segitiga Bermuda Menurut Al Quran akan menjadi topik pembahasan dalam artikel ini. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda apabila seseorang berada pada suatu tempat terbuka atau di tengah teriknya sinar matahari, kemudian bayangan yang sedang meneduhinya bergerak, sehingga setengah bagian dari dirinya terletak pada tempat yang panas dan setengahnya lagi dari dirinya terletak pada tempat yang sejuk, maka segeralah pergi untuk meninggalkan tempat tersebut. Larangan tersebut telah dikatakan, karena tempat seperti itu merupakan tempat yang sangat digemari oleh setan. 

Namun, apa kaitan hal tersebut dengan persoalan segitiga bermuda? Penjelasan mengenai Segitiga bermuda menurut Al Quran mungkin bisa ditemukan dalam QS. Ar-Rahman: 20-21. Ayat tersebut menjelaskan adanya dua aliran laut yang bertemu, dan diantara keduanya terdapat batas yang tidak bisa dilampaui. Segitiga bermuda berada di lautan Atlantik, tepatnya di tengah-tengah antara benua Amerika pada bagian paling utara dan benua Afrika, di mana lokasi tersebut merupakan pertemuan antara dua arus air yang sangat bertentangan, yaitu arus sejuk yang berasal dari Amerika Utara dan arus panas yang bersumber dari Afrika. 

Dengan ayat tersebut, maka terkuaklah misteri mengenai segitiga bermuda. Perihal aneh yang sering terjadi di tempat tersebut tentunya disebabkan pertemuan antara kedua arus yang berlawanan tersebut. Sedangkan menurut seorang ulama besar bernama Syaikh Imam M. Ma’rifatullah Al-Arsy, segitiga bermuda adalah kawasan paling ujung dari dunia ini. Di lokasi tersebut terdapat sebuah telaga, bilamana airnya diminum oleh siapa saja, maka akan menjadi panjang umur. Di tempat itu juga Nabiyullah Khidir AS menjabat sebagai penjaga sumber air kehidupan tersebut. 

Segitiga Bermuda Menurut Al Quran

Syaikh Imam juga berkata jika kelak terjadi perang akhir jaman, maka sang penyelamat dunia, yaitu Imam Mahdi akan muncul dari tempat tersebut melalui alam gaibnya dengan mengenakan sebuah jubah suci yang berwarna kebiruan. Lantas, apa kaitannya dengan berbagai macam kapal dan pesawat yang hilang di tempat tersebut? Berdasarkan pernyataan dari Syaikh Imam, para setan dan iblis yang tidak dapat mendekati pusat kawasan agung itu, yakni segitiga bermuda, maka mereka pun berjaga mengelilingi kawasan tersebut dengan tujuan menghalangi siapa saja agar tidak dapat memasuki titik inti dari kawasan segitiga bermuda, supaya manusia tersebut tidak bisa mengetahui kebenaran alam yang sesungguhnya. 

Segitiga Bermuda menurut Al Quran memang tidak terinci secara jelas. Namun banyak yang mempercayai bahwa tempat yang dijelaskan dalam QS Ar-Rahman ayat 20-21 memang merujuk ke tempat tersebut. Telah banyak orang jaman dahulu yang telah mencoba menuju pusat dari segitiga bermuda, namun kebanyakan dari mereka yang menghilang dan tidak kembali ke dunianya. Dalam sebuah artikel kuno yang ditemukan, di dalamnya menceritakan bahwa Raja Iskandar Agung pernah mencoba untuk masuk ke kawasan agung tersebut. 

Setelah kembali, beliau mengatakan bahwa tempat tersebut berpasir batu berlian dan permata. Tempat itu juga dipenuhi dengan kabut yang sangat tebal. Tempat agung tersebut sangat indah jika dipandang, namun sangat berbahaya jika didatangi. Ada juga yang berpendapat bahwa segitiga bermuda ada kaitannya dengan kemunculan Dajjal. Mengenai Dajjal sendiri, dalam berbagai hadits, Rasulullah telah banyak mengingatkan umatnya agar selalu berhati-hati terhadap kemunculan Dajjal. Dalam Hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah, Al-Hakim dan Ibn Khuzaimah, Rasulullah bersabda,  bahwa sebenarnya tidak ada fitnah di bumi ini yang dahsyatnya melebihi Dajjal. 

Dan Allah tidak akan mengutus seorang nabi atau rasul, kecuali ia hanya memperingatkan umatnya akan kemunculan Dajjal. Aku nabi terakhir, dan kalian adalah umat yang terakhir pula, dan Dajjal pasti akan keluar diantara tengah-tengah kalian. Jika ia keluar dan aku masih berada di antara kalian, maka akan aku kalahkan dirinya dengan hujjah dan kemampuan yang kumiliki. Tetapi, jika ia muncul setelah aku tiada, maka setiap insan akan menjadi penolong bagi dirinya sendiri untuk mengalahkan musuhnya.

Di manakah Dajjal pertama kali akan muncul, kapan dia akan muncul, di mana tempat tinggalnya, bagaimana bentuk rupanya, sehebat apa kemampuannya, berapa usianya? Itulah berbagai macam pertanyaan yang sering ditanyakan oleh banyak orang mengenai sosok Dajjal. Yang jelas, sebagaimana sabda Rasulullah, kita harus berhati-hati saat Dajjal sudah menampakkan dirinya. Karena ia adalah musuh yang nyata bagi kita. Demikianlah pembahasan mengenai Segitiga Bermuda menurut Al Quran. Semoga bermanfaat.
Tag : Berita Islam
Back To Top