Tata Cara Sholat Ghaib Lengkap Sesuai Sunnah

Tata Cara Sholat Ghaib dan pelaksanaannya. Shalat gaib yaitu sholat yang dikerjakan saat terdapat seorang Muslim atau satu keluarga meninggal dunia di tempat jauh, dengan begitu jenazahnya tak bisa dihadirkan. Pada pelaksanaannya, sholat ghaib ini sama seperti sholat jenazah, hanya saja berbeda pada niatnya. Bagi Anda yang mungkin mempunyai sanak saudara dimana kini meninggal dunia, akan tetapi tak bisa berkunjung langsung sebab berada di tempat yang begitu jauh. Bisa menjalankan sholat ghaib.

Adapun hukum dari sholat ghaib ini yaitu sunnah, dimana bila dilakukan akan memperoleh pahala dan bila tak dilakukan maka tak mendapat dosa. Sementara tata cara sholat ghaib yang Lengkap Sesuai Sunnah sendiri dapat dilakukan dengan waktu kapan pun, entah itu di siang maupun di malam hari, bisa dilakukan sendiri ataupun secara berjamaah. Akan tetapi ada baiknya jika sholat tersebut dilakukan secara berjamaah dengan begitu pahala yang diperoleh untuk sang mayit pun akan lebih banyak.

Tata Cara Sholat Ghaib

Manfaat dari sholat sunnat ghaib ini yaitu agar memperoleh pahala yang lebih banyak. Tata cara sholat ghaib ini yaitu sama seperti dengan melakukan sholat jenazah, namun sholat ghaib tersebut dilakukan saat sang mayat tengah berada di tempat yang jauh.

BESARNYA PAHALA SHOLAT DAN MENGIRINGI JENAZAH

وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم "مَنْ شَهِدَ الْجِنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ, وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ". قِيلَ: وَمَا اَلْقِيرَاطَانِ قَالَ: "مِثْلُ اَلْجَبَلَيْنِ اَلْعَظِيمَيْنِ" - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَلِمُسْلِمٍ: - حَتَّى تُوضَعَ فِي اللَّحْدِ

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga disholatkan, maka ia mendapatkan pahala 1 qirath. Barangsiapa yang juga menyaksikannya hingga dikuburkan, ia mendapat 2 qirath. Para Sahabat bertanya: Berapa 2 qirath itu? Nabi SAW menjawab: Seperti 2 gunung yang besar (muttafaqun alaih. Dalam lafadz Muslim: sampai ia diletakkan di liang lahad).

Tata cara sholat ghaib dan pelaksanaannya sama seperti melakukan sholat jenazah itu dari doanya maupun dari caranya, yang mana dilakukan dengan sebanyak 4 takbir lalu diakhiri oleh salam dengan berdiri. Dimana perbedaannya hanya terdapat pada lafal untuk niat sholatnya saja. Sementara niat dari sholat ghaib sendiri berbunyi “Usholli alal mayyitil ghoibi arba’a rakbiirotin fardhol kifaayati (imaaman/makmuuman) lillahi ta’ala Allahu Akbar.” Jika sudah membaca lafadz niat dari sholat ghaib tersebut di atas, setelahnya mengucapkan takbir pertama atau Allahu Akbar, lalu dengan membaca Al-Fatihah di Takbir pertama.

Jika sudah membacakan al-fatihah, kembali dengan mengucapkan takbir kedua atau Allahu Akbar, sesudah itu membaca doa untuk sholat ghaib berupa bacaan sholawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Sesudah membacakan doa untuk sholat ghaib berupa sholawat kepada nabi Muhammad SAW dengan begitu menguapkan takbir ketiga atau Allahu Akbar lalu membacakan doa sholat ghaib kembali.  Jika sudah maka ucapkan takbir terakhir atau takbir keempat, sesudah itu membaca doa kembali.

Sesudah membaca doa seusai takbir keempat cukup memberi salam dengan memalingkan wajah ke kanan lalu ke kiri sembari berucap “Assalamu a’laikum warohmatullahi wabarokatuh.” Selanjutnya membacakan doa sesudah sholat ghaib. Adapun makna doa sholat ghaib ini yaitu dengan meminta curahan rahmat Allah SWT atas junjungan Rasulullah SAW beserta keluarganya. Selain itu meminta ampunan dosa mayit yang disholatkan terhadap api neraka jahanam.

Jika dijelaskan secara runtut, maka tata cara sholat ghaib terdiri dari beberapa rukun yakni:

1. Niat
Niat merupakan tonggak utama segala ibadah untuk dilakukan. Seperti sholat secara umum, dimana sholat tersebut tak akan sah bila terlebih dulu tidak diiringi oleh niat.

2. Berdiri jika mampu
Seperti halnya sholat wajib maupun sholat sunnah yang lainnya, jika seseorang hendak sholat dan diberikan keringanan dalam posisi duduk ataupun berbaring bila kondisi tak memungkinkan. Akan tetapi bila masih bisa maka diusahakan sholat sembari berdiri.

3. Takbir 4 kali
Pelaksanaan sholat ghaib berikutnya adalah dengan takbir 4 kali pada sholat ghaib. Hal ini sebelumnya sudah dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

4. Membaca Al-Fatihah
Seperti sholat pada umumnya, sholat ghaib juga wajib membacakan surat Al-Fatihah.

5. Membaca Shalawat
Rukun kelima yaitu membacakan shalawat pada junjungan nabi besar Muhammad SAW seperti halnya bacaan sholat untuk tahiyyat seperti biasanya.

6. Berdoa Untuk Jenazah
Rukun keenam dari sholat ghaib yaitu dengan memanjatkan doa kepada jenazah seperti halnya hadis Rasulullah SAW.

7. Berdoa Sesudah Takbir ke-4
Rukun ketujuh yaitu berdoa sesudah takbir yang keempat.

8. Salam
Rukun sholat ghaib yang terakhir yaitu dengan mengucapkan salam seperti halnya kita hendak mengakhiri sholat.

Itulah pelaksanaan dan tata cara sholat ghaib Lengkap Sesuai Sunnah dari rukun pertama dan rukun terakhir. Pelaksanaan sholat ghaib ini seperti kita ketahui sama dengan sholat jenazah. Hanya saja berbeda pada niatnya. Dengan melakukan sholat ghaib, kita sebagai sesama Muslim berharap bahwa segala dosa jenazah yang disholati selama hidupnya bisa diampuni oleh Allah SWT.
Tag : Fiqh Ibadah
Back To Top