Sejarah singkat ALEPPO, kota yang tak pernah berhenti dari perang dan pembantaian

     Suriah akhir akhir ini menjadi salah satu pemberitaan hangat di berbagai penjuru dunia, mulai dari media sosial hingga siaran telivisi. Yang menjadi pemberitaan paling hangat ialah kota Aleppo, ini dikarenakan peperangan yang hampir tiap hari terjadi dikota ini. Perang di aleppo telah banyak merenggut  nyawa manusia yang tidak berdosa, mulai dari anak kecil sampai wanita. mereka meninggal dengan cara yang sangat menyedihkan.

     Aleppo adalah sebuah kota yang terletak di negara Suriah, kota ini merupakan kota terbesar kedua di Suriah, yang menjadi pusat industri dan pusat keuangan negara Suriah. Kota ini sudah ada sejak tahun 2000 SM, bahkan beberapa sumber menyebutkan kota Aleppo telah ada sejak tahun 5000 SM. Dalam bahasa arab Aleppo disebut juga sebagai Halab. Nama Halab juga ditemukan dalam naskah Babilonia kuno sekitar tahun 750 SM.

     Letaknya yang cukup strategis membuat kota ini berkembang begitu cepat, pada masa kejayaannya Aleppo merupakan sebuah kota penting yang menjadi pusat transit perdagangan antara negara negara timur dengan eropa.

     Aleppo memiliki sejarah yang begitu panjang, yang sarat dengan  penaklukan dan penghancuran sejak dahulu, dalam sejarahnya Aleppo merupakan kota yang terus diperebutkan oleh musuh musuh islam.

     Sejarah singkat kehancuran Aleppo


  
Pada abad ke 18 SM dijadikan sebagai ibu kota Yankhad, selanjutnya terjadilah perebutan kekuasaan oleh bangsa het, dan Aleppo pun dikuasai oleh bangsa Het. Kemudian Aleppo berubah menjadi pusat perdagangan dan transit yang melewati jalur mediterahia. Masa itu berlangsung Aleppo berada dibawah kekuasaan Byzantium., lalu Aleppo menjadi bagian dari kekaisaran Romawi.

     Pada masa jayanya kekhalifahan bani Umayyah, Aleppo berhasil ditaklukkan dan dikuasai oleh pasukan islam dibawah pimpinan Khalifah Sulaiman. Dan sekitar abad ke 10 Aleppo berbah menjadi ibu kota dari dinasti Hamdani. tapi itu tidak berlangsung lama, karena lagi lagi terjadi perang dan perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh kekaisaran Romawi. Gempa bumi yang sempat menghacurkan sebagian besar kota  pada tahun 1138, Raja Nur aldin kembali membangun Aleppo, dan pada abad ke 13 kembali ke puncak kejayaannya.

     Perebutan kekuasaan dan peperangan atas kota Aleppo tidak pernah berhenti sampai disitu, pada tahun 1260 M Aleppo lagi lagi ditaklukkan oleh bangsa Tatar Mongol, Pada penaklukan ini terjadi pembantaian dan penjarahan besar besaran diseluruh penjuru Aleppo, namun tidak berselang lama raja Mamluk dari Mesir berhasil mengusir bangsa Tatar dari Aleppo.

     Pada masa kekaisaran Ottoman sekitar tahun 1516 Aleppo berhasil ditaklukannya. Pada masa kekaisaran Ottoman ini kota Aleppo mengalami kejayaan dan kemajuan begitu pesat. Pada tahun 1822 kota Aleppo diguncang gempa yang begitu dahsyat, hingga menghancurkan seluruh bangunan dan sebagian penduduknya,

     Pasca kemerdekaan negara Suriah, Aleppo kembali mengalami perkembangan. Pada tahun 1979 dimasa pemerintahan presiden Hafiz Al Asad yang beraliran syiah; rakyat melakukan kudeta yang menyebabkan konflik cukup parah dan telah membunuh lebih dari 2000 nyawa manusia. Pada masa inilah awal mula terjadinya konflik berkepanjangan hingga sampai sekarang. Sekitar pertengahan tahun 2011 saat terjadinya aksi protes terhadap rezim Asad, kota Aleppo adalah salah satu wilayah yang sangat dipertahankan agar tidak direbut. sehingga Aleppo terperangkap dalam konflik dan berbagai kerusuhan.

     Kekacauan di Aleppo semakin meningkat, ini diperparah dengan rezim Nusyairiyah, mereka melakukan serangan serangan udara yang sangat mematikan dengan menggunakan bom Israel. Hingga pada tahun 2015 Rusia pun melakukan intervensi, Rusia secara resmi memback-up rezim Nusyairiyah. Rusia mengklaim aksi militernya hanya menargetkan para pemberontak Mujahidin, tapi jumlah korban dari warga sipil yang meninggal sudah tak terhitung lagi. Puncak serangan dari rezim ini terjadi pada bulan Februari 2016, rezim ini kembali berusaha merebut  kota kota dalam wilayah Aleppo bagian utara, mereka melakukan pengepungan. Serangan terus terusan hingga hari ini telah menyebabkan sebuah tragedi yang sangat memilukan, ribuan nyawa tak berdosa telah melayang dari tragedi ini. Entah kapan ini semua akan berakhir; kita hanya bisa berdoa semoga saja pertumpahan darh yang terjadi disana akan segera berakhir.

     Demikianlah kisah singkat Aleppo, kota yang tiada hari tanpa letusan senjata. Semoga dapat memberi pelajaran bagi kita semua.
Tag : Berita Islam
Back To Top