Asal mula umat islam mengerjakan shalat fardhu

    

       Shalat itu adalah tiang agama, maka siapa yang mengerjakannya berarti ia telah mendirikan tiang agama. Sebenarnya shalat itu sudah ada sejak dari nabi Adam as, cuma cara mengerjakannya yang berbeda beda. Shalat menjadi kewajiban dan keharusan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan oleh manusia sebagai mana yang di perintahkan oleh Allah SWT. Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah untuk melaksanakan shalat ketika Baginda melakukan israq mi'raj bersama dengan Malaikat Jibril. Disinilah asal mula umat islam melaksanakan shalat fardhu lima waktu. Perintah untuk melaksanakan shalat fardhu diterima langsung oleh Rasulullah, yang pada mulanya berjumlah 50 rakaat, dan kemudian Allah terangkan rukun rukunnya, syaratnya serta serta segala sesuatu yang berkaitan dengan shalat.

     Setelah menerima perintah dari Allah, Rasulullah menerima dengan ridha, dan ketika Rasulullah melewati langit keenam Rasul berjumpa dengan Nabi Musa, dan Nabi Musa bertanya pada Nabi Muhammad, "Apa yang telah Allah perintahkan padamu wahai Muhammad"
Nabi Muhammad menjawab, "Aku diperintahkan oleh Allah untuk melaksanakan shalat lima puluh kali dalam sehari semalam" Nabi Musa menjawab, "Wahai Muhammad, umatmu tak akan sanggup melaksanakan 50 kali shalat dalam sehari semalam, aku telah mencobanya pada masa umatku sebelum umatmu, dan aku telah membina kaum bani israil dengan amat susah payah, kembalilah kepada Allah, mintalah keringanan-Nya" Dan Nabi Muhammad kembali lagi menghadap Allah SWT untuk memohon keringanan atas shalat yang telah diperintahkan kepadanya. Allah pun menguranginya menjadi 40 kali dalam sehari semalam, lalu Rasulullah kembali bertemu dengan Nabi Musa, dan Musa pun menyarankan kepada Rasul untuk kembali meminta keringanan atas shalat yang tadi. begitu seterusnya sampai Allah memberi keringanan 5 kali shalat dalam sehari semalam. Tapi Nabi Musa tetap menyarankan dan meminta beliau untuk meminta keringanan seperti yang disarankan dari pertama. Tapi untuk kali ini Baginda Rasulullah tidak mau lagi meminta keringanan kepada Allah SWT. Dan Rasulullah pun berkata, "Aku telah berulang kali memohon keringanan kepada Allah, sampai aku merasa malu, tetapi aku ridha dan menerima perintah tersebut" Dan Allah berfirman, "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia dijadikan bersifat lemah" (QS-An Nisa 28)

     Begitulah Rasulullah dalam bersikap lapang dada dalam menerima masukan orang lain. Perintah shalat yang diterima oleh Rasulullah tidak melalui perantara Jibril sebagai mana wahyu yang lainnya, tapi Allah langsung memanggil Rasul-Nya untuk menjalankan perintah shalat. Peristiwa ini terjadi di malam hari, ini untuk mengingatkan bahwasanya pada malam hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan doa doa dengan Allah SWT.

     Rasulullah juga memberi contoh teladan kepada kita untuk merasa malu kepada Allah, seperti malu karena kekurangan kita dalam melakukan ibadah kepada-Nya. dan juga malu karena telah banyak berbuat dosa. tapi Allah masih memberikan kasih sayang kepada hamba-Nya.

     Pada awalnya shalat itu berjumlah dua rakaat, kecuali shalat magrib yang berjumlah tiga rakaat. Setelah Rasulullah hijriah ke Madinah baru ada penambahan jumlah rakaat yaitu; dhuhur, ashar dan isya yang tadinya berjumlah dua rakaat menjadi empat rakaat, sedangkan magrib tetap tiga rakaat dan subuh tetap dua rakaat.

     Shalat adalah tiang agama

Ini adalah kata kata yang sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari hari, mengapa sampai dikatakan demikian. ini dikarenakan shalat lima waktu yang dikerjakan oleh setiap mukmin menjadi pembeda dengan umat yang lain, karena shalat lima waktu tidak ada diajaran agama lain. Agama itu ibarat sebuah rumah, setiap rumah pati memiliki tiang sebagai pondasi untuk berdirinya sebuah rumah, bayangkan saja, bagaimana kita menegakkan agama sedangkan shalat nya tidak ada. Jadi kalau orang yang tidak melaksanakan shalat berarti sama dengan meruntuhkan agama.

     Shalat kunci dari semua ibadah

Setelah seorang mukmin meninggal, hal yang pertama akan diperiksa adalah shalatnya, jika shalatnya baik maka segala kebaikan yang dilakukan semasa dia hidup di dunia akan ikut serta. tapi bila shalatnya tidak betul apalagi tidak melaksanakan shalat sama sekali maka, segala amal kebaikan yang lain takkan ada gunanya.

     Shalat menandakan seseorang itu islam

Setiap orang pasti mempunyai identitas, begitu juga dengan agama. itulah yang dapat membedakan orang islam dengan agama yang lainnya. Identitas orang islam itu tak lain adalah ditandai dengan shalatnya. Shalat selain mendapat pahala dari Allah juga akan berdampak pada kesehatan tubuhnya dan perilakunya. Dia akan mengeluarkan zakat dengan ikhlas, bukan untuk disanjung oleh orang lain karena ia kaya. Dalam melakukan ibadah lainnya seseorang yang melaksanakan shalat akan berbuat dengan ihklas.

     Rasulullah berpesan dan menjelaskan kepada umatnya betapa pentingnya shalat lima waktu dan keutamaannya yang di antaranya:
- Shalat adalah perintah yang diturunkan Allah, dan menjadi amalan pertama yang akan diperiksa di hari kiamat nanti.
- Takutlah kepada Allah mengenai shalat
- Ciri ciri seorang mukmin adalah dilihat dari shalatnya
- Shalat menjadi pembatas seseorang menjadi syirik
- Shalat adalah tiang agama
- Shalat adalah cahaya bagi orang orang yang beriman
- Shalat adalah jihad yang paling utama
- Allah tidak mewajibkan sesuatu yang lebih utama daripada iman
- Apabila seseorang masuk ke dalam neraka jahannam karena dosa dosanya, maka api neraka tidak
  akan membakar anggota tubuh yang digunakan untuk sujud
- Allah mengharamkan api neraka bagi anggota tubuh yang digunakan untuk bersujud
- Selagi seseorang menjaga shalatnya niscaya Allah akan mencurahkan segala kasih sayang-Nya.
- Shalat adalah kunci surga
- Kedudukan shalat dalam agama seperti kepala yang melekat pada badan
- Amal yang paling utama adalah shalat lima waktu
- Apabila seseorang berdiri untuk melaksanakan shalat maka segala rahmat Allah tercurah padanya
- Dua rakaat shalat pada sepertiga akhir malam lebih utama daripada dunia dan seisinya

Dan masih banyak lagi hikmah hikmah shalat, jika ada kekurangan dalam penulisan kami memohon maaf dengan sebesar besarnya.


Back To Top