JIHAD DI DALAM ISLAM

     Banyak sekali jalan untuk mendapatkan pahala pahala yang besar dari Allah SWT, salah satunya adalah dengan jalan jihad, ada banyak jalan untuk melakukan jihad. mungkin selama ini kita hanya mengenal jihad yang indentik dengan perang, yaitu perang melawan orang orang kafir, tapi ketika memerangi orang orang kafir kita harus melihat terlebih dahulu, karena golongan kafir itu ada dua golongan, yaitu golongan kafir zimmi golongan kafir harbi. Kafir harbi ini wajib di perangi, karena golongan kafir ini dengan jelas jelas membenci orang islam, mereka tidak mengakui Allah dan Rasul-Nya. Ada beberapa macam jihad yang diwajibkan atas kita;


     1. Fisabilillah

 

     Fisabilillah adalah berperang di jalan Allah dalam membela dan mempertahankan agama islam. Membelanjakan harta di jalan Allah juga disebut  fisabilillah, Semasa Rasulullah banyak sekali terjadi perang antara umat islam dengan orang orang kafir, perang Uhud dan perang Badar paling dikenang dan di ingat dalam sejarah oleh umat islam. Perang melawan para kafir yang memerangi orang islam wajib dilakukan, sebagaimana firman Allah SWT,
"Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksaan yang pedih dan digantinya dengan kaum yang lain dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikitpun, Allah maha kuasa atas segala sesuatu" (qs- at Taubah 39).

     Sebagaimana firman Allah tadi, sangat jelas sekali bahwa kita diperintahkan untuk berjihat dalam membela agama dan jangan takut menghadapi perang melawan orang orang kafir. Dalam sebuah riwayat Abu Said Al Khudri bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasullah siapa yang lebih utama? Rasulullah menjawab, "Seorang mukmin yang berjuang fisabilillah dengan jiwa dan hartanya" lalu mereka bertanya, "

     Jihad melawan iblis

 

     Janganlah kita mengikuti langkah langkah setan jika ingin selamat dunia dan akhirat. Jika ingin selamat maka kita harus melawannya, Sesungguhnya iblis telah berjanji akan menyesatkan manusia sampai dengan hari kiamat, sebagaimana iblis berkata,
"Demi kekuasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba hambaMu yang ikhlas diantara mereka" Dan Allah berfirman,
"Sesungguhnya hamba hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu (iblis) terhadap mereka, kecuali orang orang yang mengikutimu, yaitu orang orang yang sesat" (Al-Hijr 42)

     Adapun cara untuk berperang dengan iblis tidaklah dengan senjata pedang, karena ia tak nampak, maka ada baiknya kita mengetahui apa yang ditakuti oleh iblis.
  1. Beriman dan bertauhid kepada Allah dengan sebenar benarnya dan sungguh sungguh.
  2. Sering membaca Al-Qur'an, iblis itu akan lari jika mendengar bacaan ayat Al-Qur'an
  3. Banyak berzikir
  4. Berlindung kepada Allah
  5. Berpegang teguh kepada Al-Quran dan sunnah Rasul
  6. Memperbanyak berzikir dan istigfar
  7. Menjauhi dari tempat tempat maksiat
  8. Bertaubat dari dosa dosa yang kita lakukan.

Dalam Al-Qur'an Allah berfirman,
"Hai anak Adam, janganlah sekali kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah berhasil mengeluarkan kedua ibu bapak kalian dari surga" (qs Al-A'raf 27).
Maka dari itu Allah memerintahkan kepada manusia untuk menjadikan iblis itu sebagai musuh kita, sebagaimana firmanNya,
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuhmu, karena sesungguhnya syaitan syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala nyala"  (al Fathir 6)

     Oleh karena itu orang yang ingin melawan dan memerangi iblis harus bersenjatakan keimanan dan ilmu. Itulah senjata yang paling utama.

     Jihad dalam memenuhi kebutuhan keluarga


     Mencari harta yang halal dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarganya juga merupakan salah satu jihad, karena Rasulullah SAW  memberi nasihat kepada kita semua bahwa mencari nafkah dan memenuhi segala kebutuhan keluarga hukumnya adalah wajib dipenuhi oleh seorang suami/ayah. Jangan sampai gara gara kebutuhan dalam keluarga tidak cukup akan terjadi hal hal yang tidak di inginkan.Karena kebutuhan keluarga adalah tiang utama bagi keharmonisan sebuah keluarga. Setidaknya ada dua hal yang harus dipenuhi dalam hal ini.

     Yang pertama adalah, yang bersifat materi yang meliputi kebutuhan sandang dan pangan. ini adalah kebutuhan yang paling mendasar dalam urusan rumah tangga. Banyak kasus sebuah rumah tangga menjadi tidak harmonis disebabkan tidak cukupnya sandang dan pangan. Ulama ulama menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan keluarga dibebankan kepada para suami/ayah. ini dikarenakan fisik laki laki lebih kuat dibandingkan daripada perempuan. Dalam banyak kasus yang sering kita dengar banyak para istri jadi marah kalau kebutuhan keluarga tidak mencukupi apalagi ini menyangkut kebutuhan sandang dan pangan. Dan yang lebih menyakitkan ketika istri yang tidak punya iman dan tidak sabar ketika menghadapi hal yang demikian malah kadang kadang ada yang minta cerai, perbuatan itu sangat menyakiti hati suami.

     Maka dari itu antara suami dan istri harus saling memahami dan mengerti dengan kondisi masing masing, sang istri haruslah bersabar dan bicaralah baik baik dengan suami, mungkin bukan suami tidak memenuhi kebutuhan keluarga, mungkin saja ia telah berusaha, tapi apa yang diharapkannya belum diberikan oleh Allah. Tapi apabila seorang suami/ayah mendapatkan yang dia usahakan, tapi dia tidak memenuhinya, maka sungguh laknat bagi si suami/ayah tersebut. Bagi seorang istri yang penuh pengertian ia akan senantiasa selalu berbicara baik baik dengan suaminya.

     Jihad dalam mempertahankan miliknya

     Membela diri dari mempertahankan hartanya salah satu jihad, semisal saja seperti kejadian yang banyak terjadi sekarang yaitu begal, dan ketika siapa saja yang mempertahankan hartanya dari rampasan orang lain itu apabila ia mati maka ia syahid. Dari Abu Hurairah diriwayatkan, ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah, dan orang ini bertanya kepada Baginda Rasul.

"Ya Rasulullah, bagaimana jika ada orang yang datang padaku dan ingin merampas hartaku?
Rasulullah menjawab, "Jangan kau berikan padanya"
ia bertanya lagi "Bagaimana jika ia membunuhku?
Rasul bersabda "Bunuhlah dia"
lalu ia bertanya lagi "bagaimana kalau ia yang membunuhku?
Rasul menjawab "Maka engkau dicatat syahid"
kalau aku yang membunuhnya?
Rasul menjawab "Ia yang di neraka" (hr Muslim)

      Dari hadist di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa, mempertahankan harta itu adalah kewajiban dari setiap orang. dan jika ia mati terbunuh ketika mempertahankan hartanya ia akan mendapat pahala syahid.

     Dan mungkin masih banyak lagi jihad jihad yang lainnya, semoga dapat bermanfaat. Amiin
Back To Top