Keutamaan ilmu

    
Andai kata kita ditanya, mana yang akan kita pilih diantara harta dan ilmu. Mungkin banyak orang yang akan menjawabnya adalah harta. Ini dikarenakan sebagian orang berfikir dengan harta bisa mendapatkan apa saja yang di inginkan. Tapi pada dasarnya harta itu sangat sulit untuk dijaga, bahkan dengan harta bisa bisa nyawa kita yang akan jadi taruhannya, beda halnya dengan ilmu, karena ilmu mampu menjaga kita dari hal hal yang dapat menjerumuskan kita ke hal hal yang tidak kita inginkan.

     Dalam sebuah riwayat Nabi Sulaiman pernah ditawari oleh Allah untuk memilih di antara harta dan ilmu. Tapi Nabi Sulaiman lebih memilih ilmu daripada harta. Dan terbukti dengan ilmu Nabi Sulaiman mendapatkan harta tahta dan wanita atas kehendak Allah SWT.  Nabi Sulaiman sangat mengerti bahwa ilmu itu tidak sama dengan harta, ilmu itu tidak akan habis, ilmu itu ringan dan mudah dibawa ke mana saja, itulah keutamaan ilmu. Ilmu itu ibarat biji yang akan tumbuh menjadi pohon yang bisa membawa manfaat bagi manusia. Ilmu itu bisa membawa kita menuju ke arah yang baik dan jalan yang benar jalan untuk menuju surga yang di rindukan setiap manusia. Dari riwayat Nabi Sulaiman tadi dapat kita ambil hikmah bahwa, ilmu itu di atas segala galanya, ilmu itu dapat meninggikan derajat seseorang, jika seseorang itu tinggi ilmu dunianya maka ia akan di tinggikan derajatnya di dunia, dan bila ilmunya di bidang agama maka Allah akan meninggikan derajatnya di sisi-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT,
"Allah meninggikan yang beriman diantara kamu dan orang orang yang diberi pengetahuan beberapa derajat, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. Al-Mujaadilah 11).

     Pada suatu masa Rasulullah SAW baru sampai di pintu masuk masjid, tiba tiba Beliau melihat iblis tengah berdiri di pintu masjid, lalu Baginda Rasul bertanya,

"Hai iblis, apa yang sedang kamu lakukan di masjid ini?

Iblis pun menjawab, "Aku hendak masuk ke masjid dan merusak shalat orang orang ini, tapi aku takut pada laki laki yang sedang tidur itu"

Rasulullah bertanya lagi pada iblis,
"Wahai iblis, mengapa kamu bukannya takut pada orang orang yang sedang shalat itu, padahal ia sedang dalam keadaan beribadah kepada Allah, dan kamu justru takut kepada orang yang sedang tidur, padahal ia dalam keadaan tidak sadar"

Iblis pun berkata, "Orang yang sedang shalat ini bodoh, untuk mengganggu shalatnya sangat mudah, akan tetapi orang yang sedang tidur itu orang yang alim"

     Dari riwayat tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa orang yang mempunyai ilmu itu lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan orang orang yang tidak berilmu. Iblis saja lebih takut kepada orang yang sedang, tidur tapi ia berilmu. Dalam suatu riwayat Abu Hurairah Rasulullah berkata,

"Barang siapa yang pergi menuntut ilmu maka Allah akan menunjukkan jalan menuju surga. Sesungguhnya orang orang alim senantiasa dimintakan ampunan untuknya oleh mahkluk yang berada di langit dan di bumi, hingga dimintakan ampun oleh ikan ikan di laut, dan sesumgguhnya ulama itu adalah pewaris para Nabi"

     Betapa islam sangat menghormati dan memuliakan orang orang yang memiliki ilmu, bahkan melebihi orang orang yang rajin ibadah tapi mereka bodoh, Dan di dalam islam dengan sangat jelas di terangkan bahwa menuntut ilmu dan mengamalkannya serta untuk memberi manfaat kepada orang lain adalah salah satu perbuatan ibadah yang merupakan tuntutan agama.

     Dalam sebuah riwayat dikisahkan ada satu golongan kaum Khawarij yang datang menemui khalifah Ali bin abi Thalib untuk menanyakan satu pertanyaan. Hal ini terjadi dikarenakan mereka mendengar sabda Rasulullah, "Aku adalah kotanya ilmu dan Ali adalah gerbangnya ilmu" Atas dasar itulah mereka sepakat untuk bertanya kepada Ali dengan satu pertanyaan tapi harus dijawab oleh Ali dengan jawaban yang berbeda beda. Kemudian kaum ini berkumpul dan mengadakan rapat. Dan salah satu dari mereka berkata, "Kita akan bertanya kepada Ali dengan satu pertanyaan saja, dan satu pertanyaan ini akan kita tanya pada Ali oleh sepuluh orang diantara kita, andaikan nanti Ali memberi jawaban yang berbeda beda berarti benar apa yang dikatakan oleh Muhammad" Begitu saran dari salah satu di antara mereka, dan langsung disetujui oleh yang lainnya. Dan tibalah pada saat para kaum Khawarij itu bertanya kepada Ali,

Pada hari pertama datang salah satu dari mereka dan langsung menghadap Ali, ia pun bertanya pada Ali, "Wahai Ali, mana yang lebih utama antara ilmu dan harta?
Sambil tersenyum Ali menjawab pertanyaan orang khawarij tersebut,
"Ilmulah yang lebih utama dari pada harta"
Orang tersebut balik bertanya pada Ali,
"Mengapa ilmu lebih utama dari pada harta?
Ali menjawab,
"Ilmu adalah warisan para nabi, tapi harta warisan dari Qarun, fir'un dan yang lainnya"
Dan orang yang pertama ini pun pulang setelah mendengar jawaban dari Ali.

Keesokan hari datang lagi orang yang kedua dan bertanya ,
"Ya Ali, mana yang lebih baik antar ilmu dan harta?
Dengan tenang Ali menjawab,
"Ilmu lebih baik daripada harta"
"Apa sebabnya? lanjut orang tersebut.
Lalu Ali menjelaskannya,
"Ilmu itu bisa menjaga dirimu, tapi sebaliknya, kalau harta malah kamu yang harus menjaganya"
Orang yang kedua ini pun segera pulang dengan puas atas jawaban yang dijelaskan oleh Ali.

Besoknya datang lagi dari kaum tersebut, dan bertanya pada Ali,
"Wahai Ali, mana yang lebih utama ilmu dan harta?
Ali menjawab, "Ilmu lebih utama dari harta"
Orang itu bertanya lagi,
"Apa alasanmu ya Ali?
Lalu Ali berkata,
"Jika kamu membelanjakan harta, maka ia akan berkurang, tapi kalau ilmu ia akan semakin bertambah"
Orang ini pun pulang dengan jawaban yang membuatnya puas.

Di lain hari datang lagi kaum ini, dan bertanya pada Ali,
"Ya Ali, mana lebih utama ilmu atau harta?
Dijawab oleh Ali,
"Ilmu lebih utama dari harta"
Orang tersebut berkata,
"Apa sebabnya wahai Ali?
"Pemilik harta yang pelit dipanggil dengan sebutan kikir, tapi pemilik ilmu dipanggil dengan sebutan yang mulia"
Dan orang ini pun pulang dengan jawaban yang diberikan oleh Ali.

Lalu besoknya datang lagi orang dari kaum tersebut, dan langsung bertanya kepada Ali,
"Wahai Ali, mana lebih baik ilmu dan harta?
Ali menjawab,
"Ilmu lebih baik daripada harta"
Lalu Ali menjelaskan,
"Orang yang memiliki harta mempunyai banyak musuh, sedangkan orang yang memiliki ilmu mempunyai banyak teman"
Orang itu pun pulang dengan jawaban sangat memuaskan hatinya.

Berikutnya datang lagi orang khawarij yang bertanya pada Ali,
"Apa yang lebih utama antara ilmu dan harta?
Ali menjawab,
"Ilmu lebih utama dari harta"
Lalu orang itu bertanya pada Ali,
"Apa alasannya wahai Ali?
Lalu Ali menjawab,
"Harta itu harus di jaga dari seorang pencuri, tapi ilmu tidak harus dijaga atau tidak usah takut dari kehilangan"
Lalu orang itu pun kembali pulang.

Besoknya datang lagi orang khawarij, ia langsung bertanya,
"Jelaskan padaku wahai Ali,mana lebih utama ilmu atau harta?
Dan Ali pun menjawab,
"Ilmu lebih utama dari harta"
"Mengapa engkau mengatakan begitu?
Ali menjawab,
"Orang yang memiliki harta yang banyak kelak ia akan di hisab sangat lama di akhirat, tapi dengan ilmu ia akan melewatinya dengan mudah dan akan mendapat syafaat"

Besoknya datang lagi orang yang berbeda dari kaum tersebut dan langsung bertanya pada Ali
"Apa yang lebih utama antara ilmu dan harta?
lalu Ali menjawab,
"Ilmu lebih utama dari harta"
Orang itu pun bertanya pada Ali,
"Mengapa engkau mengatakan begitu?
Lalu Ali menjelaskan,
"Harta suatu saat akan habis seiring perjalanan waktu, tapi ilmu tidak akan penah habis sepanjang masa dan ia akan tetap abadi" kata Ali.
Lalu orang ini pun pulang dengan jawaban dari aLI.

Lalu di kemudian hari datang lagi  kaum ini dengan orang yang berbeda dan bertanya pada Ali,
"Mana yang lebih utama ilmu dengan harta?
"Ilmu itu lebih utama daripada harta" jawab Ali.
"Apa alasan mu berkata begitu wahai Ali? tanya orang itu.
"Dengan harta itu bisa membuat hati menjadi keras dikarenakan seseorang yang memiliki banyak harta menjadi ia sombong, tapi ilmu akan menyinari dan melemah lembutkan hati" kata Ali.
Yang ini pun kembali pulang dengan jawaban yang puas.

Dan besoknya masih datang lagi yang bertanya pada Ali,
"Wahai Ali, jelaskan padaku mana lebih utama ilmu dan harta?
Ali menjawab,
"Ilmu lebih utama dari harta"
Mengapa begitu? tanya orang tersebut,
Lalu Ali pun menjelaskan,
"Harta menjadikan pemiliknya merasa seolah olah ia adalah tuhan, sedangkan pemilik ilmu ia akan merasa dirinya adalah tetap seorang hamba Allah yang lemah"
"Dan andai kata semua dari kalian datang bertanya maka Insya Allah aku akan menjawab pertanyaan kalian dengan jawaban yang berbeda beda" begitu kata Ali pada orang tersebut. lalu orang itu pun pulang dengan rasa puas atas jawaban yang diberikan oleh Ali. Dan masih banyak lagi keutamaam dari ilmu.

     Maka tak salah dengan apa yang dikatakan oleh Rasulullah bahwa Ali itu adalah gudangnya ilmu, ia mampu menjawab satu pertanyaan yang sama dengan jawaban yang berbeda beda. Dari riwayat riwayat di atas dapat kita ambil hikmahnya, bahwa ilmu itu adalah bersifat kekal, ia tidak akan pernah habis walau di pakai sesering mungkin, malah ilmu itu akan bertambah, ilmu bisa menyelamatkan kita dan menjaga kita, tapi harta kitalah yang harus menjaganya, bahkan yang lebih pedih gara gara harta kadang kadang orang banyak yang terjerumus ke dalam neraka. Dan kunci untuk kita selamat di dunia dan akhirat adalah ilmu. Begitulah keutamaan ilmu, yang tidak sebanding dengan harta. ilmu akan kekal selama lamanya.
Back To Top