pengertian dan tata cara shalat istiqarah

     Dalam kehidupan sehari hari kadang kadang kita dihadapkan pada dua pilihan yang harus kita tentukan, dan kita harus memilih salah satu diantaranya. Dalam keragu raguan kita tidak tau harus berbuat mana yang akan kita pilih, Maka ketika menghadapi masalah yang seperti ini, di sunnah kan untuk kita melaksanakan shalat Istiqarah, yaitu shalat sunnah untuk meminta petunjuk yang terbaik dari Allah. Shalat istiqarah memang sudah sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari hari, baik dari ceramah ceramah atau pun di balai balai pengajian. Walaupun sering dibahas, banyak juga yang belum mengerti dan bagaimana tata cara melaksanakan shalat istiqarah. Shalat istiqarah kebanyakan mukmin melaksanakannya untuk menghilangkan rasa keragu raguan yang mereka hadapi. Dalam menghadapi cobaan yang seperti ini shalat istiqarah adalah solusi yang tepat untuk menentukan pilihan yang terbaik untuk kita.

     Pengertian Shalat Istiqarah

   Shalat istiqarah adalah shalat sunnah yang dikerjakan untuk meminta petunjuk dari Allah, Yang dimaksud dengan istiqarah adalah: memohon kepada Allah manakah yang terbaik dari urusan yang mesti dipilih diantara salah satu. shalat ini berjumlah 2 rakaat sampai dengan 12 rakaat, adapun waktu untuk melaksanakan nya boleh kapan saja, asalkan tidak di waktu yang diharamkan untuk shalat. Namun begitu ada waktu yang terbaik untuk melaksanakannya, yaitu di sepertiga malam, sama seperti kita melaksanakan shalat tahajud. Mengapa demikian, karena saat saat sepertiga malam adalah waktu yang sangat makbul dalam kita memohon kepada Allah SWT, Dalam kitab suci Al-Qur'an Allah berfirman,

   "Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya sekali kali tidak ada pilihan bagi mereka Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia) dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah tidak ada Rabb yang berhak disembah melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan" (QS Al-Qashash-68-70)

     Shalat istiqarah bukti tawakal kepada Allah

   Melaksanakan shalat istiqarah dalam menentukan pilihan merupakan bukti seseorang percaya kepada Allah bahwa hanya Allah yang tau mana hal yang terbaik untuk kita. Dengan melaksanakan shalat istiqarah berarti kita menyerahkan segala urusan dan keputusan kepada Allah. Meski kadang kadang bisa saja terjadi tidak sesuai dengan harapan kita, tapi kita harus yakin itulah yang terbaik untuk kita
Pada masa sebelum islam datang dan tersebar luas seperti sekarang, banyak yang mengundi nasib mereka dan memutuskan perkara perkara dengan cara yang menyesatkan. Bahkan sampai ada yang membawa dukun, mengundi nasib dengan anak panah, sampai percaya pada takhyul. Hal semacam itu sangat jauh menyimpang dari ajaran islam.

    Nabi Muhammad adalah teladan bagi seluruh umat manusia,  baginda telah memberikan contoh  bagaimana cara mengambil keputusan dalam hal memilih di antara beberapa pilihan yaitu dengan shalat istiqarah.  Karena dengan istiqarah merupakan bukti ketaatan dan tawakal kita kepada Allah. Tentu saja apa yang kita upayakan untuk membuktikan ketaatan kita, pada Allah dan Rasul-Nya, semua akan dibalas dengan pahala. Walaupun shalat istiqarah adalah permintaan kepada Allah dalam hal menentukan pilihan, tetapi apa yang kita lakukan tetap mendapat pahala dari Allah SWT.

     Hadist hadist Rasulullah tantang shalat istiqarah

   Banyak sekali hadist yang menerangkan dan menjelaskan tentang shalat Istiqarah, ini dikarenakan shalat sunnah istiqarah sangat peting bagi umat muslim, shalat istiqarah diharapkan mampu menghindari manusia untuk berbuat syirik, yaitu meminta petunjuk pada yang selain Allah. Ada beberapa hadist yang diriwayatkan oleh para perawi, di antaranya hadist dari Bukhari "Ya Allah, aku beristiqarah memohon petunjuk dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuatan dengan keutamaan-Mu"

   "Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat sunnah dua rakaat selain shalat fardhu kemudian hendaklah ia berdoa" ( hr Jabir bin Abdillah )

     Tata cara shalat istiqarah

Tata cara melaksanakan shalat dhuha sama dengan shalat yang lainnya, hanya niat yang membedakannya.
- Niat
- Menghadap kiblat
- Takbiratul ikhram
- Membaca doa iftitah, ini dilakukan pada rakaat pertama sebelum membaca Al Fatihah
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat surat pendek
- Yang lainnya sama seperti shalat fardhu pada umumnya

   Setelah selesai shalatnya kita dianjurkan untuk membaca Hamdanlah dan Shalawat Ibrahimiyah. Biasanya setelah kita melakukan shalat istiqarah kita langsung tidur ini jika kita melakukannya di malam hari, dan kata orang orang jawaban akan datang dalam mimpi kita, tapi sekali lagi, ini kata orang orang, tidak ada riwayatnya dalam hadist hal yang demikian itu. Mimpi tidak bisa di jadikan patokan dari hasil istiqarah, karena mimpi itu ada tiga macam, yaitu:

   - Mimpi yang datang dari setan
   - Mimpi yang datang dari diri sendiri
   - Mimpi yang datang dari Allah

   Jadi kita tidak boleh mengandalkan mimpi sebagai patokannya, lalu bagaimana kita mengetahui kalau shalat istiqarah yang kita lakukan telah terjawab. Memang belum ada dalil sampai saat ini yang membahas tentang jawaban dari shalat istiqarah. Namun kita bisa merasakan jawabannya, berdasarkan pandangan dari beberapa ulama,
  1. Sebaiknya mengambil keputusan yang menjadi keyakinannya, sesuai dengan kata hati ataupun tidak. ini disebabkan kebaikan merupakan sesuatu yang ada pada apa yang telah menjadi keyakinannya.
  2. Mengambil keputusan apa yang menjadi keyakinan dengan perasaan pasti.
  3. Perasaan hati sering dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah masalah tentang perasaan
  4. Jawaban shalat istiqarah dapat dilihat pada hati orang islam yang bersih, sehingga hati akan bersih, dan tidak bisa dipengaruhi oleh hal hal yang kurang bagus.

         

            Perkara yang bisa dilakukan dengan shalat istiqarah

       Walaupun shalat istiqarah bertujuan untuk meminta petunjuk petunjuk dari Allah, tapi hal ini tidak bisa di pakai untuk meminta hal hal yang tidak di ridhai, Shalat istiqarah bisa dilakukan untuk perkara yang halal, perkara itu melingkupi yang baik baik saja semisal pekerjaan, pernikahan, urusan perniagaan dan masih banyak yang lainnya. Hal hal yang menyangkut masalah tadi dapat kita pahami dari hadist Rasulullah SAW,

       "Termasuk kemulian bani Adam adalah ia mau beristiqarah kepada Allah, dan termasuk kedurhakaannya adalah manakala ia tidak mau beristiqarah kepada Allah"

       Shalat istiqarah hanya dilakukan untuk perkara yang hukumnya mubah ( hukum asalnya boleh ) bukan pada perkara wajib dan sunnah, begitu pula pada hal hal yang haram. Seseorang tidak perlu shalat istiqarah untuk melaksanakan shalat fardhu, puasa ramadhan atau puasa sunnah lainnya. Semua contoh tadi tidak perlu shalat istiqarah, begitu pula dalam hal seseorang harus menikah atau tidak, karena menikah itu diperintahkan sebagaimana firman Allah,

       "Dan kawinkanlah orang orang yang sendirian diantara kamu, dan orang orang yang layak untuk berkawin dari hamba hamba sahayamu yang perempuan" (QS- An-Nur, 32).

       Namun dalam hal memilih jodoh atau menentukan tanggal pernikahan itu dibolehkan. Tapi ada pendapat lain yang menyatakan kalau ada juga perkara wajib yang bisa di istiqarahkan misalnya memilih waktu mengerjakan ibadah haji, apakah memilih tahun ini atau tahun depan. Shalat istiqarah boleh dilaksanakan berulang kali. Dan tidak dibenarkan melakukan shalat istiqarah untuk urusan yang haram.

    Demikianlah pengertian dan tata cara shalat istiqarah, semoga dapat memberi manfaat bagi kita semua
    Back To Top