SUBHANALLAH, inilah Masjid yang terbuat dari tanah

     Masjid raya Djene adalah satu satunya masjid di dunia yang terbuat dari tanah liat, ini adalah salah satu bukti kehebatan arsiteknya orang islam di masa lalu, dan di anggap oleh banyak arsitek sebagai gaya arsitektur Sudano Sahelian yang terbaik sepanjang masa. Kota Djenne adalah sebuah kota kecil di negara Mali, Afrika Barat, yang merupakan salah satu daerah peradaban islam pertama di Afrika. Masjid ini terletak di daerah Farmantala, kota tua Djenne.

     Masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1240 M oleh penguasa Djene yang bernama Sultan Kooi Kunboro. pada awalnya bangunan ini adalah sebuah istana. Tapi setelah ia memeluk agama islam, istana tersebut di alih fungsi menjadi sebuah masjid. Untuk ukuran orang orang Afrika, bangunan seukuran itu dianggap sangat berkesan dan mewah. Pada abad ke 19 di bawah tangan Syekh Amadou masjid yang 99 persen terbuat dari tanah liat ini mengalami beberapa kali renovasi.

    
     
      Masjid ini mengangkat gaya arsitektur ala Sudan Sahili, bangunan Masjid ini benar benar merefleksikan budaya dan kearifan lokal masyarakat Afrika Barat. Ismaila traore sang arsitek islam yang mengubah semua itu. Ia mampu menyulap tanah tanah liat menjadi bangunan yang bernilai seni yang sangat indah. Sebelum digunakan sebagai perekat material bangunan diolah sedemikian rupa dengan cara tradisional. Meskipun hanya mengandalkan tanah liat sebagai bahan bangunan dan memadukannya dengan sinar matahari tapi menghasilkan kekuatan seperti halnya semen.

      Masjid yang dibangun di atas tanah seluas 5000 meter persegi lebih ini terbuat dari bata lumpur yang dijemur dibawah sinar matahari (orang afrika menyebutnya ferey). Bagian luar dinding diplester dengan lumpur yang lembut. Sedangkan pada bagian Mihrabnyadiberi mahkota dengan tiga buah menara yang mempunyai tinggi sekitar 11 meter. Disetiap menara tersebut memiliki tangga spiral untuk menuju ke atas dan puncak menara berbentuk kerucut telur burung unta yang melambangkan kemurnian dan kesuburan.

     Pada tahun 1988 UNESCO telah menetapkan bangunan masjid Djene serta kawasan kota tua Djene menjadi situs warisan dunia. Meskipun ada banyak sekali masjid masjid yang lebih tua saat ini, tapi Masjid Agung Djene tetap menjadi simbol dan ikon paling menonjol dari kota Djene dan bangsa Mali.



























    
Back To Top