KISAH PERANG UHUD


  Ini adalah perang balas dendam yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy, kekalahan yang mereka terjadi di perang badar membuat mereka semakin membenci Rasulullah dan umat Islam. Lalu mereka pun menyiapkan pasukan yang lebih besar untuk melawan kaum muslimin Pada tahun ke 3 hijriah segala sesuatu telah dipersiapkan, jumlah pasukan mereka mencapai 3000 personil. Mereka dipimpin oleh Abu Sufyan.

   Setelah merasa segala sesuatu yang diperlukan telah cukup, maka mereka pun bergerak maju ke Madinah. Dalam pergerakan pasukannya, mereka sudah diintai oleh Abbas bin Abdul Muthalib, ketika itu dia memang masih kafir, ia lantas menulis surat yang dikirim kepada Baginda Rasulullah. Ia membocorkan karena ia sayang kepada keponakannya, yaitu Rasulullah. Setelah surat yang ditulis oleh Abbas diterima Rasulullah menyuruh sahabatnya membaca surat tersebut. Setelah tau isi pesannya Baginda Rasul meminta pada sahabat yang membaca surat tadi untuk merahasiakan tentang isi surat tadi, ini Rasul lakukan agar warga kota Madinah tidak panik dan ketakutan.

     Selanjutnya Rasulullah mengumpulkan semua sahabat untuk bermusyawarah untuk mengambil langkah langkah apa yang harus dilakukan. Apakah akan melawan pasukan kafir di luar kota Madinah atau tetap tinggal di rumah mereka dan berperang di Madinah. Banyak para sahabat yang memberi pendapat agar melawan pasukan kafir itu di luar kota Madinah. Akhirnya Baginda Rasul menerima pendapat para sahabat tadi,

     Dengan jumlah pasukan sekitar 1000 orang tidak membuat kaum muslimin takut menghadapi para kaum kafir dari kota Mekah, Pada hari jum'at 6 syawal tahun ke 3 Hijrah pasukan muslimin pun berangkat meninggalkan kota Madinah,

     Tapi keesokan harinya, di tengah perjalanan ada sebagian pasukan memutuskan untuk kembali ke Madinah dan tidak ingin berperang, mereka inilah orang orang munafik yang berjumlah sekitar 300 orang. Mereka adalah kelompok Abdullah bin Ubay yang dengan sengaja meninggalkan peperangan di tengah jalan. ia bertujuan menghancurkan mental kaum muslimin yang berperang. tapi itu malah meningkatkan mental dari pasukan Rasulullah.

     Setelah para pengkhianat itu meninggalkan Rasul, kini jumlah pasukan yang tinggal berjumlah 700 orang, tapi keteguhan dan keimanan yang teguh tidak menggoyahkan tekat mereka. bahkan mereka semakin bersemangat dalam menghadapi kaum kafir, lalu rombongan kaum muslimin melanjutkan perjalanannya.

     Sebelum kisah perang Uhud terjadi Rasul membagi pasukannya menjadi tiga kelompok, pasukan pertama dipimpin oleh Mushab bin Umair, yang kedua dipimpin oleh Usaid bin Hudhair, mereka ini dari kaum Anshar, yang ketiga dari suku Khazraj yang dipimpin oleh Hubad bin Mundhir. Sedangkan asul membentuk pasukan khusus yang terdiri dari para sahabat yang pandai memanah yang berjumlah 50 orang yang dipimpin oleh Abdullah bin Jubair. Para sahabat yang pandai memanah diperintahkan oleh Rasul di sebuah bukit yang ada di sebelah utara gunung Uhud dan melarang mereka untuk turun dari bukit apapun yang terjadi, kecuali jika ada perintah lain dari Rasul. Pasukan ini bertujuan menyerang dari atas, karena nanti pasukan kafir berada dibawah ketika melewati kawasan ini, sehingga para pasukan pemanah dapat dengan mudah melesatkan panahnya pada pasukan musuh. posisi Rasulullh sendiri berada di atas bukit, ini Baginda lakukan agar lebih mudah mengatur pergerakan pasukan kaum muslimin.

     Para pasukan kaum kafir dipimpin oleh Abu Sufyan, pasukan ini dibagi menjadi 4 kelompok. Pasukan pertama di tengah dipimpin oleh Abu Sufyan, kelompok kedua disisi kanan dipimpin oleh Khalid bin Walid, pasukan ketiga berada disisi kiri dan di pimpin oleh Ikrima bin Abu Jahal, dan pasukan yang bejalan kaki dipimpin oleh Safwan bin Umayyah.

     Dan selanjutnya peperanganpun tak dapat dihindari, teriakan teriakan jihad yang keluar dari kaum muslimin terus membakar semangat dalam bertempur, pasukan kafir berusaha sekuat tenaga melawan pasukan Rasul, tapi tidak berhasil, satu demi satu korban jatuh di pihak kaum kafir. Akhirnya pasukan kafir mundur dari medan peperangan, dan pasukan muslimin mendapat kemenangan, barang barang milik pasukan ditinggalkan begitu saja. Melihat kaum kafir meninggalkan medan perang dengan meninggalkan barang barangnya para pasukan pemanah yang ada di atas bukit ingin mendapatkan bagian dari harta rampasan perang, sehingga mereka melupakan perintah Rasulullah, dan langsung turun mengambil harta orang kafir.


 
   Khalid bin Walid yang melihat pasukan pemanah turun dari bukit memamfaatkan situasi itu untuk menyerang balik. Pasukan Khalid bin Walid langsung memutar haluan dan langsung menyerang para pasukan  muslimin dari arah belakang, melihat pasukan Khalid berbalik menyerang kaum muslimin, Abu sufyan dan pasukannya pun ikut kembali berbalik menyerang hal ini tidak disadari, pasukan rasulullah tidak menyangka yang sudah mundur akan kembali balik menyerang, satu persatu pasukan muslim syahid ketika mereka tidak bisa melawan serangan yang datang tiba tiba. Kondisi yang demikian diperparah dengan kabar bahwa Rasul telah wafat, hingga ada yang melarikan diri, tapi ada juga sebagian yang tidak menghiraukannya dan terus berperang melawan kaum kafir dan mati sebagai Syahid.

     Tapi setelah itu terdengar berita bahwa Rasul masih hidup, semangat kaum muslimin pun menjadi semangat, dan kaum muslimin langsung membangun kekuatan baru untuk menyerang kaum kafir. Mengetahui keberadaan Rasul, Abu Sufyan langsung mengerahkan pasukannya untuk menyerang dan membunuh Rasulullah. Para sahabat yang menjaga Rasul, melihat pasukan kafir menyerang lalu salah satu dari sahabat maju melindungi Rasul hingga terbunuh. lalu sahabat yang kedua maju membantu, ia juga terbunuh, hingga sampai tujuh sahabat terbunuh dalam melindungi sang Rasul. Tersisa dua sahabat  muhajirin yaitu Saad bin Abi Waqash dan Thalhah bin Ubaydillah. Mereka berdua menyerang kaum kafir dalam menjaga Rasulullah. Melihat posisi Rasul dalam keadaan terjepit, pasukan muslimin yang lain berdatangan membantu kedua sahabat tadi. Beliau kembali menyerang sambil mencari posisi yang aman untuk berlindung dari kerasnya pertempuran. Pasukan Abu Sufyan kesulitan menembus barisan pertahanan sahabat Rasul hingga pada akhirnya kelelahan dan tidak bisa lagi menyerang kaum pasukan Rasul yang berada di balik bukit Uhud. Dan pada akhirnya pasukan kaum kafir mundur dari medan pertempuran dan kembali ke Mekah, Abu Sufyan sangat kecewa karena telah gagal membunuh Rasulullah SAW,

     Begitulah cerita singkat kisah perang Uhud, jika ada kekurangan dalam penulisan mohon dimaafkan.
Back To Top