Waktu dan keadaan yang di larang untuk mengerjakan shalat

    


     Shalat adalah perintah langsung dari Allah SWT yang diturunkan langsung melalui Nabi Muhammad SAW  yang hukumnya wajib dilakukan atau dikerjakan, meninggalkannya berarti berdosa, dan mengerjakan mendapat pahala. Dalam sehari semalam kita di perintahkan mengerjakannya lima waktu, yaitu Subuh, Dhuhur, Asar, Magrib dan Isya. Itulah shalat yang wajib dikerjakan oleh umat islam. Namun begitu ada beberapa waktu atau saat saat yang diharamkan untuk mengerjakan shalat, dan sebab sebab yang dilarang untuk mengerjakan shalat.


     Dalam sabdanya Rasulullah SAW berkata, "Tidak ada shalat setelah shalat subuh sampai matahari meninggi dan tidak ada shalat setelah shalat Asar sampai matahari tenggelam" (hr Bukhari - Muslim

     Dari 'Uqbah bin 'Amir Rasulullah bersabda, "Tiga waktu yang Rasulullah SAW melarang kami shalat atau menguburkan orang orang kami yang mati pada saat itu ketika matahari terbit hingga naik, ketika pertengahan siang hingga matahari tergelincir, ketika matahari mulai tenggelam"

Berikut ini waktu waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat:

1. Setelah shalat subuh Yaitu, bila sudah mengerjakan shalat subuh maka setelah itu tidak boleh lagi mengerjakan shalat yang lainnya. batasnya sampai dengan terbit matahari, karena setelah matahari terbit agak meninggi sudah boleh lagi mengerjakan shalat, karena shalat dhuha dilakukan setelah matahari terbit agak meninggi dari timur.

2. Setelah matahari terbit agak meninggi, Ini waktunya kira kira 15 atau 20 menit setelah matahari terbit, Antara waktu itu juga diharamkan untuk mengeja kan shalat apapun.

3. Ketika matahari tepat di atas, yaitu posisi matahari tepat berada di atas kepala kita, yang mana posisi bayangan kita tidak condong ke barat atau ke timur.

4. Dari shalat Asar hingga terbenam matahari, Setelah selesai mengerjakan shalat Asar tidak boleh lagi megerjakan shalat apapun hingga matahari mulai terbenam.

5. Dari matahari mulai terbenam hingga hingga matahari tenggelam dengan sempurna.

     Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan dengan sangat rinci perihal waktu waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat, Rasulullah bersabda pada seorang sahabat yaitu 'Amar bin Abasah,
"Kerjakanlah shalat subuh kemudian hentikanlah shalat hingga matahari terbit dan naik, karena sesungguhnya ketika terbit matahari berada diantara dua tanduk setan. Pada waktu itu orang orang kafir sujud kepada matahari. Setelah itu shalatlah, karena sesungguhnya shalat tersebut disaksikan dan dihadiri hingga bayangan naik setinggi tombak, kemudian hentikanlah shalat, karena waktu itu Jahannam bergolak. Jika bayangan telah condong kebarat maka shalatlah, karena shalat dihadiri dan disaksikan. Hingga engkau shalat Asar, kemudian hentikanlah shalat hingga matahari terbenamkarena sesungguhnya ia terbenam diantara dua tanduk setan.dan ketika itu orang orang kafir sujud kepada matahari"

     Hal yang demikian tidak berlaku di Makkah, karena Allah SWT telah melebihkan dengan kemuliaan dan keagungan, shalat di Makkah tidak ada larangan pada waktu waktu tadi. Namun demikian para ulama sepakat yang bahwa pada waktu tertentu yang bersifat mudharat di boleh melaksanakannya. Semisal mengerjakan shalat bagi orang yang meninggal, karena ini adalah fardhu yang harus di segerakan.

    Waktu dan keadaan yang dilarang mengerjakan shalat
Ada beberapa hal dan keadaan yang dilarang untuk mengerjakan shalat, yaitu:

     Dalam keadaan hadas kecil

Orang orang yang berhadas kecil dilarang untuk mengerjakan shalat, dan barang siapa yang berhadas diharamkan baginya untuk shalat, sebagaimana sabda Rasulullah,
"Allah tidak akan menerima shalat seseorang yang berhadas hingga ia berwudhuk kembali" (hr Bukhari dan Muslim).

     Dalam keadaan hadas besar

Hadas besar adalah junub, dan barang siapa yang telah berjunub maka ia diharamkan untuk mengerjakan shalat. Maka sebelum mengerjakan shalat diwajibkan baginya untuk mandi yang membasahi seluruh tubuhnya mulai dari kepala sampai kakinya, Para perempuan yang sedang haid dan nifas juga tidak diperbolehkan untuk melakukan shalat.

     Dalam keadaan mabuk

Orang orang yang dalam keadaan mabuk diharamkan baginya untuk mengerjakan shalat.Apalagi ia mabuk dalam keadaan tengah meminum arak atau khamar, karena arak dan khamar itu adalah najis yang hukumnya diharamkan.Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,
"Seseorang yang meminum khamar dari golonganku, tidak akan diterima shalatnya  selama empat puluh hari" (hr-An Nasai)

     Dari hadis di atas tersebut dapat kita pahami begitu besarnya dosa meminum khamar sampai sampai shalatnya tak akan diterima sampai dengan empat puluh hari.Demikianlah penjelasan singkat tentang waktu dan keadaan yang dilarang untuk mengerjakan shalat.
Back To Top