Asal mula puasa ramadhan

     Puasa pada bulan ramadhan merupakan rukun islam yang ke tiga, setiap muslim wajib mengerjakannya, dan akan berdosa bila meninggalkannya. Puasa itu telah ada semenjak nabi Adam di ciptakan, jadi puasa itu sudah lama di jalankan oleh para nabi nabi yang terdahulu. Dan ibadah puasa ramadhan adalah ibadah wajib yang harus dikerjakan oleh umat islam. itu adalah perintah wajib dari Allah SWT. Ibadah puasa ramadhan akan memberi kita ujian untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dengan ibadah puasa akan membersihkan jiwa serta mensucikan diri dari pada perbuatan yang di murkai Allah. Lantas bagaimanakah asal mula puasa puasa ramadhan bagi umat islam.

     Puasa pada masa terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW

  Asal mula puasa sudah ada semenjak nabi Adam as di ciptakan oleh Allah SWT, ibadah puasa adalah ibadah yang sangat tua, Dahulu nabi Adam as di usir dari surga karena melanggar aturan yang telah di buat oleh Allah, yaitu dilarang untuk memakan buah khuldi, tapi iblis dengan segala upaya terus membujuk nabi Adam untuk melakukannya, hingga akhirnya nabi Adam dan Siti Hawa memakan buah yang menjadi pantangan bagi keduanya, dan atas kesalahan yang dilakukannya, maka Allah pun mengusir keduanya dari surga, setelah itu nabi Adam dan Siti Hawa menyesal atas apa yang telah mereka perbuat. Maka untuk menebus kesalahan yang telah mereka lakukan nabi Adam melakukan puasa selama tiga hari berturut turut setiap bulan, yaitu pada tanggal 13,14 dan 15 bulan langit. Puasa yang dilakukan oleh nabi Adam kita kenal puasa hari putih, yang juga merupakan sunah untuk mengerjakannya.

   Selain puasanya nabi Adam, kita juga mengenal puasanya nabi Daud as, juga megerjakan puasa. Nabi Isa dan pengikutnya juga melaksanakan puasa, hanya saja pada masa nabi Isa puasnya di ubah ubah, jika puasanya terjadi pada musim panas maka mereka akan menunggu hingga musim semi datang, barulah mereka melaksanakan puasa selama 50 hari berturut turut, hingga kemudian Allah menegur kebiasaan ini, dalam Al-Quran surat at Taubah ayat 37 allah berfirman yang artinya,

"Sesungguhnya mengundur undurkan bulan itu haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang orang yang kafir dengan mengundur undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dari mengharamkannya pada tahun yang lain agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang di haramkan Allah.

     Asal mula puasa Ramadhan

   Pada awal mula ajaran islam yang dibawakan oleh baginda rasulullah beliau selalu mengerjakan puasa selama tiga hari berturut turut, Rasulullah mengerjakan apa yang telah  diperintahkan oleh Allah, dan ia puasanya mengikuti  orang orang terdahulu, sebagaimana diwajibkan atas nabi Nuh.  Rasulullah juga selalu mengerjakan puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dan perubahan puasa baru terjadi setelah Baginda Rasulullah hijrah ke Madinah, kemudian setelah hijrah turunlah firman Allah yang mewajibkan umat Muhammad untuk berpuasa,

    "Hai orang orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barang siapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari hari yang lain, dan wajib bagi orang orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebaikan, maka itulah yang lebih baik baginya, dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (QS.Al-Baqarah 183 184)


   Nah, ketika ayat ini diturunkan siapa yang hendak berpuasa maka ia akan berpuasa tapi kalau mereka tidak sanggup berpuasa maka mereka akan membayar fidyah sebagai mana yang tersebut dalam ayat tersebut, Puasa yang dilakukan oleh para sahabat Rasul pada masa itu bukanlah sebuah kewajiban fardhu 'ain, melainkan semacam pilihan kewajiban diantara dua pilihan. Dan setelah beberapa waktu berjalan turunlah firman Allah yang selanjutnya yang menjelaskan tentang puasa yang sebenarnya, dan kewajiban untuk melakukan puasa,

    "Beberapa hari yang ditentukan itu ialah, bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) karena itu barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya)di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari hari yang lain, Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur" (QS.Al-Baqarah 185)

   Setelah turunnya ayat tersebut, maka sudah sangat jelas kalau puasa sudah menjadi kewajiban bagi umat Nabi Muhammad, dalam ayat tersebut juga Allah menerangkan kalau kepada orang orang yang berhalangan, Allah memberi keringanan kepada orang orang yang sakit dan orang orang yang berpergian, tapi dengan syarat orang orang tersebut akan berpuasa di hari yang lain sebanyak hari yang tertinggal dalam ia berpuasa di bulan ramadhan, atau dengan syarat yang lainnya yaitu dengan membayar fidyah, dan biasanya fidyah ini sering berlaku bagi orang orang yang lanjut usia yang tidak sanggup lagi berpuasa,

   Dari sinilah asal mula puasa Ramadhan bagi umat islam, serta tata cara menjalankannya, demikianlah penjelasan singkat tentang asal mula puasa Ramadhan.

Tag : Fiqh Ibadah
Back To Top