Hukum membaca qunut pada shalat subuh



     Di era sekarang ini masih banyak terjadi perdebatan antara boleh dan tidaknya membaca doa qunut di dalam shalat shubuh, hal ini di picu oleh perdebatan yang tidak berujung, karena sama sama mempertahankan prinsip masing masing. Padahal seperti yang kita ketahui bahwasanya Rasulullah telah melakukannya jauh sebelum kita melakukannya. Tidak ada seorang ulama pun yang dalam keilmuannya mengharamkan (membit'ahkan) membaca doa qunut di dalam shalat subuh. Sebetulnya masalah membaca doa qunut di dalam shalat shubuh sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Tapi masih ada saja di zaman sekarang yang mengatakan membaca doa qunut adalah perbuatan bid'ah. Dan orang orang seperti ini biasanya ketika bermakmum kepada imam yang membaca qunut enggan untuk mengamini ketika imam membaca doa qunut. Inilah penjelasan singkat tentang hukum membaca do'a qunut di dalam shalat subuh;

     Membaca doa qunut hukumnya adalah sunnah


   Rasulullah SAW selalu membaca doa qunut di setiap shalat subuh, begitu pula yang dilakukan oleh khalifah Umar bin Khatab yang membaca doa qunut di setiap shalat subuh, bahkan dihadapan para sahabat agar menjadi contoh bahwasanya apa yang ia lakukan adalah mengikuti pekerjaan yang telah dilakakukan oleh Rasulullah. Dalam mazhab imam Syafie membaca doa qunut di dalam shalat subuh hukumnya adalah sunat. Ini adalah pendapat terbanyak dari para ulama salaf yang berpegang pada ahlulsunah, bahkan jauh sebelum para ulama para sahabat Rasulullah juga berpendapat bahwa membaca doa qunut di dalam shalat subuh hukumnya adalah sunat. Para sahabat Rasulullah yang berpendapat seperti itu adalah Umar bi Khatab, Abu Bakar, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Ke empat para sahabat tadi berpendapat yang sama tentang hukum membaca doa qunut di dalam shalat subuh.

   Di dalam mazhab imam Syafie para pengikutnya sudah sepakat bahwa membaca doa qunut hukumnya adalah sunat, Doa ini dilakukan saat i'tidal rakaat kedua di dalam shalat subuh. Dalam mazhab imam Syafie disunatkan membaca doa qunut pada shalat subuh, dan apabila kita lupa melakukannya maka dapat diganti dengan sujud sahwi. Dengan hukum inilah mayoritas para ulama salaf dan orang orang yang sesudah mereka yang mengikuti apa yang imam Syafie lakukan. Banyak ulama tabi'in yang setelah mereka berpedapat demikian.

   Dalam kitab Al-Um jilid 1 imam Syafie berkata yang dapat di artikan,
"Tak ada qunut dalam shalat yang lima waktu kecuali shalat subuh, kecuali jika terjadi bencana maka boleh qunut pada semua shalat jika imam menyukainya"

   Apakah semua  setuju seperti pendapat yang di atas tadi ternyata TIDAK.. ada orang orang yang menolak untuk melakukan qunut shalat subuh. Dalam sebuah majelis pengajian saya bertanya pada seorang ustad, "mengapa ada orang orang yang bilang kalau qunut di shalat subuh adalah bid'ah"?
Lalu ustad tadi menjawab,
"Bahwasanya Rasulullah SAW melakukan qunut selama satu bulan setelah rukuk sambil mendoakan kecelakaan kepada suku arab, tapi kemudian Rasulullah meninggalkanya" (hr Bukhari-Muslim)
Hadis tersebut shahih karena terdapat dalam kitab imam Bukhari dan imam Muslim, tapi yang jadi permasalahan di sini adalah kata dari kemudian Rasulullah meninggalkan.

   Apa yang ditinggalkan oleh Rasulullah, apakah beliau meninggalkan qunut? ataukah meninggalkan berdoa untuk kecelakaan kepada kaum arab pada waktu itu? inilah yang harus kita perhatikan dari kata meninggalkannya, Maka maksudnya adalah, meninggalkan berdoa untuk keburukan dan kecelakaan atas orang orang kafir itu. dan meninggalkan laknat bagi mereka saja, dan bukan meninggalkan doa qunut, jadi sekali lagi, bukan meninggalkan doa qunut. tapi meninggalkan untuk tidak berdoa atas keburukan terhadap suku arab tadi. Penafsiran ini harus diluruskan karena hadis di atas tadi sahih, "senantiasa Rasulullah qunut di dalam shalat subuh hingga beliau meninggal dunia" diriwayatkan oleh imam Baihaqi bahwasanya beliau berkata yang maksudnya, "hanyalah yang ditinggalkan oleh Rasulullah adalah melaknat" dalam tafsiran tersebut dijelaskan oleh Abu Hurairah yang mengartikan maksudnya, "kemudian Rasulullah meninggalkan doa kecelakaan ke atas mereka"

   Tapi mengapa ada juga orang orang yang menolak melakukan doa qunut,serta menyertakan hadis masing masing, yang di antaranya hadist dari saad bin Thariq yang juga bernama Abu Malik Al-Asja'i,

Dari Abu Malik Al-Asja'i, beliau berkata, Aku pernah bertanya pada ayahku, Wahai ayahku sesungguhnya engkau pernah shalat di belakang Raslullah dan para sahabatnya seperti Abu Bakar, Usman, Umar dan Ali, Disini di kufah selama kurang lebih dari lima tahun, adakah mereka melakukan qunut? lalu ayahnya menjawab, "Wahai anakku, itu adalah bid'ah" diriwayatkan oleh tarmizi. lalu bagaimana kita menjawabnya? Kalau benar Saad bin Thariq berkata begitu maka sungguh sangat mengherankan, karena hadis hadis tentang Nabi dan Khulafaul Rasyidin yang melakukan doa qunut sangat banyak, bahkan ada di dalam kitab al-Bukhari, al-Muslim, Ibnu Majah,  Abu Daut dan Baihaki.

   Oleh karena itu ucapan Saad bin Thariq tersebut tidaklah di akui, dan tidak terpakai di dalam mazhab Syafie dan juga mazhab Maliki. Hal itu disebabkan oleh karena beribu ribu orang telah melihat Rasulullah melakukan doa qunut begitu pula sahabat baginda Rasulullah. Padahal hanya Thariq saja yang mengatakan kalau qunut itu adalah pekerjaan bidaah. Maka dalam hal ini berlaku kaidah ushul fiqh yaitu, orang yang menetapkan lebih di dahulukan atas orang yang menafikan. Sahabat Rasulullah yaitu Sayyidina Umar bekata, "Telah sah dan tetap bahwasanya Nabi Muhammad SAW melakukan doa qunut dalam shalat subuh, telah tetap pula bahwa Rasulullah ada qunut sesudah rukuk, telah tetap pula bahwa Rasulullah ada melakukan qunut Nazilah, dan para khalifah di Madinah pun melakukan qunut serta Sayyidina Umar mengatakan bahwa qunut itu sunat, telah pula diamalkan di Masjid Madinah, oleh itu janganlah kamu lihat dan jangan pula ambil perhatian terhadap ucapan yang lain daripada itu"

    Dari penjelasan penjelasan di atas sudah sangat jelas bahwasanya Rasulullah melakukan qunut di setiap shalat subuh, dan Rasulullah bukannya meninggalkan qunut, tapi meninggalkan daripada mendoakan yang tidak baik kepada orang orang arab pada masa itu, jadi masalah qunut pada shalat subuh sudah tidak perlu di perdebatkan lagi,

     Itulah penjelasan tentang hukum membaca qunut pada shalat subuh, jadi sekali lagi, kita tak perlu memperdebatkan tentang bid'ah tentang qunut di dalam shalat.
Back To Top