hukum riba menurut islam

   Riba adalah suatu dosa besar, yang mana perbuatan ini cukup banyak terjadi era sekarang ini, tapi semua menutup mata seolah tak ingin mengerti dan tau soal ini. Bahkan orang orang ramai mendambakan pekerjaan ini, tak mau tau akan dosa yang harus ditanggung kelak ketika sudah meninggal, yang penting hidup di dunia bisa senang. Riba yang dalam bahasa berarti "Tambahan atau meminta lebih", Secara detil lagi adalah meminta tambahan lebih dari apa yang sudah di pinjamkan atau dihutangkan kepada seseorang dari nilai awal, baik itu dari segi jual beli atau hutang piutang. Semisal si fulan A meminta pinjaman  kepada si fulan B, lalu si fulan B mengatakan boleh, asalkan si fulan A mau membayarkan hutangnya dengan sekian persen dari apa yang telah si fulan A pinjamkan.

   Hukum riba menurut islam dijelaskan dalam Al-Qur'an. Dalam surat al-baqarah Allah berfirman, yang artinya,
"Orang orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila, keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Allah telah menghalalkan perniagaan (jual beli) dan mengharamkan riba, Orang orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti, (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datangnya larangan), dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang orang itu adalah penghuni penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang senantiasa berbuat kekafiran/ingkar, dan selalu berbuat dosa. Sesungguhnya orang orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya, Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati, hai orang orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum di pungut) jika kamu orang orang yang beriman, Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya" (QS. AL-BAQARAH, 275-279)

   Ada 2 macam riba


Secara umum riba itu terbagi dalam 2 kelompok. yaitu

1. Riba yang berbentuk Utang Piutang


Dalam utang piutang ada dua macam riba

  • Riba Qardh, yaitu sejumlah kelebihan tertentu yang diminta oleh pihak yang memberi pinjaman terhadap yang menerima pinjaman, hal ini berlaku bagi si peminjam ketika akan mengembalikannya. Seumpama si A bersedia memberi pinjaman kepada si B sebesar Rp.1.000.000, asalkan dengan syarat si A ketika melunasinya nanti dengan angka Rp 1.100.000.seperti inilah yang dikatakan kelebihan tertentu.
  • Riba Jahiliyah, yaitu utang dibayar lebih dari pokoknya, hal ini dikarenakan sipeminjam tidak sanggup membayar hutangnya tepat waktu, lalu yang memberi pinjaman menambah jangka waktu pengembalian, asalkan yang meminjam tadi bersedia membayar lebih dari yang telah ia pinjamkan, sehingga hutangnya menjadi berlipat.

2. Riba dalam bentuk transaksi jual beli

 

   Di dalam hukum transaksi jual beli seringkali terdapat riba, dan orang orang sering mengabaikannya, dan inilah 2 macam riba yang sering terjadi dalam jual beli

  • Riba fadhi, yaitu jual beli dengan cara tukar barang sejenis namun dengan takaran yang berbeda dengan tujuan mencari keuntungan. 
  • Riba Nasi'ah, yaitu riba yang terjadi karena adanya pembayaran yang tertunda pada transaksi jual beli dengan tukar menukar barang baik untuk suatu jenis atau berlainan jenis dengan menunda penyerahannya salah satu barang yang di tukarkan atas keduanya. 

    Lantas mengapa masih banyak orang yang senang melakukan riba, disadari atau tidak praktik riba di dalam masyarakat sudah sangat banyak terjadi, orang orang sudah tidak menghiraukan lagi yang namanya dosa. Orang orang mencari uang dengan bermacam cara, yang namanya uang akan dicari walaupun penuh dengan dosa. Salah satunya adalah bunga bank, bunga bank adalah keuntungan yang di ambil oleh pihak bank, biasanya ini ditetapkan dengan persentase, misalnya 1%-10%, yang berbentuk dalam jangka yang ditetapkan mulai dari bulanan atau tahunan, dan ini tergantung dari jumlah pinjaman yang di berikan kepada nasabah. Bunga bank ini biasanya digunakan oleh bank bank konvensional, sedangkan bank bank syariah mengusung istilah bagi hasil.


   Ijma' ulama tentang bunga bank


   Hukum riba menurut islam banyak terdapat ijma' dari para ulama. Menurut pendapat para ulama yang telah ijma', bahwasanya bunga bank adalah haram sama dengan riba, walaupun ada juga sebagian para ulama yang mengatakan bahwa bunga bank itu tidak haram dan memperbolehkannya. Tapi bagi seorang muslim yang taat, tentu akan lebih baik jika kita menghindari dan menjauhi dari praktik riba bank konvensional yang di haramkan oleh para ulama. Yusuf Qhardhawi termasuk salah satu ulama moderat yang mengharamkan praktik bunga bank, karena bunga bank adalah riba, tapi beliau menghalalkan sejumlah produk layanan bank yang tidak ada kaitannya dengan riba. semisal mentransfer sejumlah uang ke rekening lainnya. itulah sedikit penjelasan tentang hukum riba menurut islam.
Tag : Tauhid
Back To Top