Rukun haji dan hal yang wajib di dalam haji

     Melaksanakan ibadah haji adalah rukun islam yang kelima, dan bagi yang sudah mampu wajib melakukannya, yang dimaksud dengan mampu di sini adalah orang orang yang sudah mempunyai dan kelebihan di dalam hartanya, maka ia wajib melaksanakan ibadah haji. Di dalam melaksanakan ibadah haji ada syarat syarat yang mesti di jalankan, dan berhaji mempunyai rukun rukun yang harus di kerjakan. di samping rukun ada hal hal yang diwajibkan dalam berhaji, berikut penjelasannya,



     

     Rukun rukun haji


1. Niat.


Niat adalah hal utama yang harus dilakukan, karena segala sesuatu itu diawali dengan niat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,
"Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya"
Maka dari itu niat adalah hal yang utama dalam segala hal, termasuk dalam menjalankan ibadah haji.

2. Wukuf di Arafah


Wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji yang mengharuskan jamaah haji hadir dan berada di sekitar Arafah, baik itu dalam keadaan tidur atau bangun, berkendara atau tidak. Waktu wukuf itu di mulai dari tanggal 9 dzulhijjah saat mulai tergelincirnya matahari sampai terbitnya matahari pada tanggal 10 dzulhijjah, wukuf wajib dilakukan oleh semua orang yang mengerjakan ibadah haji. Wukuf di Arafah menggambarkan akan kehidupan kita kelak di padang mahsyar, dimana pada saat itu semua manusia sama semua di mata Allah SWT, tak ada yang membedakannya. hanya ibadah dan amal perbuatan semasa ia hidup di dunia yang menjadi pembeda diantara mereka. Dan Rasulullah bersabda sebagaimana diriwayatkan,
"Dari Abdurahman bin Yamar, bahwa penduduk dari Najed datang kepada Rasulullah SAW di Arafah dan bertanya kepadanya. Lalu Rasulullah SAW menyuruh seseorang berseru, Haji adalah Arafah, barang siapa datang (di Arafah) di malam jama' (muzhalifah) sebelum terbit fajar maka ia memperoleh haji"(hr-Abu Daud)

3. Bermalam di Muzhalifah


Muzdalifah adalah tempat jamaah haji di perintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah pada malam hari. Bermalam di Muzdalifah hukumnya wajib, maka siapa saji yang meninggalkannya diharuskan untuk membayar dam, di anjurkan untuk mengikuti jejak Rasulullah, bermalam hingga memasuki waktu subuh kemudian berhenti hingga terbit fajar.

4, Tawaf (berjalan mengelilingi Ka'bah)


Tawaf adalah kegiatan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali, Tawaf adalah rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan, tawaf hanya dilakukan di masjidil haram. Dikatakan bahwa, selagi masih ada orang yang melaksanakan tawaf, maka kiamat tidak akan terjadi. hari kiamat baru akan terjadi manakala sudah tidak ada seorangpun yang tawaf mengelilingi ka'bah. Tawaf pada lahirnya mengelilingi ka'bah, tetapi pada hakikatnya kita mengelilingi yang punya bangunan itu, yaitu Rabbul Bait yang Maha Agung.

5. Sa'i


Sa'i adalah berjalan kaki dari Safa ke Marwah dan sebaliknya sebanyak tujuh kali yang berakhir di Marwah. Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu kali dan juga dari Marwah ke Safa juga dihitung satu kali. Dengan selesainya tujuh kali lintasan itu maka jamaah haji telah menyelesaikan dua hal yakni tawaf qudum dan Sa'i. Adapun persyaratan bersuci dari hadas besar maupun kecil ketika mengerjakan Sa'i hukumnya Mustahab (dianjurkan) dan bukan wajib seperti dalam mengerjakan tawaf. Dan ini semua sesuai dengan firman Allah SWT,
"Kerjakanlah Sa'i, sesungguhnya Allah telah mewajibkan Sa'i atas kalian"



Yang diwajibkan dalam haji

 

1. Berihram,


Ihram adalah niat mulai mengerjakan ibadah haji atau umrah, Dalam ihram ada yang namanya pakaian ihram, yaitu pakaian yang di pakai oleh orang yang melakukan ibadah haji dan umrah dengan ketentuan, para jamaah pria memakai dua helai kain yang tidak boleh ada jahitan, satu di selendangkan kebahu dan satu disarungkan menutupi pusar dan lutut. Sebelum melaksanakan ihram disunatkan untuk melakukan beberapa hal seperti mandi, memakai wangi wangian, menyisir rambut dan memotong kuku.

2. Bermalam di Mina


Bermalam di Mina pada malam hari Tasyrik menurut sebagian besar mazhab Syafie dan mazhab Maliki dan sebagian ulama adalah wajib, Bagi jemaah haji yang tidak melaksanakannya dikenakan DAM, (yaitu membayar denda satu ekar kambing)

3. Melempar jumrah


Melakukan lempar jumrah adalah sebuah kegiatan yang merupakan bagian dari ibadah haji. Para jemaah melemparkan batu batu kecil ketiga tiang yang berada dalam suatu tempat bernama komplek jembatan jumrah di kota Mina yang terletak di dekat kota Mekah. Para jamaah mengumpulkan batu batu tersebut di sekitar Muzdalifah, tidak di syaratkan untuk mencuci batu tersebut. batu yang digunakan cukup seukuran ujung jari. Adapun cara melontar tujuh batu pada hari id, yaitu jumrah Aqabah saja. Sedangkan pada hari hari tasyrik maka sebanyak 21 batu setiap hari, masing masing 7 lemparan untu jumrah Ula, 7 lemparan untuk Jumrah Wustha dan 7 lemparan untuk Jumrah Aqabah. Dan di sunatkan setelah melempar jumrah Ula berdiri di arah kanan tempat melontar dengan menghadap kiblat seraya berdoa. sehabis melempar Jumrah Wustha disunatkan berdiri di samping kiri tempat melontar dengan menghadap kiblat dan berdoa kepada Allah, tapi sehabis melontar Jumrah Aqabah tidak di sunatkan berdiri di sampingnya karena Rasulullah setelah melempar jumrah Aqabah tidak berdiri di sampingnya.

4. Mencukur rambut

Mencukur rambut sebagian atau menggundulinya adalah salah satu yang wajib. kalau ditanya mana yang lebih afdal, tentu mencukur seluruhnya lebih utama, Dalam sebuah riwayat Rasulullah bersabda, Dari Ibnu Umar ra Rasulullah SAW bersabda,
"Ya Allah, rahmatilah orang orang yang menggunduli kepalanya (dalam haji)" sebagian sahabat bertanya, "Bagaimana dengan mereka yang hanya mencukur sebagian rambutnya, ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Ya Allah, rahmatilah orang orang yang mencukur sebagian rambutnya." (hr Bukhari). Dalam mazhab Syafie mencukur sebagian rambut termasuk ke dalam rukun haji, di mana ibadah haji menjadi tidak sah tanpa ritual tersebut, bahkan tidak bisa di ganti dengan membayar dam

5. Tawah wada'


Tawaf wada' adalah tugas terakhir dalam melaksanakan ibadah haji maupun dalam ibadah umrah, bagi jamaah haji yang belum melakukannya tidak diperbolehkan meninggalkan Mekah, karena hukumnya adalah wajib, dan apabila tidak mengerjakannya maka wajib membayar Dam, dan bila sudah mengerjakannya tidak diperbolehkan lagi tinggal di Masjidil haram. Jika jamaah sudah keluar dari Masjidil haram maka hendaklah segera pergi sebab kalau kembali lagi maka harus mengulangi Tawaf Wada'

Demikianlah penjelasan singkat tentang rukun haji dan hal yang diwajibkan dalam haji.


Tag : Fiqh Ibadah
Back To Top