Tata cara shalat yang benar

     Shalat secara bahas berarti berdoa kepada sang pencipta manusia yaitu Allah SWT, sedangkan pengertian shalat menurut syara' adalah bacaan dan ucapan serta perbuatan perbuatan tertentu yang di mulai dengan takbiratul ihram dan di akhiri dengan salam. Shalat fardhu lima waktu adalah hal yang paling utama yang akan di periksa kelak ketika manusia menghadap kepada sang pencipta. Maka apabila baik shalatnya maka segala amalan yang lainnya akan mengikuti. Tapi jika shalatnya tidak benar atau malah tiada shalat sama sekali maka tiada akan berguna amalan yang lainnya. oleh karena itu maka ada baiknya kita tidak pernah meninggalkan shalat, dan lebih baik lagi kalau kita mengerjakan shalat dengan tata cara yang benar, hal ini tentu akan membuat nilai lebih di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu ada baiknya kita mengetahui tata cara shalat yang benar.


 Syarat syarat shalat

* Islam, yaitu setiap orang yang beragama islam wajib hukumnya mengerjakan shalat

* Suci dari segala hadas, yaitu hadas besar dan hadas kecil

* Suci badan, pakaian dan tempat untuk melakukan shalat

* Hendaklah menutup aurat, aurat laki laki itu antara pusar da lutut, sedangkan bagi perempuan yaitu seluruh anggota tubuh, kecuali kedua telapak tangan dan muka.

* Sudah masuk waktu shalat

* Menghadap kiblat, dan tidak sah shalat jika membelakangi kiblat

* Mengetahui mana yang yang rukun dan yang sunah

Itulah syarat syarat shalat, setelah kita mengetahui syarat syarat shalat maka setelah itu kita harus mengetahui dari rukun rukun shalat, yaitu hal hal atau perbuatan yang dilakukan dalam shalat.

Rukun shalat

1. Niat.

2. Takbiratul ihram
    Yaitu mengangkat kedua belah tangan sambil membaca Allaahu akbar, lalu membaca doa iftitah

3. Berdiri bagi yang mampu, dan boleh duduk atau berbaring bagi yang sakit

4. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap tiap rakaat.
    Mungkin bagi kita semua sudah barang tentu hafal dengan surat al-fatihah

5. Ruku' dengan tumakninah
    Ruku' dilakukan setelah selesai membaca surat Al-Fatihah, yaitu dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga dengan membaca Allaahu akbar, kemudian badan di bungkukkan, kedua tangan bertumpu pada kedua lutut dengan agak di tekan, hendaklah antara kepala dan punggung itu rata, lalu membaca "Subhaana rabbiyal 'adzimi wabihamdih" disunatkan membaca sebanyak tiga kali

6. 'Itidal
    'Itidal adalah mengangkat kedua tangan setinggi telinga dan di sunatkan membaca
"Sami'alaahu liman hamidah"
Setelah berdiri tegak lalu membaca
"Rabbana lakal hamdu mil'us samaawati wa mil'ul ardhi wamil 'umaasyi'ta min syai'in ba'du"

7. Sujud
    Ketika sujud disunatkan membaca tasbih yaitu
"Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih" disunahkan membaca sebanyak tiga kali.

8. Duduk antara dua sujud
    Setelah sujud lalu duduk sambil membaca
"Rabbighfirli warhamnii wajburnii warfa'ni warzuqnii wahdinii wa'afinii wa'fu 'annii"

9. Duduk tasyahud akhir.
    Pada saat duduk tahiyatul akhir usahakan pantat menempel pada alas shalat, dan kaki kiri dimasukkan kebawah kaki kanan.

10. Membaca tasyahud akhir
      Bacaan tahiyatul akhir sama seperti pada tahiyatul awal hanya saja pada bacaan tahiyatul akhir di tambah dengan bacaan  "Wa 'alaa aali sayyidina muhammad"

11. Menbaca shalawat nabi saat tasyahud akhir

12. Memberi salam
      Hendaklah memberi salam terlebih dahulu ke sebelah kanan dengan memalingkan wajah sambil mengucapkan, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

13. Tertib, yaitu mengerjakannya dengan cara berurutan


Hal hal yang membatalkan shalat

1. Lupa mengerjakan di antara salah satu rukun.
2. Terkena najis
3. Terbuka auratnya.
4. Berbicara dengan sengaja.
5. Mengubah niat, semisal ingin memutuskan shalat
6. Makan atau minum
7. Tertawa dengan suara yang keras
8. Tidak menghadap kiblat.
9. Mendahului imam bagi yang shalat berjamaah.
10. Murtad
11. Menambah rukun atau rakaat.
12. Bergerak berturut turut sebanyak tiga kali


Waktu waktu shalat

SUBUH

Shalat subuh dimulai dari terbit fajar hingga menjelang terbitnya matahari, dan setelah shalat subuh tidak lagi diperbolehkan untuk mengerjakan shalat apapun hingga matahari agak meninggi, yaitu sekitar pukul 09.00 pagi. Setelah itu baru di perbolehkan lagi untuk mengerjakan shalat, karena sudah masuk waktu shalat sunah dhuha.

DHUHUR

Shalat dhuhur dilaksanakan ketika matahari mulai bergeser kebarat (tergelincir kebarat), hal ini merupakan kesepakatan para ulama. waktu shalat dhuhur adalah ketika telah tergelincir matahari, hingga sebelum memasuki waktu ashar yang di tandai dengan ukuran bayangan sama panjang dengan tinggi benda tertentu.

ASHAR

Waktu datangnya shalat Ashar dapat ditandai dengan ukuran bayangan telah melebihi dari tingginya, dan waktu shalat ashar berakhir hingga matahari mulai tenggelam yang di tandai dengan warna langit yang agak kuning kemerah merahan yang mana pada waktu itu telah datang waktunya shalat magrib.

MAGRIB

Waktu shalat magrib ditandai dengan tenggelamnya matahari hingga benar benar tenggelam sempurna. waktu untuk melaksanakan shalat magrib sangat singkat, maka amat sangat kita untuk menyegerakan untuk mengerjakannya. waktu shalat magrib ditandai dengan telah hilangnya warna kuning tadi dan telah hilang dengan sepenuhnya, ini menurut pendapat para ulama termasuk imam syafie. sangat disunahkan menyegerakan shalat magrib

'ISYA

Para ulama telah sepakat bahwa waktu datangnya shalat isya di tandai dengan telah hilangnya warna merah di langit, waktu berakhirnya shalat isya menurut pendapat imam syafie adalah hingga sepertiga malam hingga sebelum terbitnya fajar.


Tata cara shalat yang benar

Berdiri tegak serta menghadap kiblat disertai dengan niat shalat yang akan kita kerjakan, misalnya saja shalat subuh, setelah itu mengangkat kedua tangan seraya mengucapkan "Allahu akbar" serta kedua belah tangan disedekapkan pada dada lalu membaca doa iftitah:

Selesai membaca doa iftitah diwajibkan membaca surat Al-Fatihah, dan selesai itu disunahkan membaca surat surat pendek,

RUKU', mengangkat kedua tangan setinggi telinga serta mengucapkan "Allahu akbar" lalu badan membungkuk dengan kedua tangan menekan lutut, serta antara kepala dan punggung harus sama rata, dilanjutkan dengan membaca "Subhaana rabbiyal 'adhiimii wa bihamdih" disunahkan membaca sebanyak tiga kali.

I'TIDAL, dilakukan setelah ruku', bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga serta membaca "Sami'allaahu liman hamidah" serta membaca "Rabbanaa lakal=hamdu mil'us samaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil'u maa syita min syai'in ba'du"

SUJUD, kedua tangan bertumpu pada lantai dan dahi menyentuh alas shalat serta di sunahkan membaca "Subhaana rabbiyal-a'laa wa bi hamdih" dibaca sebanyak tiga kali.

DUDUK ANTARA DUA SUJUD, setelah sujud lalu duduk serta mambaca "Rabbigfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'afinii wa'fu 'annii"

DUDUK TAHIYAT AWAL, Pada rakaat kedua kalau shalat itu tiga atau empat rakaat, maka pada rakaat kedua kita duduk tahiyat awal serta membaca tahiyat awal, duduk tahiyat awal dilakukan dengan cara kaki tegak berdiri serta telapak kaki kiri di duduki, lalu membaca tahiyat awal,
"At-tahiyyatuul mubaaraakatush-shalawatuth thayyibaatulillah, As-salamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, as-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shalihiin, Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah, Allahumma shalli 'alaasayyidina muhammad"

TAHIYAT AKHIR, bacaan tahiyat akhir adalah bacaan tahiyat awal yang ditambah dengan shalawat atas nabi Muhammad dengan lafaz
"Wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad"
Didalam tahiyat akhir disunahkan membaca shlawat ibrahimiyah dengan lafaz
"Kamaa shallaita 'alaa sayyidina ibrahim wa 'alaa aali sayyidina ibrahiim wa baarik 'alaa sayyidina Muhammad wa 'alaa aali sayyidina Muhammad, Kamaa baarakta 'alaa sayyidina ibrahiim wa 'alaa aali sayyidina ibrahiim fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid"

SALAM, setelah selesai membaca tahiyat akhir maka memberi salam dengan menoleh ke kanan terlebih dahulu seraya membaca
"As-salaamu 'alaikum wa rahmatullaah" dan disunahkan sekali lagi menoleh ke kiri sambil membaca bacaan yang sama pada salam yang pertama.


Demikianlah tata cara shalat yang benar dan waktu shalat menurut para ulama,
Back To Top