kelebihan dan keutamaan puasa

     Puasa adalah ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada kita selaku hamba-Nya. Oleh karena itu tugas kita adalah menjalankan apa yang telah Allah perintahkan kepada kita, dan setiap pekerjaan yang di perintahkan oleh Allah tentu akan ada balasannya. Ibadah puasa yang diperintahkan dan diwajibkan bagi kita umat islam tentu juga Allah akan memberi balasannya, yaitu pahala yang berlipat bagi yang mengerjakannya, dan akan mendapat laknat bagi yang meninggalkannya. Puasa di bulan ramadhan itu memiliki keistimewaan tersendiri dibanding dengan amalan yang lainnya. Amalan yang lain akan kembali untuk manusia yang di lipat gandakan menjadi 10 kebaikan. Namun tidak untuk amalan puasa, amalan yang ini Allah khususkan untuk diri-Nya, sehingga pahala puasa bisa tak terhingga pahalanya. Dalam sebuah hadis di riwayatkan, Rasulullah SAW bersabda

     "Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipat gandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman yang artinya, "Kecuali amalan puasa, amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku, Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya, Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada bau minyak kasturi" (hr, Bukhari dan Muslim)

      Dan sesungguhnya orang orang yang mengerjakan puasa akan mendapat kedudukan yang istimewa di sisi Allah SWT, Dan diantara keutamaan puasa adalah 

1. Puasa bisa menghalang dari siksa api neraka, hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya, "Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa api neraka" (hr, Ahmad)

2. Memberikan syafaat bagi yang mengerjakannya, Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, "Puasa dan Al-Qur'an itu akan memberi syafa'at kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti, puasa akan berkata, "Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa'at kepadanya" Dan Al-Qur'an pun berkata, "Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa'at kepadanya", dan Rasulullah bersabda, "Maka syafa'at keduanya diperkenankan" (hr, Ahmad)

3. Orang yang mengerjakan puasa Ramadhan akan mendapat pengampunan dosa dari Allah, Hal ini dijelaskan dengan sabda Rasulullah 
"Barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni oleh Allah" (hr, Bukhari) 

     Banyak sekali kelebihan puasa, dan itu semua diterangkan baik melalui Al-Qur'an serta hadis hadis Rasulullah yang salah satunya sebagaimana yang di riwayatkan oleh imam Muslim dan Bukhari,
"Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan ar-rayyan, orang orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. tidak dibolehkan seorangpun memasukinya selain mereka, lalu ia berkata, "Dimana orang orang yang berpuasa? Merekapun bangkit, tidak ada seorangpun yang masuk kecuali dari mereka, ketika mereka telah masuk, pintunya ditutup dan tidak seorangpun masuk lagi"

     Abu Umamah Al-Bahili pernah bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, tunjukan kepadaku suatu amalan yang Allah dapat memberi manfaat kepadaku dengan-Nya" dan Rasulullah menjawab, "Hendaknya kamu berpuasa, karena puasa itu tidak ada tandingan (pahala)-nya" (hr-Nasa'i)

     Ibadah puasa memang berbeda dengan ibadah yang lainnya, lalu mengapa Allah mengkhususkan ibadah puasa untuk-Nya?

    Bahwa puasa tidak dapat menimbulkan riya sebagaimana ibadah yang lainnya, Al-Qurtuby rahimatullah berkata, "Ketika amalan amalan yang lain dapat terserang penyakit riya, maka puasa tidak ada yang dapat mengetahui amalan tersebut kecuali Allah, maka Allah sandarkan puasa kepada diri-Nya. Tak ada yang mengetahui seseorang itu, apakah ia berpuasa atau tidak, hanya Allah saja yang tahu, maka dari itu dikatakan puasa itu tidak menimbulkan riya, karena ia tak dapat dilihat dengan kasat mata. semua ibadah terlihat amalannya, dan sedikit sekali yang selamat dari godaan (terkadang sedikit bercampur dengan riya) berbeda dengan puasa.

     Maksud dari ungkapan "Aku yang akan membalasnya" bahwasanya hanya Allah yang tahu kadar puasa seseorang itu. dan Allah yang akan melipat gandakan amalan serta pahala puasa seorang hamba. Dan Allah sendiri yang akan memberi pahala tanpa batasan.Sungguh sangat banyak kelebihan dan keutamaan dari puasa.
 
Back To Top