Pesan Malaikt Jibril kepada nabi Muhammad

     Malaikat di ciptakan oleh Allah dalam jumlah yang banyak sekali, ribuan jumlah malaikat yang mempunyai tugas masing masing. Di antara sekian banyak jumlah malaikat kita hanya diwajibkan untuk mengetahui 10 saja nama malaikat tersebut. Kita selaku umat islam tentu sudah tidak asing mendengar nama malaikat Jibril, dia adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para Rasul. Wahyu yang disampaikan oleh malaikat Jibril adalah perintah langsung dari Allah SWT yang harus disampaikannya kepada para Rasul, Wahyu itu adalah pedoman hidup bagi umat manusia yang berlaku sepanjang zaman. Contohnya adalah kitab suci Al-Qur'an, yang disampaikan Jibril kepada nabi M uhammad SAW. Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah yang harus kita amalkan sebagai pedoman hidup kita di dunia.

     Dalam menyampaikan wahyu tersebut, malaikat Jibril pernah berpesan kepada Rasulullah SAW, pesan pesan itu merupakan nasihat bagi Rasulullah dan untuk para umatnya yang berlaku sepanjang masa hingga sampai dengan hari ini. Pesa n pesan itu dapat kita renungkan sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

"Jibril mendatangiku lalu berkata, "Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesuka hatimu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya" Lalu malaikat Jibril melanjutkan pesannya, "Wahai Muhammad, kemulian seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam) dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia"

     Sekarang marilah kita renungkan dari pesan pesan yang disampaikan Malaikat Jibril itu kepada Rasulullah SAW.


     Pesan yang pertama.


Hiduplah di dunia ini sesuka hatimu, dan ketahuilah bahwa suatu saat nanti kamu pasti akan mati, yang bermakna hidup di dunia tidaklah selamanya, akan ada batas akhir dari perjalanan hidup seorang manusia. karena itu selagi nafas kita masih ada persiapkan bekal kita untuk melakukan amalan yang akan kita bawa nanti di akhirat. Pergunakan waktu kita hidup di dunia, karena dunia ini hanya bersifat sementara. dunia ini ibarat sebuah bahtera yang sedang berlabuh, yang mana pada saatnya tiba ia akan berangkat meninggalkan kita. Maka persiapkan amal kita sebanyak banyaknya.

"Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang orang yang usahanya dibalas dengan baik" (QS-Al-Isra-18-19)


     Pesan yang kedua.


Cintailah apa saja yang engkau cintai, tapi ketahuilah suatu saat apa yang engkau cintai akan berpisah denganmu, mencintai segala sesuatu yang ada di dunia ini ada batasnya, cinta kepada harta, berapa banyak harta yang mau kita kumpulkan, pada hakikatnya jika saatnya tiba kita akan berpisah dengannya. Maka cintailah itu sewajarnya saja, dan jangan melebihi cinta kita kepada Allah SWT, sebagaimana hadis Rasulullah,

"Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya selain kepada keduanya, cinta seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakkan ke dalam api neraka" (hr-Bukhari-Muslim)

     Ketika kita mati hanya sehelai kain yang akan kita bawa, ya, kain itu yang akan menjadi pembungkus kita, tak ada lagi selimut mahal yang mungkin pernah kita pakai sewaktu kita hidup di dunia. istri atau suami serta anak anak yang dahulu sangat kita sayangi dan kita cintai akan berpisah dengan kita, hanya amalan yang akan kita bawa, apakah itu baik atau buruk. Berapa banyak orang yang tidak peduli dengan hal ini, orang orang sering mencintai itu dengan cara yang berlebihan, tanpa menyadari suatu saat semua itu akan berpisah dengan kita. rumah mewah, mobil dan segala yang kita pakai dahulu tak akan bisa kita bawa ke alam kubur. Maka dari itu, cintailah apa yang yang ada di dunia ini dengan sewajarnya saja, tapi cintailah amalan yang baik baik itu tanpa batas, karena hanya itu yang tak akan pernah berpisah dengan kita, dialah yang akan menjadi pendamping kita selamanya sampai kita dengan ajal menjemput kita.


    Pesan yang ketiga.


Berbuatlah sesuka hatimu, tapi ketahuilah segala apa yang engkau lakukan di dunia ini pasti akan dibalas sesuai apa yang engkau lakukan. Ini sesuai dengan firman Allah yang artinya,

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah pun niscaya dia akan melihat balasannya pula" (QS-Az-Zalzalah, 7)

Berbuatlah sesuka hati kita, dan ketahuilah bahwa suatu hari nanti segala sesuatu yang pernah kita lakukan akan di minta pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Karena itu berbuatlah yang terbaik selagi kita masih diberikan kesempatan hidup, janganlah berbuat yang tidak bermanfaat, tapi teruslah untuk berbuat amalan amalan yang bisa mendatangkan pahala. karena itu akan membantu kita ketika menghadap kepada Allah SWT,

"Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah"(QS-An-Nisaa, 123)


     Pesan yang ke empat.


Mulianya seorang mukmin di sisi Allah yaitu dikarenakan ia selalu shalat tahajud malam hari. Allah sangat memuliakan orang orang yang melakukan dan mengerjakan shalat tahajud di malam hari, karena seseorang yang melakukan shalat tahajud di waktu malam hari, itu dikarenakan waktu yang sangat makbul untuk di kabulkan permintaan doa, di mana pada saat saat itu para malaikat turun ke bumi serta membawa rahmat bagi orang orang yang melakukan ibadah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman,

"Lumbung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo'a kepada rabb-Nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang di sembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan" (QS-As-Sajdah, 16-17).


     Pesan yang kelima.


Ketahuilah bahwa mulia dan terhormatnya seseorang manusia itu adalah ia merasa cukup, yaitu tidak meminta minta kepada manusia yang lainnya. Manusia yang terhormat itu adalah ia yang tidak meminta minta kepada manusia yang lainnya, Cobalah untuk merasa cukup dan bersyukur apa yang telah diberikan oleh Allah, senantiasa kita akan selalu merasa cukup dalam segala kebutuhan, janganlah menghinakan diri kita dengan menjadi peminta minta. Karena seperti kata kata pepatah, sesungguhnya tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Tentu kita sering mendengar perkataan seperti itu.
Back To Top