ayat Al Qur'an tentang hawa nafsu

    Dalam kehidupan sehari hari kita tentu sudah sering mendengar dengan istilah Hawa Nafsu. Dan sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT yang menciptakan manusia dan kemudian memberinya dengan hawa nafsu, Hanya satu golongan mahkluk ciptaan-Nya yang tidak diberikan hawa nafsu, yaitu Malaikat. Hawa nafsu di satu sisi mempunyai peranan yang baik bagi manusia, karena dengan hawa nafsu manusia mempunyai semangat di dalam hidupnya. Contohnya saja, nafsu untuk makan yang kita lakukan setiap saat. Lalu bagaimana kalau nafsu hilang, mungkin kita tidak akan lagi selera untuk makan, dan selanjutnya yang terjadi adalah kita akan menjadi sakit, tentu ini akan menyusahkan kita juga.

  Di satu sisi hawa nafsu memang memberi manfaat bagi manusia, dengan hawa nafsu kita melakukan segala sesuatu, dan yang harus kita ingat adalah, kita harus bisa mengendalikan hawa nafsu. Nafsu itu sangat berfungsi pada manusia, contoh kecilnya adalah, kita makan dan minum dengan adanya nafsu. lalu kalau nafsu itu tidak ada pada manusia, maka bisa di bilang kita ini bukan manusia. tapi sekali lagi, kitalah yang harus mengendalikan nafsu, jangan sampai hawa nafsu yang akan mengendalikan kita. Di dalam ayat Al-Qur'an banyak sekali terdapat ayat yang menerangkan tentang hawa nafsu, dan berikut beberapa hadis dan ayat tentang hawa nafsu yang diantaranya,

   Ayat Al Qur'an tentang hawa nafsu juga diterangkan dalam kitab suci Al-Qur'an sebagaimana firman Allah yang berbunyi,  

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada "syahwat" (apa apa yang diingini) yaitu, wanita wanita, anak anak, harta yang banyak dari emas, perak, kuda pilihan, binatang binatang ternak dan sawah ladang. itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)" (QS. Ali-Imran. 14)

   Sesuai dengan namanya, hawa nafsu paling banyak menyebabkan manusia terjatuh dari derajat yang tinggi ke tempat yang hina, ini semua karena ia tidak sanggup mengendalikan hawa nafsunya. Orang orang yang memperturutkan hawa nafsu akan hancur, kalah dan dihinakan oleh Allah SWT, serta akan di geluti rasa putus asa. maka orang orang yang seperti ini sungguh sangat disayangkan.

"Dan adapun orang orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan jiwanya dari keinginan hawa nafsunya , maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)" (QS. Al-Nazi'at.40-41).

   Maka dari itu untuk membentengi diri dari hawa nafsu, kita harus membekali iman dengan selalu beribadah dan bertaqwa kepada Allah SWT.

 "Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang orang yang dhalim" (QS. Al-Qashash).

   "Hai ahli kitab! Janganlah kamu berlebih lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus" (QS. Al-Maidah-5)

   Orang orang yang mengikuti hawa nafsu tidak akan mementingkan agamanya dan tidak mendahulukan keridhaan dari Allah, dia akan menjadikan hawa nafsunya sebagai tolok ukur.Orang yang mengikuti hawa nafsunya telah dibuat buta dan tuli oleh hawa nafsunya. sehingga ia tidak bisa memperhatikan dan melaksanakan apa yang menjadi hak Allah dan Rasul-Nya. Mengikuti hawa nafsu akan menyeret orang tersebut kepada kesesatan dan kerusakan.

   Untuk meraih kemenangan dan keselamatan orang orang yang mengikuti hawa nafsu harus mengontrol dirinya dengan rasa takut kepada Allah SWT,  sehingga akan menghentikannya dari mengikuti hawa nafsu, dan juga harus dibarengi ilmu serta memperbanyak istigfar kepada Allah. jika rasa takut kepada Allah telah tertanam di hati kita maka dengan sendirinya kita akan bisa mengendalikan hawa nafsu.

   "Orang yang berjihad sejati adalah orang yang memerangi hawa nafsunya karena Allah" (hr. Ahmad).

 Ayat Al Qur'an tentang hawa nafsu yang lainnya juga terdapat di dalam Al Qur'an surat Al-Jatsiyat yang mana Allah berfirman,

 "Apakah kau pernah orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai illah (Tuhan), Allah membiarkannya tersesat dalam kesadarannya. Allah telah mengunci pendengaran dan qalbunya serta menutup pandangannya, Maka siapa yang mampu menuntunnya ketika Allah telah menyesatkannya, tidakkah kalian ingat" (qs. Al-Jatsiyah. 23)

   "Dan diantara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat sahabat nabi) "apakah yang dikatakannya tadi? Mereka itulah orang orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka" (qs. Muhammad-16)

   "Katakanlah, "Sesungguhnya aku dilarang menyembah yang kamu sembah selain Allah" katakanlah "Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang orang yang mendapat petunjuk" (QS. Al-An'aam-56)

   "Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya. padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya, dan sesungguhnya kebanyakan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan, sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui orang orang yang melampaui batas" (QS. Al-An'aam)

Demikianlah beberapa ayat Al-Qur'an tentang hawa nafsu. semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Tag : Tauhid
Back To Top