kisah nabi Syua'ib

   Nabi Syua'ib adalah salah satu Rasul yang di utus oleh Allah untuk kaum Madyan. Madyan sendiri terletak di jazirah Arab, tepatnya di daerah Syiria. Penduduk di daerah Madyan paling banyak dihuni oleh orang orang kafir, mereka ini menyembah patung yang mereka kenal dengan nama Aikah, yaitu patung yang terletak di sebuah padang pasir. Penduduk Madyan hampir semuanya menyembah patung ini. Oleh karena itu Allah SWT memerintahkan kepada nabi Syua'ib untuk menyeru kepada penduduk Madyan untuk segera bertaubat dan kembali kepada jalan kebenaran.



"Dan kepada (penduduk) Madyan (kami utus) saudara mereka Syua'ib, ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali kali tiada Tuhan bagimu selain Dia" (QS. Hud-84)

   Kisah Nabi Syua'ib yang selalu berdakwah dan memberikan bimbingan kepada kaum itu untuk meninggalkan perbuatan syirik tersebut. Di dalam urusan perniagaan penduduk Madyan juga sering berlaku curang. mereka suka mengurangi timbangan, dan mengurangi takarannya. Mereka menghalalkan segala cara dalam hal mengumpulkan kekayaan. Dalam kesehariannya nabi Syua'ib terus melakukan dakwah serta mengarahkan penduduk Madyan untuk segera bertaubat kepada Allah, agar mereka mendapat rahmat dan hidayah, tetapi mereka dengan sombongnya tidak mempedulikan seruan dari nabi Syua'ib.

   Dengan penuh kesabaran beliau terus melakukan dakwahnya tanpa pernah merasa bosan, dan terus berusaha mengajak kaumnya untuk meninggalkan menyembah berhala, karena itu adalah perbuatan syirik, tapi penduduk Madyan dengan angkuhnya malah menertawakan ajakan nabi syua'ib. Kisah nabi Syua'ib banyak dijelaskan di dalam Al-Qur'an, yang salah satunya sebagaimana firman Allah,

"Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus dan benar. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan, dan bertaqwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat umat yang dahulu". (QS Asy-Asyu'ara. 181-184)

   Kisah nabi Syua'ib banyak terdapat dalam Al-Qur'an. Ayat yang di atas sangat jelas ditujukan kepada kaum nabi Syua'ib yang sangat suka mengurangi timbangan serta mengurangi timbangan dalam urusan melakukan perniagaan. Begitu parahnya kelakuan mereka hingga Allah menurunkan ayat tersebut untuk memperingatkan mereka, tetapi penduduk Madyan tak pernah menghiraukannya. Tetapi nabi SYua'ib tidak pernah berputus asa dalam melakukan dakwahnya, serta tidak pernah berhenti untuk menyeru agar mereka kembali kepada jalan yang benar. Beliau selalu menerangkan kepada kaumnya agar berhenti menyembah berhala, karena berhala itu hanyalah benda mati dan tidak akan dapat membantu mereka, itu adalah perbuatan syirik yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Tapi penduduk Madyan malah terus mengejek dan mencela nabi Syuaib, bahkan mereka dengan lantang mengatakan,
"Hai Syua'ib, apakah kamu yang meminta kami untuk meninggalkan agama nenek moyang kami? Padahal kamu adalah orang yang sangat pintar dan santun" Perkataan tersebut dibalas oleh nabi Syua'ib dengan jawaban yang lemah lembut, dan beliau pun mengatakan,
"Sesungguhnya aku hanya bermaksud mendatangkan kebaikan kepada kalian, aku hanya menjalankan dan melakukan petunjuk dari Allah, karena hanya kepada Allah kita semua akan kembali"
Jawaban tersebut malah ditertawakan oleh mereka, dan tetap tidak mau menerima ajakan dari nabi Syua'ib, hanya sedikit sekali dari golongan tersebut yang mau beriman kepada Allah, selebihnya malah semakin ingkar kepada Allah. Dakwah serta syiar yang di serukan oleh nabi Syua'ib tidak dihiraukan oleh mereka. ketika diterangkan tentang dahsyatnya azab dari Allah mereka malah menantang nabi Syua'ib, mereka meminta agar azab itu segera didatangkan. Penduduk Madyan menganggap semua perkataan nabi Syua'ib hanya sebagai senda gurau saja. Sungguh kaum ini benar benar telah hilang rasa waras.

"Dan takkala datang azab kami, Kami selamatkan syua'ib dan orang orang yang beriman bersama sama dengan dia dengan rahmat dari kami, dan orang orang lalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan dirumahnya. seolah olah mereka belum pernah berdiam ditempat itu. Ingatlah, kebinasaan bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa" (QS. Hud. 94-95)

   Kisah Nabi Syua'ib terus bejalan hingga setelah beberapa hari lamanya maka turunlah azab yang pertama, Allah SWT menurunkan kemarau dengan udara yang sangat panas, Sebentar bentar mereka merasa haus, bibir mereka kering, tenggorokan bagai terbakar, padahal mereka telah meminum banyak air, tetapi tidak dapat menghilangkan rasa haus yang mereka alami. Kulit ditubuh mereka terkelupas seperti terbakar, setelah itu semua berlalu Allah menurunkan gumpalan gumpalan awan hitam di atas kepala mereka, dan dibarengi dengan kilat serta halilintar dengan suara yang menggelegar, bumi berguncang dengan hebatnya, tanah tanah terbelah dengan sendirinya, dan dalam seketika seluruh penduduk Madyan yang ingkar mati, hanya orang orang yang beriman yang diselamatkan oleh Allah. Kejadian ini di jelaskan dalam Al-Qur'an dengan firman Allah,

"Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat mayat yang bergelimpangan di dalam rumah rumah mereka, yaitu orang orang yang mendustakan nabi Syua'ib seolah olah mereka belum pernah berdiam di kota itu. orang orang yang mendustakan Syua'ib, mereka itulah orang orang yang merugi" (QS. Al-A'raaf. 91-92)

   Demikianlah sedikit kisah nabi syua'ib, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua
Tag : Tauhid
Back To Top