mengapa Allah tidak membinasakan kaum yahudi

   Para pembaca sekalian, membicarakan tentang yahudi kita semua mungkin akan langsung tertuju pada salah satu negara yang ada di Timur Tengah, yaitu Israel. Ya negara ini dikenal dengan sebutan zionis, israel sebagai mana yang kita ketahui sangat brutal dalam membasmi bangsa Palestina, bahkan mereka sampai mau menutup masjid Al-Aqsa yang ada di Jerussalem, yaitu sebuah kota suci bagi umat islam dan khususnya rakyat Palestina. Rentetan kejahatan, kelicikan, penjajahan , penjarahan serta sifat keras kepala sudah melekat dan mendarah daging dalam diri bangsa yang di laknat oleh Allah, bahkan di dalam Al-Qur'an Allah menerangkan dengan firman-Nya.

   "Dan telah kami tetapkan terhadap bani israil dalam kitab itu. "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar" (QS. Al-Isra. 4)

   Dari ayat di atas sudah sangat jelas apa yang telah Allah katakan, dan sampai sekarang kita bisa melihat bagaimana bangsa israel atau kaum yahudi begitu gencar dalam memerangi kaum muslim yang tepatnya adalah bangsa Palestina. Tiada hari tanpa pertumpahan darah antara kedua negara ini. Bahkan kelakuan dari bangsa yahudi sudah di ambang batas, mereka mulai mencaplok wilayah Palestina untuk dijadikan pemukiman mereka. Di masa Rasulullah bangsa yahudi paling suka membantah ajakan Rasulullah, kita bisa mendengar dari ceramah ceramah betapa keras hati mereka, keangkuhan dan kebencian mereka terhadap agama islam, dan mereka tidak akan pernah berhenti membenci orang islam sampai kapan pun. Memang musuh agama islam itu bukan hanya orang yahudi saja, bahkan orang islam sendiri bisa menjadi musuh dalam selimut, yaitu orang orang yang munafik, tapi bangsa yahudi lebih parah di atas segala-galanya. Karena mereka dengan jelas jelas menebarkan permusuhan terhadap umat islam, dan ini juga di terangkan dalam Al-Qur'an,

"Sesungguhnya kamu dapati orang orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang orang yang beriman ialah orang orang yahudi dan orang orang musyrik" (QS. Al-Maidah. 82).

"Orang orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah senang kepadamu, hingga kamu mengikuti ajaran mereka" (QS. Al-Baqarah. 120).

   Dari firman Allah tersebut dapat kita pahami, bahwasanya kaum yahudi ini sampai sekarang masih tersisa, Allah sengaja tidak melenyapkan mereka, karena kaum yahudi lah yang tersisa sebagai tempat jihad yang terakhir bagi umat islam. Itulah mengapa Allah tidak membinasakan kaum yahudi, merekalah tempat bagi umat islam berjihad.

   Lihatlah sekarang apa yang terjadi, segala yang sudah diperingatkan Allah pasti akan terjadi, tidak ada satu pun yang meleset seperti apa yang telah Allah katakan dengan firman-Nya. Tidak henti hentinya kaum zionis israel melakukan permusuhan dengan orang islam, mereka menjadikan alasan orang orang islam telah menyerang mereka, dan hal itu di jadikan alasan mereka untuk membela negaranya, dan balik menyerang rakyat Palestina. Bahkan Amerika Serikat yang jadi patrner nya israel malah menuduh para pejuang Hamas yang telah menyerang israel, dan Amerika malah mendukung israel dalam membalas serangannya. Amerika dan Israel menuduh para pejuang Hamas dengan sebutan Teroris, padahal jika dilihat fakta, maka merekalah yang paling cocok jadi teroris berbahaya di dunia. Lihat saja, bagaimana campur tangan Amerika di Irak, negara Irak di obrak abrik dengan tuduhan senjata kimia, padahal semua tuduhan itu tidak dapat di buktikan sampai dengan sekarang. Berapa banyak rakyat Irak yang telah menjadi korban dari kelicikan serdadu Amerika.

   Bangsa atau kaum yahudi memang benar benar telah dilaknat oleh Allah SWT, para yahudi tidak segan segan membunuh, jangankan penduduk Palestina, Rasul yang di utus kepada mereka pun ikut dibunuh. Dan tentu kita sebagai umat islam tentu tahu siapa yang dibunuh oleh kaum yahudi, Nabi Zakariya dan Nabi Yahya adalah dua utusan Allah yang menjadi kebiadaban dari kaum yahudi.

Ada kisah menarik sebelum Nabi Muhammad SAW di utus oleh Allah, para ahli kitab terdahulu telah mengetahui akan datangnya sesudah nabi Isa seorang rasul yang terakhir yang akan menjadi pemimpin bagi seluruh umat. Hal ini diterangkan dalam Al-Qur'an dengan firman-Nya,

"Ingatlah ketika Isa ibnu Maryam berkata, "Hai bani israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelum ku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudah ku yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka takkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti bukti yang nyata mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata" (QS, As-Shaf. 6).

Dalam ayat Al-Qur'an yang lainnya Allah berfirman, yang terdapat dalam surat Al-A'raf ayat 157,

"yaitu orang orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban beban dan belenggu belenggu yang ada pada mereka, maka orang orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang di turunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang orang yang beriman"

Asal mula kaum Israil
   Para kaum ini (israil) dan ahli kitab pada masa itu juga mengetahui bahwasanya nabi terakhir itu akan datang dari daerah yang banyak memiliki tumbuh tumbuhan (pohon kurma). Oleh karena alasan itu para kaum yahudi ini memilih untuk pergi dari daerah asalnya menuju kota Madinah, dahulu para kaum yahudi tinggal di daerah Syam. Mereka berbondong bondong datang untuk menyambut datang nya nabi yang dikatakan oleh para ahli kitab tersebut. Pada dasarnya kaum yahudi berasal dari kaum ibrani, namun setelah mereka pindah ke Madinah dan Mekah, kaum ibrani ini mulai beradaptasi dengan masyarakat Arab. para kaum yahudi tersebut mulai mengikuti gaya hidup orang orang Arab seperti cara berpakaian, bahasa dan kebudayaan dari bangsa Arab. Bahkan sampai terjadi hubungan pernikahan dengan bangsa Arab, akan tetapi mereka masih tetap menjaga fanatisme dan tidak berbaur penuh dengan masyarakat setempat, dan mereka dengan sombongnya masih membanggakan diri sebagai keturunan bangsa israil. dan sampai sekarang pun watak mereka masih sama saja, bahkan bisa dikatakan lebih parah lagi.

   Kaum yahudi memang benar benar keterlaluan, dikarenakan kaum yahudi telah memiliki kitab taurat, mereka merasa diri paling sempurna dan merasa diri lebih berperadaban dari penduduk Arab. Dan dalam sebuah riwayat orang orang yahudi berdoa kepada Allah

   "Ya Allah, utuslah nabi yang telah disebutkan kisahnya dalam kitab Taurat ini, sehingga kami bisa menghukum orang orang yang musyrik itu dan membantai mereka" (Tafsir Ibnu Katsir)

   Bisa kita pahami, bagaimana cara mereka berdoa, itu menunjukkan sifat sombong dari mereka. doa doa dari kaum yahudi itu Allah terangkan di dalam Al-Qur'an,

   "Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon kedatangan nabi untuk mendapat kemenangan atas orang orang kafir" (QS. Al-Baqarah. 89)

   Akan tetapi harapan mereka ternyata jauh seperti apa yang mereka inginkan. Kaum yahudi yang berharap agar nabi yang terakhir diutuskan dari kaum mereka ternyata lahir dan di utuskan dari bangsa Arab yaitu suku Quraisy. Hal ini memupuskan harapan mereka yang telah lama mereka idamkan, hingga menimbulkan rasa iri dengki terhadap orang orang Arab. hingga rasa iri tersebut sampai pada puncaknya, yang menyebabkan para kaum yahudi tersebut kufur dan mengingkari nabi yang terakhir. Para ahli kitab di masa itu merasa iri dan dengki terhadap ajaran yang dibawakan oleh Rasulullah SAW, dan kejadian ini Allah terangkan di dalam Al-Qur'an sebagaimana firman-Nya,

   "Ketika telah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya, laknat Allah atas orang orang yang ingkar itu. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah di turunkan Allah, karena dengki mengapa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya" (QS. Al-Baqarah-89-90).

Mengapa Allah tidak membinasakan kaum yahudi

   Tapi para yahudi sudah terjerumus ke dalam sifat sifat iblis, di mana makin hari rasa iri dan dengki kepada Nabi Muhammad SAW makin menjadi jadi. Disebabkan rasa iri tersebut, para ahli kitab dari kaum yahudi berusaha untuk memurtadkan kaum muslimin dengan caranya. hal ini sebagaimana firman Allah,

   "Sebagian dari ahli kitab menginginkan agar mereka dapat menjadikan kalian kembali kafir setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran" (QS.Al-Baqarah. 109)

   Sejak dahulu Al-Quran telah menjelaskan tentang kebobrokan dari kaum yahudi, hingga sampai sekarang kita masih bisa melihat bagaimana para yahudi memutar balikkan fakta. Lalu kenapa Allah tidak membinasakan saja orang orang yahudi tersebut sebagaimana Allah telah menghancurkan kaum Tsamud, Madyan, Fir'un dan kaum kaum yang telah ingkar di masa lalu. Ketika suatu hari ada seorang pemuda yang bertanya pada seorang ulama. "Saya ingin bertanya, yahudi itu kan banyak sekali membuat kerusakan di muka bumi, kenapa Allah tidak membinasakan saja mereka seperti apa yang telah Allah lakukan terhadap umat umat yang terdahulu." Dengan di iringi senyuman ulama tersebut menjawab.
 "Bagi Allah mudah saja untuk menghancurkan suatu kaum, hanya dengan mengutus seorang malaikat saja, maka dengan sekali tepukan saja maka kaum tersebut akan binasa semua, lalu kalau Allah membinasakan kaum Yahudi, apa yang akan tersisa untuk kalian, kaum yahudi lah tempat kalian untuk berjihad, karena tidak ada lagi kaum yang paling durhaka di muka bumi ini selain mereka." Dan memang dapat kita pahami, andai saja israel (yahudi) tidak ada mungkin umat islam tidak akan bisa lagi melakukan jihad dalam membela agama Allah. mungkin itulah mengapa Allah tidak membinasakan bangsa yahudi dari muka bumi ini, tapi yakinlah, masa itu akan datang.

Wallahu a'lam bissawab.

Tag : Tauhid
Back To Top