Akibat dari perbuatan maksiat

   Dunia semakin hari semakin tua, waktu terus saja bergulir. Tetapi manusia semakin sering lupa atas segala perbuatannya. Kalau melupakan perbuatan yang baik, semisal kita telah menolong orang, itu memang sangat baik, karena kita tidak mengharap balas budi dari orang yang kita tolong, tetapi kita mengharap balasannya dari Allah. Lalu apakah ketika kita berbuat maksiat kita akan melupakannya juga. Melupakan segala perbuatan maksiat yang kita lakukan akan semakin menjauhkan kita dari mengingat kepada Allah, sehingga akan membuat kita lupa untuk bertaubat. Nah, kalau ini sudah terjadi maka akan berdampak bagi kita sendiri, Semakin banyak perbuatan maksiat yang kita lakukan akan semakin memperburuk diri kita di hadapan Allah. Perbuatan maksiat yang kita lakukan akan berimbas pada diri si pelaku. Dan tahukah pembaca sekalian, apa yang ditimbulkan dari berbuat maksiat, berikut ini beberapa akibat dari perbuatan maksiat yang kita lakukan,

   Dapat menghalangi rezeki

Semakin banyak dosa yang kita lakukan, maka semakin jauh pula rezeki bagi kita. Rezeki menjadi semakin sulit untuk di dapat, tetapi kebutuhan semakin banyak. Perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seseorang hanya akan berakibat buruk pada rezekinya. Orang yang suka maksiat selalu merasa akan kekurangan, tidak pernah merasa cukup, rezekinya pun sempit. ada saja yang menghalanginya untuk mendapatkan rezeki itu. Hanya dengan beribadah dan taat kepada Allah jalan satu satunya untuk mendapatkan rezeki, karena sesungguhnya rezeki itu datangnya dari Allah, Dialah yang Maha Pemberi segalanya. Dalam hadis Rasulullah bersabda,

"Sesungguhnya roh al Qudus telah datang kepadaku memberi tahu bahwa seseorang itu tidak akan mati selagi tidak sempurna rezeki Allah kepadanya. Maka takutlah kepada Allah, dan berusahalah dengan baik, dan lambatnya datang sesuatu rezeki itu jangan menjadi pendorong kepada kamu untuk melakukan usaha mencari rezeki berbentuk maksiat, karena sesungguhnya rezeki Allah tidak akan dapat di peroleh melainkan dengan cara ketaatan"(HR. Ibnu Majah dan at Thabrani)

   Maksiat menghalangi manusia untuk taat

Perbuatan maksiat akan menghalangi pelakunya untuk taat kepada Allah, sehingga semakin banyaknya maksiat yang dilakukannya semakin sulit baginya untuk taat kepada Allah. Ia hanya akan disibukkan dan di lalaikan oleh maksiatnya. sehingga tidak dapat memikirkan lagi untuk taat kepada Sang Maha Pencipta. Yahya bin Abi Katsir berkata,

"Tidak ada perkara yang dilakukan seorang hamba untuk memuliakan dirinya menyamai ketaatan kepada Allah, dan tidak ada sesuatu yang dilakukan seorang hamba yang bisa merendahkan dirinya menyamai kemaksiatan kepada Allah"

   Hilangnya keberkahan

Rezeki itu datangnya dari Allah, tetapi kadang kadang dengan melimpahnya harta masih juga kita kekurangan, sepertinya tidak pernah cukup akan kebutuhan yang kita perlukan. Keberkahan sepertinya telah hilang dari kita. Ini adalah teguran dari Allah kepada orang orang yang melakukan maksiat. Allah berfirman,

 وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


"Jikalau sekiranya penduduk negeri negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi"(QS.al-'Araf. 96)

"Dan sesungguhnya, jika Aku ditaati pasti Aku akan ridha, Jika Aku telah ridha pasti Aku akan memberikan keberkahan. Dan keberkahan-Ku itu akan menimpa umat setelah umat yang lain" hadis Qudsi diriwayatkan oleh Ibnu Hatim.

   Menggelapkan hati.

Hati orang orang yang melakukan perbuatan maksiat akan tertutup untuk beribadah kepada Allah. Ini karena orang yang melakukan perbuatan maksiat, hatinya telah tertutup oleh perbuatan maksiat yang dilakukannya, hati orang orang yang melakukan maksiat hanya akan ingat pada perbuatan maksiat itu.

"Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan di dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya, itulah yang di istilahkan "ar-raan" yang Allah sebutkan dalam firman-Nya. "Sekali kali tidak (demikian)sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka"(hr. Tarmidzi)

   Menghalangi ilmu

Akibat dari perbuatan maksiat akan menghalangi ilmunya. Ilmu itu ibarat cahaya yang dapat menerangi diri dari si empunya ilmu, dan dia dapat juga menerangi ilmunya kepada orang lain. Maka janganlah di padamkan dengan perbuatan maksiat. Bagi orang orang yang melakukan perbuatan maksiat kan membuat ilmu yang ada pada dirinya menjadi tidak berguna, karena dia malas untuk membagikannya pada orang lain. Ini dikarenakan ia sibuk dengan berbuat maksiat. Suatu ketika Imam Malik berkata kepada Imam Syafie,
"Wahai anakku, sepertinya aku melihat Allah telah menyiratkan cahaya di dalam hatimu, maka janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan perbuatan maksiat"

   Maksiat dapat menyulitkan urusan

Perbuatan maksiat hanya akan menyulitkan segala urusan bagi pelakunya, urusan dunia saja susah apalagi urusan akhirat, yang tentunya kita akan berhadapan langsung dengan Allah SWT, di mana pada hari itu segala perbuatan yang kita lakukan semasa hidup di dunia harus di pertanggungjawabkan. Maksiat akan menjadi suatu penyebab dari sulitnya dalam suatu urusan di dunia dan akhirat. Akibat dari perbuatan maksiat hanya akan menyulitkan segala urusan kita, tinggalkanlah dan segera bertaubat kepada Allah SWT.

   Dapat menjauhkan dengan orang lain

Bagi orang yang gemar melakukan perbuatan maksiat banyak yang dikucilkan oleh orang ramai. Kita kasih satu contoh saja, orang yang suka mabuk, Kebanyakan orang mabuk itu akan menjauh dari khayalak ramai. Ketika seorang pemabuk itu tidak mau berhenti dari perbuatannya, maka maki lama ia semakin jauh dari orang lain. Begitu juga dengan perbuatan maksiat yang lainnya, perampok, tukang korupsi, pencuri atau pun pelaku zina, kita tentu malas berkawan dengan orang orang seperti itu.

   Penyebab lemahnya hati

Perbuatan maksiat juga akan berpengaruh pada hati nurani pelakunya, seseorang yang yang melakukan perbuatan maksiat, hatinya telah dirasuki oleh iblis. Contohnya, kita sering mendengar atau membaca di koran, bagaimana seorang perampok yang tega membunuh korbannya, Itu karena orang orang yang seperti ini telah buta mata hatinya. Mereka tidak lagi memiliki rasa iba, ini semua karena perbuatan maksiat yang mungkin telah mereka lakukan berulang kali.

   Dapat menimbulkan kehinaan pada pelakunya

Kehinaan tidak datang dengan sendirinya, tetapi ia lebih disebabkan oleh perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seseorang. Kemaksiatan itulah yang akan mendatangkan kehinaan. Sebagaimana firman Allah,

"Dan barang siapa yang dihinakan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki"(QS. Al-Hajj. 18)

   Dilaknat oleh Rasulullah

Akibat dari perbuatan maksiat akan dilaknat oleh Rasulullah. Sebagaimana kita tahu bahwasanya Rasulullah sangat mencintai umatnya, malah ketika beliau wafat kata kata terakhir yang keluar dari mulutnya adalah, "Umatku-umatku-umatku" begitulah beliau, yang mengharapkan semua umatnya bisa bersama dengannya kelak di surga. Tetapi sesungguhnya Rasulullah sangat melaknat umatnya yang melakukan perbuatan maksiat. Orang orang yang melakukan maksiat tidak akan mendapat syafaat dari Rasulullah.

   Maksiat mendatangkan azab

Kalau yang ini semua umat islam pastilah tahu, segala perbuatan maksiat akan dibalas oleh Allah dengan siksaan-Nya, di dunia saja kita akan di azab, satu orang yang berbuat maksiat, maka semua orang akan kena dampaknya, dalam al-qur'an Allah berfirman,

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)"(QS. Asy-Syura. 30)

   Maksiat menghilangkan rasa malu

Lihatlah para koruptor, mereka sudah tidak punya lagi rasa malu, mereka mengambil dan menggelapkan harta negara untuk dijadikan miliknya. Itu semua dari perbuatannya, ketika rasa malu sudah tidak ada lagi dalam dirinya, maka makin lama ia semakin menjadi jadi dalam melakukan perbuatan maksiatnya. Rasulullah bersabda
"Malu itu merupakan kebaikan seluruhnya, jika kamu tidak merasa malu, berbuatlah sesukamu"(HR.Bukhari)

Itulah sebagian kecil beberapa akibat dari perbuatan maksiat yang dilakukan oleh manusia, di dunia saja kita sudah melarat, apalagi nanti di akhirat, semua perbuatan yang telah kita lakukan semasa hidup di dunia harus kita pertanggungjawabkan, tinggalkanlah maksiat dan bertaubatlah selagi kita masih diberi umur oleh Allah, semoga kita menjadi umat Rasulullah yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Tag : Siksaan
Back To Top