cara mendidik anak yang baik dengan kata kata

   Anak adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dengan baik, karena ia adalah titipan. Maka sebaik baik orang tua adalah yang bisa menjaga anaknya dan membesarkannya serta mendidiknya menjadi anak yang taat kepada Allah dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Tidak semua orang tua berhasil mendidik anak anaknya, maka dari itu islam mengajarkan kepada setiap umatnya, bagaimana cara mendidik anak yang baik. Setiap orang tua pastilah senang jika melihat anaknya ketika besar nanti menjadi orang yang berguna bagi kedua orang tuanya. Mendidik anak itu butuh proses yang sangat panjang, tidak mudah seperti membalik telapak tangan. Ada tahap tahap yang harus dilalui menurut umur dari si anak. Kata kata dari orang itu akan sangat berpengaruh pada kepribadian si anak. Ada kata kata yang semestinya tidak boleh di ucapkan oleh seorang ibu maupun ayahnya.

   Setiap kata kata yang keluar dari seorang ibu atau ayah ibarat sebuah do'a. Sering seringlah berkata yang baik baik terhadap anak kita, karena anak anak itu ibarat selembar kertas putih yang belum ada tulisannya, apa yang sering kita ucapkan itulah yang serung teringat di dalam otaknya. Jika kedua orang tua berhasil mendidik anaknya maka ia telah selamat dunia dan akhirat, anak yang shaleh adalah dambaan setiap orang tua, merekalah yang akan mendo'akan kedua ibu bapaknya, dan do'a anak yang shaleh akan dikabulkan oleh Allah, karena do'a seorang anak kepada orang tuanya tidak terhalang dengan apa pun. Khalifah Umar bin Khatab berkata, "Didiklah anak anakmu, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu". Allah SWT berfirman,

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar benar kedhaliman yang besar. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang bertambah tambah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka kuberitakan apa yang telah kamu kerjakan. (Luqman berkata), "Hai anakku, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya) sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal hal yang diwajiban (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang sombong lagi membanggakan diri.(QS. Luqman. 13-18)

   Cara mendidik anak tidak melulu dengan menyekolahkan dia, banyak orang tua yang berfikir kalau anak anak yang sekolah tinggi akan menjamin dia jadi anak yang baik. Padahal bukan cuma itu caranya, ada yang lebih utama dari itu, yaitu pendidikan yang di terima sang anak di rumah bersama orang tuanya. Ada kata kata yang harus jadi pantangan dari ayah atau ibunya. Hal ini akan berdampak bagi perkembangan  dan psikologis anak kita. Berikut ini beberapa kata kata yang harus dihindari oleh orang tua terhadap anak anaknya,

   Jangan berkata yang negatif terhadap anak

   Ada banyak sekali perkataan dan pernyataan yang negatif yang sering dikatakan oleh ayah maupun ibu dari si anak. Sehingga anak anak bukan bertambah semangat, tapi malah menjatuhkan mentalnya. Seringkali orang tua mengatakan pada anak anaknya dengan kata kata yang tidak baik, contohnya, "Dasar pemalas" Dasar anak bodoh" "Kamu tuli ya" Apalagi jika keluar kata kata yang sangat menyakitkan semisal, "Dasar anak kurang ajar" Kamu anak bajingan". Tentunya kata kata itu sangat menyakitkan hati dari anak anak kita. Hindarilah kata kata tersebut, masih banyak kata kata yang lebih baik yang bisa menenangkan hati si anak. Kalau seandainya anak berbuat salah kita masih bisa mengatakan, "Jangan, itu tidak baik, jangan diulangi lagi ya" Kata kata itu lebih baik, dan si anak akan mengeti, bahwa uang dilakukannya tadi adalah perbuatan yang tidak baik,. Jangan langsung memvonis si anak.

   Jangan membanding bandingkan anak

Bagi orang tua yang memiliki lebih dari satu anak, hendaklah tidak membandingkan antara adik dengan kakak, atau kakak dengan adik, hal ini tidak baik bagi si anak. Kalau orang tua sering membandingkan anak anaknya, maka akan timbul rasa iri di dalam hati anak anak kita, bisa bisa anak yang satu akan mindel kepada kakak atau pun adiknya. Ketika orang tua membanding bandingkan anaknya hanya akan membuat anak bertambah bingung dan jadi kurang percaya diri. Dan yang lebih parah dia bisa saja membenci orang tuanya sendiri, tentu ini sangat tidak kita harapkan. Ada cara yang lebih baik dalam mendidik anak kita dengan tidak membanding bandingkan dia.

Kita pasti pernah mendengar seorang ibu atau pun ayah yang mengatakan perbandingan, contohnya, "Itu saja kamu tak bisa, lihat adikmu, ia kok bisa, padahal kamu kan lebih besar dari dia". Perbandingan yang seperti ini terkadang sangat menyakitkan hati dari si anak, kita saja yang tidak bisa membaca perasaannya. Hindarilah mengatakan yang demikian, kan lebih baik memberi motivasi kepadanya dengan mengatakan, "Mari ayah bantu, mana yang tidak bisa" Kata kata seperti itu akan membuat anak lebih bersemangat. karena ada yang mau peduli sama dia.

   Tidak berlebihan dalam memberi pujian pada anak

   Mendidik anak yang baik tidaklah dengan memberi pujian yang berlebihan kepadanya. Ketika anak kita menjadi yang terbaik di sekolahnya, misalnya saja ia jadi juara di kelasnya, janganlah terlalu berlebihan dalam memujinya. Karena memberi pujian yang berlebihan berdampak tidak baik bagi si anak. Janganlah memuji hasil yang didapatnya, tapi pujilah hasil kerja keras dan ketekunan dia dalam belajar. Orang tua yang mengerti tentu akan tahu bagaimana yang di katakan memuji tidak berlebihan. Kalau anak anak melakukan yang biasa saja jangan sekali kali mengatakan, "Wahh anak ayah luar biasa" pada dasarnya anak anak tahu apa yang dia lakukan, ia mengerti akan apa yang dia lakukan. Pujilah sikap dan sifat anak kita, dan jangan memuji dirinya. Karena kalau kita memuji dirinya, ia akan melakukan apa saja untuk terlihat baik di hadapan orang tuanya. Seandainya ia mendapat hasil yang bagus di sekolahnya, berilah ia dengan pujian, "Alhamdulullah" ayah bangga dengan usaha kamu dalam belajar, teruslah yang lebih baik" Kata kata ini akan menjadi si anak lebih giat dalam belajar.

   Hindari kata kata, "Aku lagi sibuk"

   Namanya juga anak anak, pastilah segala sesuatu ia akan mengadu pada orang tuanya. Lantas kalau orang tuanya selalu sibuk, ke mana dia harus mengadu. Kebiasaannya seorang anak itu paling sering mengadu pada ibunya, terkadang dikarenakan sesuatu, anak akan melapor pada ibunya, tapi di satu sisi ibunya lagi sibuk, katakanlah ibunya lagi sibuk memasak, janganlah mengatakan, "kamu tidak lihat ibu lagi sibuk" kadang kadang kata kata ini keluar dari mulut ibunya yang setengah membentak anaknya. Hal ini akan membuat anak merasa tidak dihiraukan. Anak anak akan merasa tidak berguna, jika cara cara ini terus dipertahankan, kemungkinan anak anak merasa tidak ada gunanya berbicara pada ibunya.

Jika anak anak meminta kita untuk membantunya semisal mengerjakan PR nya, di satu sisi kita benar benar sibuk, kita bisa mengarahkan mereka dengan cara yang lebih baik, misalnya saja, suruh dia main main terlebih  dahulu sama adik atau kakaknya, setelah pekerjaan kita selesai panggillah anak kita untuk membantunya, itu lebih baik. karena dengan begitu tanpa kita sadari kita juga melatih dia untuk bersabar dalam menunggu. Cara ini tentu lebih baik, daripada kita harus marah marah sama anak anak kita.

   Dasar cengeng, jangan menangis

Sudah tabiatnya dari anak anak, tentunya tak pernah ada istilah seorang anak yang tidak menangis. Setiap orang tua sering kali kalau anaknya menangis akan meminta pada si anak untuk diam. Padahal menangis itu adalah emosi yang dikeluarkan oleh si anak, ia akan meluapkan emosinya dengan menangis. Maka alangkah lebih bijak jika kita bertanya pada anak, mengapa menangis. Kalau memang dia diperlakukan tidak baik oleh teman temannya kita bisa menjelaskan padanya, itu perbuatan yang tidak baik, kamu jangan seperti itu. Janganlah mengatakan kepada anak yang sedang menangis dengan kata kata, "Diam, jangan menangis", "Kok kamu cengeng banget sih". Mulai sekarang janganlah mengatakan yang seperti itu pada anak anak kita.

   Jangan memberi ancaman pada anak anak

   Seringkali orang tua memberi ancaman kepada anaknya yang berbuat kesalahan, dengan harapan anaknya akan patuh kepada orang tuanya. Padahal ancaman yang kita berikan, kalau tidak pernah kita lakukan akan membuat anak semakin berani melakukan kesalahan yang dia lakukan, mengapa bisa begitu, karena ia berfikir ancaman itu tidak ada, itu hanya menakuti mereka saja. Maka lebih baik jangan pernah mengancam anak anak dengan hukuman. Maka lebih baik kita menanyakan dan mengoreksi langsung apa kesalahannya. itu akan lebih baik, ketimbang kita menunda nunda. Malah terkadang ibunya mengancam si anak dengan kata kata, "Awas ya, nanti ibu kasih tahu sama ayah" Ini lebih parah lagi, kalau sempat ibunya lupa akan membuat si anak semakin tidak takut pada ibunya. Akan lebih baik segera mengevaluasi kesalahnnya. Itu akan membuat anak menjadi lebih tenang.

Itulah beberapa kata kata yang harus dihindari dalam mendidik anak, anak anak tidak butuh kekerasan, ia perlu perhatian dan kasih sayang. Maka peranan orang tua akan sangat berpengaruh pada kepribadian dari sang anak.
Tag : Fiqh Ibadah
Back To Top