Dosa korupsi

   Mengapa hidup ini selalu ada yang harus dicari, itu tidak lain karena manusia tidak pernah merasa cukup atas apa yang telah dimilikinya. Terkadang manusia rela mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Sifat rakus yang ada dalam diri manusia sangat sulit untuk dihilangkan. Segala macam cara di lakukan, yang lebih parah lagi, manusia telah lupa bahwa akan ada hari akhir nanti, di mana semua perbuatan dan pekerjaan kita akan diminta pertanggungjawaban. Sekecil apa pun itu, tapi bagi manusia yang tahu diri dan pandai bersyukur, maka dia akan merasa cukup atas apa yang telah diberikan oleh sang pencipta kepadanya. Tapi lihatlah sekarang, berapa banyak para sang KORUPTOR yang telah di tangkap, tapi masih saja tumbuh para koruptor yang lainnya, seakan akan tak pernah habis para bandit bandit yang mencuri uang negara itu. Apakah terlalu lemah hukum di negeri ini, sehingga tidak membuat jera para pelakunya?. Dengan tanpa rasa malu malah mereka berakting layaknya artis. seperti bangga melakukan perbuatan itu, penuh dengan senyuman ketika kamera televisi mengarah padanya. hmmm, sungguh ironis.

   Padahal mereka itu sudah digaji yang cukup besar, bahkan ada yang sampai puluhan juta, tetapi masih saja tidak merasa cukup. Sepertinya mereka ingin mengalahkan Qarun dalam mendapatkan harta. Gara gara perbuatan mereka negara menjadi bangkrut, rakyat menjadi susah, pembangunan jadi terhenti, ekonomi masyarakat menjadi hancur. Tidakkah engkau ingat akan azab dari Allah? Padahal Rasulullah telah memperingatkan umatnya akan bagaimana dosa korupsi, walaupun sedikit, sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Humaid as Saaidi, berkata dia,

   "Rasulullah telah memberi tugas kepada seorang laki laki dari kaum al-Asad yang dikenali sebagai Ibnu Lutbiyah. Ia ikut Amru dan Ibnu Abu Umar untuk urusan sedekah. Setelah kembali dari menjalankan tugasnya laki laki tersebut berkata kepada Rasulullah, "Ini untuk Anda dan ini untukku karena memang dihadiahkan kepadaku. Setelah mendengar perkataan laki laki tersebut, lalu Rasulullah berdiri di atas mimbar, lalu Rasulullah berkata, "Adakah patut seorang petugas yang aku kirim untuk mengurus suatu tugas berani berkata, ini untuk anda dan ini untukku, karena memang dihadiahkan kepadaku? Kenapa dia tidak duduk saja di rumah bapak atau ibunya (tanpa memegang jabatan apa apa) sehingga ia menunggu, apakah dia akan dihadiahi sesuatu atau tidak? Demi dzat Muhammad yang berada di tangan-Nya, tidaklah salah seorang mengambil sesuatu darinya kecuali pada hari Kiamat kelak dia akan datang dengan memikul di atas lehernya (jika yang di ambil itu se ekor unta maka) seekor unta itu akan mengeluarkan suaranya, atau seekor lembu yang melenguh atau seekor kambing yang mengembek" Kemudian Rasulullah mengangkat kedua tangannya tinggi tinggi sehingga nampak kedua ketiaknya yang putih, dan beliau bersabda, "Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikannya" sebanyak dua kali.(HR.Bukhari dan Muslim)

   Hadis yang diriwayatkan di atas menjelaskan, bagaimana Rasulullah sangat melarang umatnya dari berbuat dosa korupsi, karena itu sudah dilarang oleh Allah, menerima hadiah saja bagi yang sedang melakukan tugasnya dilarang, apalagi dengan mengambil yang bukan haknya. tetapi manusia telah dibuat lupa, karena iblis terus berupaya menggoda manusia untuk melakukan perbuatan perbuatan yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Karena iblis telah bersumpah akan menyesatkan seluruh keturunan Adam. Dosa korupsi itu sangat pedih. Orang orang yang semasa hidupnya melakukan korupsi kelak di akhirat akan memikul beban yang sangat berat. Orang orang yang korupsi nanti di hari kiamat akan datang kepada Rasulullah meminta pertolongan, tapi apa jawaban beliau, sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata, pada suatu hari Rasulullah bersama kami, beliau menceritakan tentang orang orang yang suka menipu dan khianat, lalu Rasulullah berkata,

   "Pada hari Kiamat nanti Aku akan bertemu salah seorang dari kamu datang dengan memikul seekor unta yang sedang melenguh di atas tengkuknya dan berkata, "Wahai Rasulullah, tolonglah aku" Lalu Aku menjawab, "Aku sudah tidak berwenang apa apa lagi untuk menolongmu, semua telah aku sampaikan (larangan itu) kepadamu" Pada hari kiamat nanti Aku juga akan bertemu dengan salah seorang dari kamu datang dengan memikul seekor kuda yang sedang meringkik di atas tengkuknya, dia berkata, "Ya Rasulullah, tolonglah aku" Lalu Aku katakan kepadanya, "Aku sudah tidak punya wewenang apa apa lagi untuk (menolong)mu, semuanya sudah aku sampaikan kepadamu. Kemudian pada hari kiamat nanti aku akan bertemu dengan salah seorang dari kamu datang dengan memikiul seekor kambing yang mengembek di atas tengkuknya, ia berkata, "Tolonglah aku ya Rasulullah" Lalu Aku katakan padanya, "Aku sudah tidak berwenang apa apa untuk menolongmu, semuanya sudah aku sampaikan kepadamu" Pada hari kiamat nanti aku akan bertemu salah seorang dari kalian datang dengan memikul seorang manusia yang sedang menjerit di atas tengkuknya, Lalu ia berkata, "Tolonglah aku wahai Ya Rasulullah" Lalu aku katakan kepadanya, "Aku sudah tidak berwenang apa apa untuk menolongmu, semuanya sudah Aku sampaikan kepadamu"  Dihari kiamat nanti Aku juga akan bertemu dengan salah seorang dari kalian datang dengan membawa selembar pakaian yang compang camping di atas tengkuknya seraya berkata, "Wahai Rasulullah, tolonglah aku"  Maka Aku katakan kepadanya, "Aku sudah tidak mempunyai wewenang apa apa untuk menolongmu, semuanya sudah aku sampaikan kepadamu" Begitu juga pada hari kiamat nanti, aku akan bertemu salah seorang dari kamu datang dengan memikul sejumlah harta yang terdiri dari emas dan perak di atas tengkuknya dan berkata, "Wahai Rasulullah, tolonglah aku" Maka aku katakan kepadanya, "Aku sudah tidak mempunyai wewenang untuk menolongmu, semuanya telah aku sampaikan kepadamu"(HR.Bukhari dan Muslim)

   Para tukang Korupsi akan terus menderita di hari kiamat nanti, sehingga dosa korupsi yang dilakukannya akan terus ia rasakan sampai ke dalam neraka. Apa yang di ambil di dunia yang bukan miliknya, kelak di hari kiamat, Allah akan meletakkan semua yang di ambil di atas tengkuknya, sehingga ke mana saja para tukang korupsi itu melangkah ia akan terus membawa beban tersebut sampai dengan waktu yang tidak ia ketahui. Di dunia saja sudah nampak azab bagi pelaku koruptor, jika kedapatan akan masuk penjara, tapi itu tidak seberapa, tapi penjara Allah adalah neraka dengan api yang menyala nyala. Wahai tukang korupsi, sadarlah, perbuatanmu sungguh sangat terkutuk, engkau telah memakan yang bukan hakmu. sungguh biadab engkau, kembalikan harta yang engkau ambil dengan cara korupsi, ingat olehmu, apa yang engkau lakukan di dunia harus kau pertanggungjawabkan di hari kiamat nanti, walaupun yang kau ambil itu hanya satu sen, semuanya akan menjadikan musibah bagimu. Sadarlah, sebelum kematian datang menjemputmu. Karena dunia ini tidak kekal selama lamanya.
Tag : Siksaan
Back To Top