Kesalahan wanita ketika berpakaian

   Di zaman sekarang banyak wanita yang berfikir kalau sudah mengenakan hijab di anggap sudah menutup auratnya. Padahal dalam ajaran islam bukan itu saja, ada aturan lain yang harus di patuhi oleh setiap wanita. Dalam berpakaian setiap wanita wajib menutup seluruh tubuhnya, kecuali muka dan kedua telapak tangan. Itu adalah perintah dari Allah. Tetapi sering kali para wanita tidak memperhatikannya. Banyak perempuan yang menganggap kalau sudah menutup kepalanya dengan jilbab berarti ia telah menutup auratnya. Padahal tanpa disadari mereka telah melakukan dosa dosa atas apa yang diperbuatnya. Aurat perempuan itu bukan hanya rambut saja. Tetapi ada batas batas yang harus ditutupi dalam agama islam.

   Setiap wanita hukumnya wajib untuk menutupi seluruh anggota tubuhnya kecuali muka dan kedua telapak tangannya. Itu adalah perintah mutlak, yang apabila tidak dilakukan akan berdosa. Seiring dengan berjalannya waktu, pera perempuan sepertinya sudah tidak begitu peduli lagi dengan perintah ini. Lihat saja gaya berpakaian wanita zaman sekarang. Mereka menutupi sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagiannya, contohnya tidak menutup kepalanya, sehingga nampak rambutnya. Padahal semua kita tahu bahwa rambut itu adalah aurat dari wanita. Yang lebih parah lagi mereka yang berpakaian tapi telanjang, yaitu perempuan yang memakai pakaian yang ketat sehingga menampakkan lekukan tubuh, bahkan bisa di bilang kita bisa tahu akan bentuk tubuhnya.Para perempuan ini sepertinya bangga atas apa yang dilakukannya, padahal sedianya mereka sedang memanggil neraka untuk dimasukinya.

   Memakai pakaian ketat

   Sesungguhnya Allah telah memperingatkan manusia sejak dari masa yang lalu sebelum datangnya Rasulullah, tetapi banyak manusia yang tidak peduli dengan segala apa yang telah Allah terangkan. Manusia terkadang lupa dan lalai dengan semua yang di perintahkan dan yang dilarang oleh-Nya, Padahal banyak sekali ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang semua hal hal, termasuk juga dalam hal berpakaian bagi perempuan, sebagaimana terdapat dalam Al-Qur'an dengan firman-Nya,

 قُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ يَغُـضُّوۡا مِنۡ اَبۡصَارِهِمۡ وَيَحۡفَظُوۡا فُرُوۡجَهُمۡ​ ؕ ذٰ لِكَ اَزۡكٰى لَهُمۡ​ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا يَصۡنَـعُوۡنَ‏ وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا​ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ​ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآئِهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآئِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآئِهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ​ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ​ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ


"Katakanlah kepada orang laki laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka perbuat", Katakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra putra mereka, atau putra putra suami mereka, atau saudara laki laki mereka, atau putra putra saudara laki laki mereka, atau putra putra saudara perempuan mereka, atau wanita wanita islam, atau budak budak yang mereka miliki, atau pelayan pelayan laki laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak anak yang belum mengerti tentang aurat wanita, Dan janganlah mereka memukul kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang orang yang beriman supaya kamu beruntung"(QS. An-Nur. 30-31).

Inilah kesalahan wanita ketika berpakaian yang paling banyak terjadi di akhir akhir ini. Banyak para wanita yang mengikuti tren dalam berpakaian. Mereka sepertinya tidak lagi mengindahkan norma norma agama. Banyak dari perempuan sekarang yang mengikuti cara berpakaian dari artis, lihatlah di siaran televisi, bagaimana maraknya artis yang berpakaian yang terlalu ketat, sehingga bisa menampakkan bentuk tubuhnya, walaupun tidak semuanya begitu, tapi hampir 95% para artis suka pakaian ketat dan menampakkan auratnya, oke lah kalau mereka yang non muslim, itu adalah haknya mereka. Lalu mengapa para wanita wanita muslim ikut ikutan seperti itu, tidakkah kalian takut akan larangan Allah dan segala siksaan-Nya. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman,

"Hai nabi, katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu dan istri istri orang mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka" Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Mah Penyayang"(QS. Al-Ahzab. 59).

Dari ayat di atas dapat kita baca. bagaimana Allah memerintahkan kepada setiap wanita untuk menutupi dadanya dengan mengulurkan jilbabnya. Dengan demikian terjagalah ia dari fitnah yang jahat.

   Memakai pakaian tipis

Memakai pakaian tipis yang sehingga bisa menembus pandangan tidak di benarkan di dalam agama islam. Ini hukumnya sama juga dengan memakai pakaian ketat. Maka jika seseorang perempuan memakai pakaian yang model begini sama saja ia telah menghidupkan api neraka untuk dirinya sendiri. Hindarilah berpakaian yang seperti ini, sungguh sangat tidak cocok dengan kita yang beragama islam, pakaian yang terlalu tipis adalah pakaiannya wanita wanita kafir yang ingin memikat lawan jenisnya, sehingga tidak pantas untuk kita ikuti.

   Memakai farfum ketika keluar rumah

   Perempuan itu memang indentik dengan kecantikan dan kebersihan, maka wajar saja jika seorang wanita itu senang berhias dan memakai farfum. Lalu bagaimana agama kita mengatur wanita dalam hal berhias dan memakai minyak wangi. Seorang wanita yang memakai minyak wangi ketika dia berada di rumahnya untuk menyenangkan hati suaminya itu sangatlah baik, apalagi ketika ia melakukan ibadah. Tapi seseorang wanita yang memakai minyak wangi ketika ia keluar rumah dengan tujuan biar tercium oleh orang lain, maka itu hukumnya adalah haram. Hal ini sebagaimana hadis,

"Seorang perempuan yang memakai wewangian lalu melalui sekumpulan laki laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai, maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur"(HR. Abu Daud. Tirmadzi, An-Nasai dan Ahmad).

Dan seorang perempuan yang memakai farfum, maka ketika ia shalat maka shalatnya tidak akan diterima, sebagaimana sabda Rasulullah, "Perempuan mana pun yang memakai kemudian keluar ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi"(HR. Ahmad).
Farfum bagi perempuan baunya tidaklah boleh menyengat, tetapi boleh sekedarnya saja, tidak boleh berlebihan, yang bisa menimbulkan bau yang menyengat. Kalau memakai sekadarnya saja itu dibolehkan, misalnya memakai deodorant untuk menghilangkan bau badan.

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat, ada sebagian ulama yang membolehkan. para ulama ini berpedoman pada agama kita yang berpegang pada kebersihan dan keindahan. Dalam islam kebersihan adalah sebagian dari iman, makanya para ulama yang sebagian memperbolehkan dengan syarat sekadarnya saja, asalkan wanginya tidak tercium jauh.

Tapi sebagian lagi berpendapat bahwa hukumnya adalah haram, mereka berpendapat se[erti itu karena ditakutkan dapat merangsang lawan jenis. Untuk itu harus dihindari oleh wanita.

   Mengikat rambut seperti punuk unta

  Banyak yang bilang rambut itu adalah mahkota, maka dari itu ia harus di jaga. Seorang perempuan pastilah akan selalu menjaga rambutnya. Tetapi janganlah kita salah dalam menjaga atau pun merawatnya. Ada aturan bagi wanita dalam mengatur rambutnya. Setiap perempuan tentulah ingin terlihat cantik dengan rambutnya. tapi harus diketahui bahwa perempuan itu tidaklah boleh mengelungkan rambutnya hingga membentuk tonjolan dibalik jilbabnya. sehingga membuat ia kelihatan lebih seksi dan bisa menggoda para kaum pria. Tonjolan ikatan rambut yang seperti punuk unta itu dilarang dalam islam, karena itu merupakan perbuatan yang meniru wanita wanita kafir.  Dalam hadis Rasulullah bersabda,

"Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya yaitu kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (penguasa yang dhalim), dan perempuan perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala mereka seperti punuk punuk unta yang berlenggak lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak pula dapat mencium baunya. Padahal wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu"(HR. Muslim dan lainnya)

   Maksud dari dua golongan tadi yang tidak ada di masa Rasulullah yaitu wanita yang kepalanya seperti punuk unta, ini ditujukan kepada wanita yang mengikat rambutnya yang menyerupai punuk unta, terkadang para wanita malah mengikat atau menyanggulnya lebih tinggi dari punuk unta. inilah yang dimaksud oleh Rasulullah dalam hadis tersebut. Tapi sungguh sangat disayangkan, perbuatan yang ini banyak sekali dilakukan oleh wanita muslim di zaman sekarang ini, mereka tidak tahu atau pura pura tidak tahu. Perempuan berpunuk unta semakin ngetren saja sekarang ini. Sebaiknya hindari cara menyanggul rambut yang seperti ini, karena itu sama saja dengan meniru gaya berpakaian dari wanita wanita kafir. Lebih baik rambut itu di uraikan saja. Untuk apa terlihat seksi, tapi malah dilaknat oleh Allah dan Rasul-Nya.
Tag : Siksaan
Back To Top