Nabi Khaidir dan kisahnya

   Nabi dan Rasul memiliki jumlah yang sangat banyak, tetapi kita hanya diwajibkan untuk mengenal cuma 25 Rasul saja. Para nabi dan rasul yang 25 ini adalah para rasul pilihan yang banyak mengalami cobaan dari Allah SWT. Bahkan dari 25 rasul tersebut terdapat 5 rasul yang digolongkan ke dalam Ulul Azzmi, yaitu yang paling banyak cobaan dari-Nya. Nabi dan rasul merupakan orang orang pilihan Allah untuk menyampaikan wahyu dari Allah, yaitu menyebarkan agama islam, mereka ini memiliki keimanan yang sangat kuat, tidak akan terpengaruh dengan hal hal yang dilarang oleh Allah. Dari sekian banyak para nabi dan rasul, ada satu orang nabi yang sudah sangat sering kita dengar, dan kisah kisahnya sangat terkenal, lantas siapakah nabi itu. Dia adalah Nabi Khaidir. Namanya banyak disebutkan oleh para penceramah yang menceritakan tentang kehidupan beliau. Nama asli dari Nabi khaidir sendiri adalah Balya bin Malkan.

   Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa nabi Khaidir mendapat perintah dari Allah di saat beliau sedang tertidur. Di dalam mimpinya Nabi kahidir Allah memerintahkannya untuk pergi ke arah barat. Tidak cukup dengan sampai di sana, tetapi Allah juga memberikan perintah untuk melaksanakan lima hal terkait peristiwa yang akan dijumpai sepanjang perjalanannya,Dalam mimpinya Nabi Khaidir menerima lima perintah yang berbunyi,

   "Makanlah apa yang engkau lihat, kedua, sembunyikan apa yang engkau temukan, ketiga terimalah apa yang datang kepadamu, keempat jangan kecewakan yang datang kepadamu dan yang terakhir larilah engkau apa yang ditemui"

   Tak lama setelah itu Nabi khaidir terjaga dari tidurnya, beliau kembali teringat akan apa yang di alaminya tadi ketika sedang tertidur, ya, mimpi itu adalah perintah dari Allah yang harus segera dilaksanakan olehnya, karena itu adalah perintah dari Allah. Dan ketika keesokan harinya, Nabi Khaidir mulai melakukan perjalanan ke arah barat seperti apa yang di perintahkan dalam mimpinya. Dalam perjalanan yang cukup melelahkan itu beliau menjumpai sebuah bukit yang besar, Ketika melihat bukit tersebut Nabi khaidir mulai kebingungan akan perintah Allah yang pertama, yaitu memakan apa saja yang di jumpainya. Dalam hatinya Nabi Khaidir berkata, "Bagaimana aku akan melakukan tugas ku yang pertama, memakan apa saja yang aku temui, sungguh ini sangat mustahil memakan bukit" Dalam keadaan kebingungan beliau terus berjalan mendekati bukit tersebut, Dan sesungguhnya Allah Maha Berkehendak, terjadilah keajaiban yang di luar logika manusia, tiba tiba bukit tadi itu lama kelamaan semakin mengecil dan berubah bentuk menjadi sebuah roti. Lalu Nabi Khaidir mengambil dan segera memakannya

   Tugas yang pertama telah ia kerjakan, setelah itu nabi Khaidir melanjutkan perjalanannya. Setelah sekian lama berjalan Nabi Khaidir menemukan sebuah mangkuk yang terbuat dari emas, Melihat mangkuk yang terbuat dari emas itu lalu Nabi Khaidir segera mengambilnya, tiba tiba dia teringat akan mimpinya, menyembunyikannya apa yang ia dapatkan, setelah beliau teringat akan mimpinya, Nabi Khaidir segera menggali tanah dan menguburkan mangkuk emas tersebut, tiba tiba suatu keanehan terjadi, mangkuk yang di tanamnya tadi tiba tiba muncul lagi, Nabi Khaidir mengulangi beberapa kali untuk menguburkannya, tetapi hasilnya tetap sama, mangkuk itu kembali muncul. Lalu Nabi Khaidir tidak menghiraukannya lagi. Lalu melanjutkan perjalanannya.

   Dalam perjalanannya tiba tiba ada se ekor burung kecil yang terbang menghampiri dirinya. Burung kecil tersebut di kejar oleh se ekor burung elang. Nabi Khaidir pun teringat pesan Allah yang ketiga, yaitu menerima apa yang datang kepadanya. Lalu ia menyimpan burung kecil tersebut dengan baik. Setelah beberapa saat datanglah burung elang yang langsung bertanya pada beliau, "Apakah tuan melihat se ekor burung yang sedang terbang? Aku di dera lapar, jika tuan melihatnya tolong beri tahu aku kemana ia terbang" Nabi Khaidir kebingungan, lalu ia teringat akan pesan yang ke empat di dalam mimpinya, yaitu jangan mengecewakan apa yang datang kepadanya dan penuhi hajatnya. Nabi Khaidir tambah kebingungan, dia kasihan jika harus memberikan burung kecil tadi kepada sang elang. Lalu Nabi Khaidir membuat suatu kesepakatan dengan burung kecil dan burung elang.Lalu Beliau hendak memotong tubuh sebagian saja dari tubuh burung kecil tadi, sebagian di berikan kepada burung elang, dan keduanya pun sepakat. Setelah itu nabi Khaidir memberikan sebagian tubuh dari burung kecil tadi kepada elang, setelah memakan bagian dari burung tersebut elang pun pergi meninggalkan Nabi Khaidir. Lalu nabi Khaidir melepaskan burung kecil yang yang tadi, dan anehnya burung kecil tadi kembali seperti semula dengan Kekuasaan Allah. Setelah kejadiannitu Nabi Khaidir melanjutkan perjalanannya.

   Kembali nabi Khaidir bertemu dengan sesuatu bangkai, dan nabi Khaidir pun teringat akan pesan yang kelima, yaitu dia harus meninggalkan apa saja yang ia temuinya. Ia pun menjauh dari apa yang ditemuinya tadi. Setelah itu beliau mencari tempat berteduh untuk beristirahat.

   Dan ketika pada malam harinya beliau berdoa kepada Allah meminta petunjuk atas apa yang sudah dialaminya di hari itu. Setelah berdo'a nabi Khaidir pun tertidur, dan di dalam tidurnya nabi Khaidir bermimpi lagi. Arti dari perintah pertama yang mengharuskan dia memakan apa saja yang dia jumpai, yaitu bukit yang kemudian dengan sendirinya mengecil, yang di umpamakan dengan amarah, yang mana pertama terlihat besar, tapi kalau kita mau bersabar maka dengan sendirinya dia akan menghilang.

   Yang kedua yaitu nabi Khaidir menemukan mangkuk yang terbuat dari emas. yang kemudian dia menyembunyikannya. Ya, emas melambangkan kebaikan, walaupun ia disembunyikan akan tetap terlhat. Yang ketiga adalah burung kecil yang datang kepadanya, itu adalah merupakan amanah.

   Dan pesan ke empat yang hadir dalam mimpinya adalah jika ada orang yang datang menyampaikan keperluan, berikanlah meski pun engkau membutuhkannya. Dan yang terakhir adalah bangkai yang ditemuinya, itu menandakan Ghibah, yaitu menceritakan keburukan seseorang sehingga harus di tinggalkan. Demikianlah cerita singkat tentang Nabi Khaidir, semoga apa yang telah beliau alami dapat menjadikan pelajaran bagi kita semua.
Tag : Tauhid
Back To Top