pekerjaan yang diharamkan Allah dan Rasulullah

   Mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga memang diwajibkan bagi setiap insan. Tetapi dam mencari rezeki kita hendaknya mematuhi segala apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah kepada umatnya. Karena tidak jarang banyak manusia yang menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan harta. Dari Abu Hurairah Rasulullah mengatakan, "Benar benar akan datang kepada manusia suatu masa, pada saat itu orang tidak lagi mempedulikan dari mana ia mendapatkan harta kekayaan, apakah dari jalan yang halal atau jalan yang haram". Dan kini sudah terbukti apa yang dikatakan oleh Rasulullah, banyak sekali terjadi sekarang ini di mana orang orang tidak lagi menghiraukan mana yang halal dan mana yang haram.

   Musibah yang datang melanda kita tidak serta merta datang dengan sendirinya, semua itu merupakan ujian yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Walaupun semua itu adalah ujian dari Allah kepada manusia, namun semua musibah yang terjadi itu karena ulah dan tingkah laku manusia itu sendiri. Dalam mencari harta dan kekayaan manusia sudah banyak sekali yang melupakan mana yang halal dan mana yang haram. Yang penting bagi manusia adalah bagaimana caranya mendapatkan harta dan kekayaan. Rasulullah sejak dari dahulu telah memperingatkan kita untuk mewaspadai beragam macam pekerjaan haram, tetapi orang yang meminati pekerjaan tersebut semakin banyak, lalu apa saja pekerjaan yang diharamkan Allah dan Rasulullah SAW.

   1. Peramal

   Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa sebagian kaum muslimin bertanya kepada Rasulullah tentang para peramal. Lalu beliau bersabda, "Mereka itu tidak ada apanya" Lalu mereka berkata, "Wahai Rasulullah, terkadang mereka membicarakan sesuatu hal, ternyata hal itu betul betul terjadi" Rasulullah berkata, "Itu adalah kata kata yang dicuri jin dari )berita langit), lalu dibisikkan ke telinga walinya (para dukun), lalu para peramal itu mencampurkannya dengan seratus kebohongan" (HR.Al-Bukhari dan Muslim)

   Dan para ulama telah menjelaskan, bahwa melakukan perbuatan perbuatan tersebut hukumnya adalah haram. Mendatangi tukang ramal untuk meminta agar di ramal nasibnya dan mempercayai segala ucapannya adalah haram, selain itu juga hanya menghabiskan uang untuk diberikan kepada mereka. Dan hendaklah bagi orang orang yang sudah terjerumus ke dalam perbuatan tersebut untuk segera bertaubat kepada Allah.

   2. Pekerjaan yang menuju kemusyirikan.

   Di dalam Al-Qur'an banyak sekali terdapat ayat ayat yang menerangkan tentang dosa syirik, selain itu juga terdapat dalam sabda sabda Rasulullah. Mak bagi kita jangan sekali kali menyekutukan Allah, karena itu adalah perbuatan yang sangat dimurkai Allah SWT. Dosa syirik itu sangat besar, bukan hanya pelaku syirik saja yang akan menanggung dosa. Tetapi orang yang memberikan sarananya juga akan menanggung dosa tersebut. contohnya adalah, membuat patung, melukis mahkluk hidup yang bernyawa atau pun menjadi juru kunci makam. Ini adalah sedikit contoh dari pekerjaan yang menuju syirik, maka tinggalkanlah pekerjaan yang seperti itu

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar"(QS. An-Nisaa. 48)

"Apakah mereka mempunyai sembahan sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang di izinkan Allah?, sekiranya tidak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan, dan sesungguhnya orang orang yang dhalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih"(QS.Asy-Syura". 21)

   3. Menjual barang yang diharamkan

   Di zaman sekarang ini banyak sekali orang orang yang menjual barang dagangannya tanpa mengindahkan mana yang haram dan mana yang halal. Asalkan bisa mendapatkan keuntungan semua rela dilakukan. Demi mendapatkan keuntungan yang berlipat, maka segala cara pun dilakukan, hingga ada orang yang mau menjual barang yang diharamkan dalam agama.Masih banyak yang halal yang bisa diperdagangkan, mengapa kita yang muslim mau menjual barang  yang di haramkan oleh Allah dan Rasul. Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda,

   "Sesungguhnya, Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi dan patung". Ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, apa pendapatmu mengenai jual beli lemak bangkai, mengingat lemak itu di pakai untuk menambal perahu, meminyaki kulit, dan dijadikan minyak untuk penerangan? Lalu Rasulullah menjawab pertanyaan tersebut, "Tidak boleh, Jual beli lemak bangkai itu haram." Rasulullah kembali berkata, "Semoga Allah melaknat yahudi. Sesungguhnya, tatkala Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu menjual minyak dari lemak bangkai tersebut, kemudian memakan hasil penjualannya"(HR. Bukhari dan Muslim)

   Hadis di atas sangat jelas menerangkan bagaimana hasil dari menjual barang barang yang diharamkan, bahwasanya segala sesuatu yang berawal dari haram, maka apa yang dihasilkan dari yang haram tersebut hasilnya tetap haram. Jauhilah dari memperjualbelikan barang barang yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

   4. Rentenir atau riba.

    Pekerjaan yang diharamkan oleh Allah dan Rasul yang berikutnya adalah riba. Praktik yang satu ini sudah sangat menjamur di zaman sekarang, malah yang lebih parahnya pekerjaan ini seperti dilegalkan. Riba termasuk ke dalam salah satu perbuatan dosa besar. Hampir semua muslim tahu yang namanya riba, tetapi kebanyakan dari kita pura pura tidak tahu tentang masalah ini. Kita di sini tidak akan memberikan contoh kepada siapa pun, tapi cermati sendiri dari beberapa hadis berikut ini yang menerangkan tentang pekerjaan yang digolongkan kepada riba,

   "Satu dirham yang diperoleh oleh seseorang dari (perbuatan) riba lebih besar dosanya 36 kali daripada perbuatan zina di dalam islam"(HR. Al-Baihaqi)

   "Tinggalkanlah tujuh hal yang dapat membinasakan" Lalu orang orang bertanya, "Apakah gerangan ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri waktu datang serangan musuh dan menuduh wanita  yang suci berzina"(HR. Bukhari dan Muslim)

   Dalam Al-Qur'an juga banyak terdapat ayat yang menerangkan tentang bagaimana hukum riba serta siksaan yang sangat pedih bagi orang orang yang terlibat dalam perbuatan riba, beberapa ayat yang menerangkan tentang dosa riba sebagaimana firman Allah,

   "Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih"(QS. An-Nisa. 161)

   "Hai orang orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut), jika kamu orang yang beriman"(QS. Al-Baqarah. 278)

   Ayat Al-Qur'an yang di atas dengan sangat tegas melarang setiap muslim untuk meninggalkan riba. Oleh karena itu, maka tinggalkanlah perbuatan riba, karena Allah akan memberikan siksaan yang sangat pedih kepada orang yang melakukan riba.

   5. Perjudian

   Membicarakan yang namanya judi kita tentu akan teringat akan sebuah lagu yang di nyanyikan oleh Rhoma Irama, judi menjanjikan kemenangan, judi meracuni keimanan, yang menang bisa menjadi jahat apalagi yang kalah, mungkin itu sebait penggalan dari lagu Bung Rhoma. Di zaman yang serba canggih sekarang ini membuat para penjudi semakin aman dalam permainan ini, kehadiran internet itu bagaikan pisau, ia sangat berguna sebagai alat pemotong, tetapi dengan pisau pula seseorang bisa membunuh, kehadiran internet membuat orang yang suka berjudi lebih memilih judi on line, itu lebih tersembunyi dan tidak ada orang yang tahu. Tetapi Allah Maha Mengetahui segalanya. Harta yang di dapat dengan pekerjaan judi sangat dilaknat oleh Allah dan Rasul-Nya, da dalam beberapa ayat Al-Qur'an Allh berfirman,

   "Hai orang orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan"(QS. Al-Maa'idah. 90)

   Dosa judi termasuk yang paling mengerikan, bahkan dengan perjudian kadang kadang bisa terjadi pembunuhan. Oleh karena itu Rasulullah mengharamkan pekerjaan berjudi.

   6. Memakan harta anak yatim.

   Dalam agama islam telah diterangkan dengan begitu jelas, betapa Allah dan Rasul-Nya begitu memuliakan dan menyayangi anak yatim. Tetapi, ada juga sebagian dari manusia yang berusaha mendapatkan penghasilan dengan berbuat dzalim terhadap anak yatim. Orang orang seperti itu akan berusaha mendapatkan anak yatim untuk diasuhnya, dan setelah anak yatim tersebut jatuh dalam pengasuhannya, maka selanjutnya mereka memakan harta anak yatim dengan cara dzalim. Allah SWT berfirman,

   "Sesungguhnya orang orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala nyala"(QS. An-Nisaa. 10)

   7.Menimbun barang dagangan

   Menimbun barang kebutuhan pokok di saat harganya murah, dengan harapan jika suatu saat harga harganya sudah naik, maka dijual kembali untuk memperoleh keuntungan yang berlipat.  Ini termasuk perbuatan yang diharamkan oleh Allah dan Rasulullah, pekerjaan yang seperti ini sangat menyengsarakan orang banyak, bahkan Allah akan mengazab orang yang berperilaku tersebut dengan penyakit lepra dan kebangkrutan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

   "Barang siapa yang menimbun makanan bagi kaum muslimin, maka Allah akan menimpakan penyakit lepra dan kebangkrutan ke atasnya"(HR. Ibnu Majah. Ahmad dan Hakim)

   Jauhilah dan tinggalkanlah pekerjaan yang ini, selain di haramkan oleh Allah dan rasul-Nya, juga akan membawa kepada kesengsaraan bagi banyak orang.

   8. Mengurangi timbangan dan takaran

   Mengurangi takaran dalam hal jual beli merupakan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah dan Rasulullah, karena perbuatan itu dapat menimbulkan kerugian terhadap orang lain. Jauh sebelum umat Rasulullah, perbuatan seperti ini sudah di praktikkan oleh kaum terdahulu, bahkan karena perbuatan tersebut membuat mereka durhaka kepada Allah, dan oleh karena itu turunlah bala yang maha dahsyat, hal ini sebagaimana firman Allah,

   "Dan untuk penduduk Madyan, Kami utus Syu'aib dan berkata, "Wahai kaumku, sembahlah Allah sebab tiada Tuhan selain Dia. Dan jangan mengurangi takaran dan timbangan, aku melihat kamu mampu dan aku khawatir pada azab yang membinasakan" Syu'aib bekata, "Hai kaumku, takar dan timbanglah dengan adil dan tidak merugikan hak mereka dan jangan melakukan kejahatan dan kerusakan, sisa keuntungan dari Allah jika kamu beriman. Dan aku bukan menjaga dirimu"(QS. Hud. 84-86)

   "Kecelakaan besarlah bagi orang orang yang curang. (Yaitu) orang orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar. (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam" (QS. Al-Muthaffifin. 1-6)

   Mengurangi takaran memang dapat mengurangi hak hak orang lain, tinggalkanlah pekerjaan yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya

    9. Mencuri dan merampok

   Pekerjaan yang satu ini anak kecil juga sudah pasti tahu, kalau kita tanya sama anak yang berumur 7 tahun pun ia akan menjawab dosa, Dalam agama islam jelas ini sudah tidak perlu diperdebatkan lagi, apalagi sekarang ini, banyak kasus pencurian atau perampokan yang kadang kadang harus berakhir dengan pembunuhan. itu malah akan melipat gandakan dosa dari si pencuri atau perampok tersebut. Hukuman bagi pencuri itu sangat berat, hukuman di dunia kalau tertangkap tentunya penjara telah menanti, tetapi belum cukup di situ, karena ketika orang yang mencuri itu meninggal, maka perbuatan yang telah dilakukannya harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, hukuman di dalam islam adalah potong tangan bagi orang orang yang terbukti melakukan pencurian, hal ini sebagaimana firman Allah,

   "Laki laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksa dari Allah. Maka barang siapa bertaubat (diantara pencuri pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"(Al-Maidah.38-39)

   10. Korupsi dengan menipu rakyat

   Pekerjaan yang diharamkan oleh Allah dan Rasul yang berikutnya adalah Korupsi. Korupsi memang pekerjaan yang sangat biadab, orang orang yang melakukan pekerjaan ini memang sudah berhati iblis, dia tidak lagi memikirkan hak hak orang lain. Kadang kadang pangkat dan jabatan yang dimiliki seseorang telah membuat dirinya lupa. Seolah olah dia bisa melakukan apa saja. Sering kita dengar di televisi atau membaca berita di koran koran, bagaimana di negara kita ini yang pejabatnya di tangkap KPK gara gara tersangkut kasus korupsi.

   "Janganlah kalian memakan harta diantara kalian dengan jalan yang batil dengan cara mencari pembenarannya kepada hakim hakim, agar kalian dapat memakan harta orang lain dengan cara dosa sedangkan kalian mengetahuinya"(QS.Al-Baqarah. 188)

   11.Menunda nunda hak orang lain

   Para ulama menganggap bahwa menunda pembayaran gaji pekerja atau tidak memberikannya setelah pekerjaan diselesaikan termasuk ke dalam dosa besar. Rasulullah bersabda

   "Berikanlah upah kepada pekerja sebelum keringatnya kering" Hadis ini sudah sering kita dengar, tetapi ada juga sebagian orang yang menahan untuk memberikan upah kepada orang yang telah melakukan pekerjaannya.

   Demikianlah beberapa pekerjaan yang diharamkan Allah dan Rasulullah. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.
Tag : Siksaan
Back To Top