syukur atas nikmat yang Allah berikan

   Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segalanya, apa yang ada di langit dan di bumi, di darat dan di laut. Segala nikmat telah Allah turunkan kepada manusia. Lalu bagaimanakah cara mendapatkan nikmat yang telah Allah turunkan? Allah tidak pernah meminta lebih kepada manusia, Dia hanya meminta manusia sujud dan bertakwa kepada-Nya. Menjauhi segala yang di larang. Lalu kenapa manusia merasa berat untuk melakukannya? Itu semua kesalahan kita sendiri, kita yang merasa berat untuk mengerjakan segala yang di perintahkan. Padahal apa yang di perintahkan tidaklah berat, contohnya saja shalat fardhu. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan shalat itu, kita ambil salah satu, misalnya shalat dhuhur, ia memiliki 4 rakaat, paling paling waktu yang dibutuhkan untuk shalat dhuhur hanya membutuhkan waktu 10 menit saja. Berarti Allah hanya meminta kepada manusia untuk sujud kepada-Nya dalam sehari semalam cuma 50 menit saja, tidak sampai satu jam bukan? Padahal dalam sehari semalam itu ada 24 jam, dari 24 jam Allah hanya meminta 1 jam saja kepada kita untuk mengingat kepada-Nya, masihkah kita tidak bersyukur, Allah SWT berfirman,


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ  وَقَالَ مُوسَىٰ إِن تَكْفُرُوا أَنتُمْ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّـهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ 


“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan,"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Dan Musa berkata, "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS. Ibrahim, 7-8)


   Sungguh manusia yang tidak bersyukur manusia yang sombong, Allah sangat tidak suka kepada orang orang yang sombong. jika seseorang tidak mau mengerjakan shalat, berarti dia termasuk dalam kategori orang orang yang sombong. Karena shalat itu sesungguhnya adalah tiang agama, jika tiang itu kokoh, maka tegaklah agama itu. Banyak sekali nikmat yang Allah berikan bagi hamba hamba yang mau beribadah kepada-Nya. Tetapi bagi orang orang yang ingkar, tunggulah azab dari Allah. Dan nanti di hari kiamat, amalan pertama yang akan diperiksa oleh Allah adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka amalan yang lainnya akan ikut serta, jika shalatnya tidak baik, apalagi tidak shalat sama sekali, maka segala amalan yang lainnya akan gugur.

   Untuk mendapatkan nikmat dari Allah itu sebenarnya tidaklah sulit, hanya saja kita tidak mau melakukannya. Allah akan memberikan nikamat-Nya kepada orang orang yang berdo'a kepada-Nya, tetapi kita harus terlebih dahulu mengerjakan apa yang diperintahkan serta menjauhi segala apa yang dilarang oleh-Nya. Barulah kita memohon kepada Allah. Sebagaimana Allah berfirman,

   "Dan apabila hamba hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran"(QS. Al-Baqarah. 186)

   Dari ayat di atas dapat kita lihat, bahwasanya untuk memperoleh apa yang kita inginkan, kita haruslah berdo'a kepada Allah, tapi sebelum itu tentunya kita terlebih dahulu harus menjalankan apa yang telah diperintahkan untuk kita, yaitu beriman kepada-Nya.

   Lantas masihkah kita meragukan akan nikmat dari Allah, kita harus yakin dan percaya, bahwa sesuatu itu datangnya dari Allah. Dialah yang Maha segalanya. Sungguh sangat besar dan tidak terkiranya nikmat yang telah diberikan oleh-Nya kepada setiap manusia. Sudah semestinya kita bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. Allah berfirman,

 فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ


   "Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku"(QS. Al-Baqrah. 152)

   Dari ayat di atas dapat kita pahami, yang mana Allah menyuruh kita untuk mengingat-Nya, yaitu dengan cara beribadah serta sujud kepada-Nya. dan hendaklah kita bersyukur atas apa yang telah diberikan, dan jangan pernah mengingkari apa yang telah diberikan. Lalu ada sebagian yang bertanya dan mengalami, ia sudah capek capek dan rajin ibadah, tidak lupa shalat, terus kenapa hidupnya susah, mana nikmat dari Allah?. Nikmat dari Allah bukan hanya kekayaan saja, nikmat iman lebih utama dari segala galanya. Mungkin saja Allah tidak memberikan nikmat di dunia, tapi Allah akan memberikan nikmat yang lebih besar lagi kepada orang orang tersebut, yang mungkin kalau diberikan di dunia dia tidak sanggup menerimanya. Tapi Allah akan membalasnya nanti di akhirat, surga adalah balasannya bagi orang orang yang bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. Orang orang yang pandai bersyukur atas rahmat dan karunia dari Allah pastilah akan di tambah nikmatnya oleh Allah,

   Allah menjanjikan segala nikmatnya bagi setiap hamba yang bertakwa kepada-Nya. Jika kita mengingkari segala nikmat yang telah kita dapat, maka tunggulah azab dari Allah. Banyak sekali nikmat dari Allah, yang ada pada tubuh kita saja cukup banyak, mata kita yang dapat melihat adalah salah satu dari sekian banyak nikmat yang diberikan oleh Allah. Kita bisa bayangkan bagaimana seandainya kita tidak dapat melihat. Maka ketika Allah memberikan nikmat mata kepada kita, hendaklah kita menggunakannya pada hal hal yang berguna, begitu juga telinga, bersyukurlah kita yang bisa mendengar, karena telinga termasuk indera yang paling diperlukan oleh manusia, maka selagi telinga kita berfungsi dengan baik, maka gunakanlah ia untuk mendengar yang baik baik. mendengar bacaan Al-Qur'an atau pun mendengar ceramah ceramah agama, hal itu lebih bermanfaat sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

   Sungguh nikmat Allah tidak akan pernah habis, di dalam Al-Qur'an terdapat sebuah surah yang membahas tentang nikmat dari Allah, yaitu surah Ar-Rahman. di dalam surah ini ada satu ayat yang dibaca berulang kali "FABIAYYI ALAA IRABBIKUMAA TUKADZZIBAAN"  yang artinya "Maka nikmat manakah yang kamu dustakan" Ayat ini sampai berulang hingga 30 kali. Allah memberikan peringatan kepada manusia untuk tidak kufur atas nikmat yang telah di berikan-Nya. Lalu kita bertanya, adakah nikmat Tuhan yang dapat kita dustakan? Tentu kita akan menjawab, "Tidak" Karena sesungguhnya segala nikmat itu datangnya dari Allah.

   Maka dari itu, untuk mendapatkan nikmat dari Allah, kita haruslah mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan janganlah kita kufur atas nikmat yang telah diberikan. Karena sebaik baik manusia adalah manusia yang pandai bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Itulah jalan untuk mendapatkan nikmat dari-Nya.
Back To Top