asal mula umat islam berqurban

   Ibadah Qurban yang dilakukan oleh umat islam pada saat Idul Adha merupakan suatu perintah dari Allah yang sangat besar pahalanya. Kelak dihari kiamat, hewan yang di Qurban kan akan menjadi kenderaan bagi bagi yang berqurban, ia akan membawa manusia yang berqurban untuk melewati jembatan siratal mustaqin. Maka bagi kita umat islam sangat dianjurkan untuk melakukan Qurban sekali dalam seumur hidup. Asal mula dari berqurban terjadi dimasa Nabiyullah Ibrahim as, di mana seperti yang kita ketahui bahwa nabi Ibrahim di waktu itu mempunyai cukup banyak hewan peliaharaan, dan setiap tahunnya beliau melakukan penyembelihan dari hewan hewan tersebut untuk dibagikan kepada orang orang. Hingga orang orang pun bertanya, "Wahai Ibrahim, mengapa engkau mau meyembelih hewan mu begitu banyaknya hampir setiap tahun" Lalu beliau menjawab, "Andaikan saja Allah memerintahkan saya untuk menyembelih anakku sendiri, maka aku pun akan melakukannya"

   Hari berganti hari, tibalah saatnya Allah menguji keimanan dari nabi Ibrahim, Allah menanyakan tentang ucapan dari nabi Ibrahim melalui mimpi, dimana di dalam mimpinya beliau seolah mendengar seperti ada seseorang yang berkata, "Wahai Ibrahim, penuhilah janjimu" Setelah mendengar perkataan tersebut beliau pun terjaga, beliau tidak mengindahkan kejadian tersebut, beliau menganggap itu hanyalah mimpi saja. Malam berikutnya beliau kembali di datangi dengan mimpi yang sama, seperti malam sebelumnya beliau seperti mendengar ada orang yang berkata, "Wahai Ibrahim, penuhilah janjimu" setelah mendengar itu beliau pun terjaga, dan nabi Ibrahim pun mulai berfikir apa yang telah ia janji kan.

   Hingga malam selanjutnya beliau kembali bermimpi, "Wahai Ibrahim, penuhilah apa yang telah engkau ucapkan dahulu, di mana engkau mau mengqurbankan anak mu" Setelah itu beliau pun terkejut, ia baru teringat jikalau ia dahulu pernah berkata akan mau mengqurbankan anak nya jika itu adalah perintah dari Allah. Nabi Ibrahim pun baru sadar atas apa yang di ucapkannya dahulu. Maka keesokan harinya beliau memerintahkan istrinya yaitu Siti Hajar yang tak lain adalah ibunda dari Nabi Ismail, untuk mempersiapkan dan memandikan dan memakai baju yang bagus kepada nabi Ismail, beliau beralasan bahwa nabi Ismail hendak dibawa jalan jalan. Maka setelah semua telah siap seperti apa yang diinginkannya, maka nabi Ibrahimpun berangkat pergi bersama dengan nabi Ismail.

   Dan di saat itu iblis pun begitu sibuknya, maka ia pun berencana untuk menggagalkan niat dari nabi Ibrahim, maka di datangilah nabi Ibrahim as, lalu iblis pun berkata, "Wahai Ibrahim apa yang akan engkau lakukan, apakah engkau mau menyembelih anakmu sendiri, padahal dia adalah satu satunya anak yang engkau punya, tidakkah engkau sayang sama dia, lihatlah bagaimana lucunya dia yang masih kecil, padahal dahulu engkau sangat menginginkan anak, tetapi sekarang engkau mau menyembelihnya"  Mendengar perkataan iblis nabi ibrahim segera mengambili beberapa batu, lalu melempernya kearah iblis, dan lemparan nabi Ibrahim sampai sekarang menjadi salah satu dari rukun yang harus dikerjakan oleh jamaah yang melaksanakan ibadah haji, yang kita ketahui dengan melempar jumrah.

   Merasa usahanya gagal total iblis pun tidak berputus asa, ia kembali mendatangi ibunda dari nabi Ismail, yaitu Siti Hajar, lalu iblis pun berkata, "Wahai Hajar, mengapa engkau duduk tenang tenang saja, apakah engkau tidak tahu kalau putramu Ismail mau disembelih oleh Ibrahim" Lalu Siti Hajar berkata, "Mana mungkin seorang ayah mau dan tega membunuh anaknya sendiri, pergilah kau iblis laknatullah", dan dari sinilah dimulai asal mulanya umat islam melakukan qurban.

    Iblis pun nampaknya sudah mulai putus asa, dan dia masih ada harapan satu lagi, ya, Ismail adalah usaha terakhir yang dapat dilakukan olehnya, lalu iblis pun mendatangi nabi Ismail, lalu iblis berkata, "Wahai Ismail, apakah engkau tidak tahu, kalau Ibrahim ayahmu sendiri akan menyembelih kamu, larilah jangan engkau mau" Lalu Ismail pun berkata, "Jika itu memang perintah dari Allah maka aku dengan ihklas akan bersedia". Iblis pun tidak dapat berkata kata lagi, ia pun meninggalkan n nabi Ibrahim berdua dengan nabi Ismail.

    Tibalah saat saat yang paling menegangkan di antara nabi Ibrahim dengan nabi Ismail, maka dipersiapkanlah segala sesuatu, nabi Ibrahim mulai mengeluarkan pisau yang nampak terlihat begitu tajam, berkatalah nabi Ismail pada ayahnya, "Wahai ayahku, tutuplah kedua mataku, janganlah sampai nanti engkau merasa kasihan kepadaku, tajamkanlah pisaumu biar sekali sayat saja terhadap ku" Lalu setelah semuanya selesai nabi Ibrahim pun mulai membaca doa, lalu dikibaskannya pisau keleher nabi Ismail, namun apa yang terjadi, leher nabi Ismail sedikit pun tidak terluka, lalu dicoba sekali lagi, tapi lagi lagi leher nabi Ismail tidak terluka sedikit pun, lalu nabi Ibrahim menancapkan pisaunya pada sebuah batu, dan batu itupun terbelah dua, nabi Ibrahim pun heran, lalu beliau mengasah pisaunya sekali lagi, di saat saat itu datanglah perintah dari Allah kepada malaikat Jibril, Allah memerintahkan kepada malaikat Jibril untuk menggantikan nabi Ismail dengan sebuah kibas (kambing), dan ketika itu tanpa nabi Ibrahim tahu dia langsung menyembelih lagi leher nabi Ismail yang telah diganti oleh malaikat Jibril dengan seekor kibas, dan dengan sekali tebas kali ini darah pun mengucur dengan deras nya, lalu malaikat Jibril berkata, "Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar"
Lalu dibalas oleh nabi Ibrahim, "Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahilham"

   Dari sanalah awalnya umat islam melakukan qurbar, maka sampai sekarang berqurban sangat dianjurkan, karena sebagian ulama menganggap itu adalah sebagai sunah muakad, yaitu sunah yang di kuatkan Berqurban memang tidak diwajibkan dalam mazhab Syafie, tetapi bagi orang orang yang mampu alangkah baiknya jika melakukan qurban, karena berqurban akan Allah ganjarkan dengan pahala yang begitu besar di hari kiamat nanti

   Demikianlah asal mulanya umat islam melakukan ibadah Qurban, yang mana kegiatan ini dilakukan khusus di hari raya Idul Adha, di mana setelah shalat id sudah bisa dilakukan penyembelihan hewan qurban.
Tag : Fiqh Ibadah
Back To Top