bekerja dan berusaha, janganlah berputus asa

   Hidup ini memang berat, penuh dengan tantangan, maka hadapilah hidup ini dengan apa adanya. Janganlah mengeluh dengan keterbatasan yang kita miliki, Semua itu adalah ujian yang diberikan kepada setiap manusia, dan bagi manusia yang ihklas dalam menghadapi cobaan dari Allah, maka ia akan mendapat balasan yang besar dari Yang Maha Kuasa. Semua yang terjadi pada manusia sudah ditentukan oleh-Nya, hidup,mati, jodoh dan rezeki, Jalankan semua yang diperintahkan, dan jauhi segala larangan. Maka rahmat Allah akan menyertai kita dalam setiap langkah. Janganlah berputus asa dalam segala usaha, karena Allah tidak menyukai orang orang yang berputus asa dalam segala usahanya. Sifat berputus asa itu sangatlah tidak baik, itu berarti sama saja kita telah menyerah dengan apa yang telah kita lakukan. Teruslah berusaha dengan apa yang kita inginkan, asalkan yang kita inginkan itu sesuai dengan ajaran yang diperbolehkan dalam ajaran agama kita.

   Banyak yang terjadi  di era sekarang, setelah melakukan sesuatu yang dia inginkan, tetapi pada akhirnya ada yang tidak berhasil, lalu timbul rasa frustasi hingga berputus asa, lalu berpaling mencari jalan yang dia rasa lebih pantas tapi dilarang oleh agama. Mencari pekerjaan itu tidaklah mudah, tetapi tahukah kita, bahwa sesungguhnya Allah telah mengatur rezeki dari setiap hamba. Maka Allah menganjurkan bagi setiap hamba-Nya untuk terus berusaha dalam setiap apa yang dia inginkan.

إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ


   “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Qs. Ar Ra’d, 11) 

   Dari firman Allah yang di atas dapat kita pahami bahwa Allah SWT tidak akan merubah keadaan kita selama kita tidak mau berusaha untuk merubah nasib kita sendiri. Kalau pun kita berhasil tanpa harus dilalui dengan usaha yang berat, maka hal semacam itu termasuk ke dalam suatu anugerah yang khusus dari Allah, karena bagaimana pun jika Allah SWT berkehendak maka tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi dari kehendak-Nya.

    Entah sadar atau tidak, ternyata hari-hari manusia selalu diliputi dengan beragam keinginan dan angan-angan, timbul silih berganti tidak pernah hilang, semakin hari semakin bertambah, karena inilah sebenarnya yang dinamakan dengan tabiat manusia. Potensi tidak puas adalah sifat dasar yang selalu melekat dalam diri setiap manusia. Munculnya keinginan erat berhubungan dengan adanya ketidakpuasan.
    
   Allah selalu  membukakan pintu rezeki bagi setiap hamba-hamba agar ia dapat memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Namun begitu masih banyak saja orang-orang yang malas untuk bekerja dan berusaha dengan alasan lebih baik  bertawakal kepada Allah SWT, Karena apa yang diinginkan tidak tercapai, maka banyak dari manusia hanya pasrah dengan apa yang di alaminya, lalu malas untuk berusaha. Pasrah pada Allah tidak berarti meninggalkan amal berupa bekerja. Nabi Muhammad SAW pernah berkata, "Semaikanlah benih, kemudian mohonkanlah buah dari Rabbmu"
Allah SWT telah berjanji akan memberikan rezeki kepada semua makhluk-Nya, baik yang di langit di darat dan di laut, semua akan mendapat rezeki masing masing. Akan tetapi janji ini haruslah dibarengi dengan usaha, karena rezeki itu tidak datang dengan sendirinya. seseorang akan mendapatkan rezeki kalau ia mau berusaha atas apa yang di inginkannya, Allah menciptakan bumi dan se isinya untuk kemakmuran manusia. Siapa yang mau berusaha dan bekerja dialah yang akan mendapat rezeki dari Allah. Maka janganlah berputus asa dalam segala usaha.

   Dalam sebuah peri bahasa di daerah saya, para orang tua terdahulu mengatakan.  "Kalau tidak berusaha mana mungkin semua itu datangnya dari langit, kalau kita mau berusaha walaupun tidak kaya kita pasti senang"  Memang tidak ada yang salah dengan peribahasa tersebut, semua memang datangnya dari Allah, tetapi kalau kita tidak mau berusaha, tidak mungkin semua itu akan jatuh dari langit, bagaimana kita mau mendapatkan sesuatu sedang kita hanya berpangku tangan dan hanya meminta kepada Allah tanpa mau berusaha, padahal Allah telah menjelaskan kepada kita sebagaimana ayat Al-Qur'an yang di atas, bahwa Allah tidak akan merubah nasib seseorang apabila ia sendiri tidak mau merubahnya. Tetapi bagi hamba-hamba yang mau berusaha untuk mendapatkan sesuatu, walaupun tidak diberikan kekayaan, tetapi kebanyakan kita lihat hamba yang seperti ini walaupun tidak kaya tetapi hidupnya tidak akan susah, karena ia yakin dengan apa yang diusahakannya.

   Bekerja dan berusaha merupakan bentuk amal ibadah kita yang memiliki nilai lebih di sisi Allah SWT. Apalagi seseorang yang bekerja serta berusaha dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak istrinya. Karena dengan bekerja, kita menunjukkan usaha kita untuk mendapatkan rezeki sebagaimana yang telah diatur oleh Allah SWT. Dengan berniat mencari nafkah untuk keluarga, Allah SWT akan memberikan pahala untuk hamba hamba yang bekerja untuk menafkahi keluarganya. Kewajiban dalam bekerja dan berusaha cukup banyak disebutkan dalam firman Allah SWT. Sebagaimana salah satu firman-Nya,

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


   "Dan Katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".(Qs. At-Taubah. 105)

   Tidak ada istilah untuk bermalas malasan dalam berusaha jika ingin mendapatkan sesuatu. Bekerja dan berusaha termasuk ke dalam perintah Allah, tetapi janganlah bekerja dan berusaha mendapatkan sesuatu dengan cara yang di larang oleh Allah, karena itu tidak akan mendapat keberkahan dari rezeki yang kita dapatkan, contohnya jika jadi pejabat negara janganlah melakukan korupsi, karena dengan korupsi sama saja kita telah mengambil hak orang lain, mencuri, merampok, mengedarkan narkoba ataupun menjadi bandarnya, bekerja dan berusahalah dengan jalan yang telah. Teruslah berusaha, janganlah pernah mengatakan, "Jangankan yang halal, yang haram pun susah". Kita tentu sering mendengar kata kata tersebut. Sadarlah, bahwa yang halal itu lebih banyak dari pada yang haram. Pekerjaan yang halal itu tidak mempunyai resiko sedikit pun, tapi lihatlah pekerjaan yang haram, penuh dengan resiko yang di dunia saja sudah dinampakkan oleh Allah, banyak contoh, lihatlah bagaimana para sang koruptor yang di tangkap KPK karena kasus korupsi, bagaimana kita melihat tragisnya seorang perampok yang harus di dor kakinya oleh polisi, pekerjaan pekerjaan itu semua penuh dengan resiko, tapi pekerjaan yang halal adem adem saja, Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ


    "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan,  karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu".(Al-Baqarah: 168)


Dalam beberapa hadis Rasulullah juga bersabda,

   "Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud as, selalu makan dan hasil usahanya" (Hr. Bukhari)

   ”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah" Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah" (Hr. Bukhari)

   Maka bekerja dan berusahalah dengan jalan yang halal, jauhilah segala pekerjaan yang dilarang oleh Allah, karena itu hanya akan membawa kemudharatan bagi yang melakukannya. Karena sekali lagi, masih banyak pekerjaan yang halal yang dapat mendatangkan rezeki bagi setiap hamba yang mau berusaha. Jangan mudah menyerah atas apa yang belum bisa kita dapatkan, mungkin saja Allah belum mengabulkan, teruslah berusaha serta di iringi dengan do'a yang tulus kepada Allah, janganlah berputus asa karena belum terkabulkan apa yang kita inginkan, percayalah, Allah Maha Mengetahui atas apa yang diinginkan oleh hamba-Nya
Tag : Fiqh Ibadah
Back To Top