berusahalah mencari rezeki, karena ia tidak datang dengan sendirinya

   Kehidupan yang begitu sulit janganlah menjadi hambatan dalam mengarungi hidup ini. Semua yang terjadi akan terus berlalu, dan setiap kehidupan pasti akan berubah. Begitu juga dengan kehidupan setiap manusia, hidup ini adalah perjalanan, di mana semua orang mempunyai tujuan masing masing. Ke mana arah langkah kita melangkah, kita sendiri yang menentukan. Tidak ada seorang pun yang dapat menentukan langkah kehidupan kita, dan Allah pun tidak akan merubah hidup kita jika kita sendiri tidak mau merubahnya. Maka jika kita ingin berubah untuk kehidupan yang lebih baik maka berusahalah untuk merubah sendiri.

إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (Qs. Ar-Ra’d. 11)

   Sesuatu itu memang datangnya dari Allah SWT. tetapi jika tidak mau berusaha maka jangan harap apa yang kita inginkan akan datang dengan sendirinya, dari ayat di atas Allah telah menjelaskan kepada kita semua, bahwa jika tidak mau berusaha untuk merubah sendiri nasib kita maka Allah juga tidak akan mau merubahnya. Beribadah, berdo'a serta berusaha adalah jalan untuk merubah nasib kita. Maka jika seseorang menginginkan kehidupan yang lebih baik maka dia sendiri yang harus berusaha, jangan hanya berdo'a saja kepada Allah tanpa dibarengi dengan usaha kita sendiri, dalam firman yang lainnya Allah berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

   "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik".(QS. Al-Ankabut. 69).

   Dari ayat di atas arti dari kata berjihad bukan hanya berperang di jalan Allah, tetapi memiliki arti yang sangat luas, di mana bisa juga di artikan dengan istilah berusaha, di mana Allah menyuruh hamba hamba-Nya untuk berusaha dalam segala hal yang baik baik. Ingatlah, ketika kita dilahirkan sampai kita telah dewasa seperti yang sekarang ini, tentunya semua itu tidak berjalan dengan sendirinya, butuh proses dan langkah setahap demi setahap, dimulai ketika kita bayi, lalu kita bisa merangkak, berjalan dan sampai kita bisa berlari, semua itu tentunya dengan usaha kita sendiri, orang tua kita hanya membantu saja.

   Jika kita ingin sukses dan berhasil, janganlah kita malas dalam berusaha untuk mengapai apa yang kita inginkan, janganlah hanya berdo'a saja dan berharap semua itu akan datang dengan sendirinya, karena seperti yang kita katakan tadi, semua usaha itu butuh proses, jika kita ingin mendapatkan sesuatu haruslah dibarengi dengan usaha. Karena Allah telah menjanjikan rezeki bagi setiap hamba-hamba-Nya.

   Sesuatu itu tidak datang dengan sendirinya, tidak mungkin uang itu jatuh dari langit. Ada orang orang yang beranggapan bahwa "untuk apa capek capek, itu semua sudah di atur oleh Allah". Kata kata yang seperti itu mungkin pernah kita dengar, itu hanyalah anggapan dari orang orang yang malas, karena Allah sendiri tidak menyukai orang orang yang malas. Memang rezeki sudah di atur oleh Allah SWT, tapi ingat, Allah juga memerintahkan kepada kita untuk berusaha mendapatkan rezeki.

 Allah berfirman di dalam hadits Qudsi, "Wahai hamba-Ku, setiap kalian itu adalah lapar kecuali Aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku akan memberi kalian makan. Setiap kalian adalah telanjang kecuali yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku akan memberi kalian pakaian".(Hr. Muslim, At-Tirmidzi, dan Baihaqi)

 Dari Umar bin Khattab ra, ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang".(Hr. Ahmad dan Turmuzi).

   Dari dua hadist yang di atas dapat kita pahami, segala sesuatu itu memang datangnya dari Allah SWT, tapi sekali lagi, Allah tetap menyuruh hamba hambanya untuk meminta kepadaNya dan dibarengi dengan usaha, sebagaimana hadis yang satu lagi, yang diumpamakan seperti burung yang keluar pagi hari, dan ketika pulang mereka dalam keadaan kenyang dan bahkan tidak lupa membawa pulang makanan untuk anak anaknya. Begitulah Allah yang telah mengatur rezeki bagi setiap mahkluk hidup, semua itu sudah ditentukanNya.

   Begitulah Allah mengatur setiap rezeki bagi setiap mahkluk, baik semua yang ada di darat, di laut dan udara. Tidak ada satu mahkluk pun yang tidak diberi rezeki asalkan ia mau berusaha untuk mendapatkannya. Maka janganlah berpangku tangan dengan hanya berdo'a dan meminta saja, tapi berusahalah untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Semoga tulisan ini dapat menjadi motivasi kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Karena semua itu tidak datang dengan sendirinya. Karena mencari rezeki itu termasuk juga sebagai ibadah kepada Allah, apalagi mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ. Artinya “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan”. (QS. Ar-Rum : 40)

Disalin dari : https://www.bacaanmadani.com/2017/08/pengertian-rezeki-dan-ayat-al.html
Terima kasih sudah berkunjung.
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ. Artinya “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan”. (QS. Ar-Rum : 40)

Disalin dari : https://www.bacaanmadani.com/2017/08/pengertian-rezeki-dan-ayat-al.html
Terima kasih sudah berkunjung.
Tag : Fiqh Ibadah
Back To Top