hadits tentang keutamaan dari shalat sunnah

   Shalat sunah merupakan ibadah tambahan yang dilakukan oleh setiap manusia sebagai amalan tambahan untuk melengkapi amal ibadah yang akan dibawa nanti kelak di akhirat. Dan setiap amalan sunnah yang kita kerjakan akan mendapat balasan dari Allah SWT. Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk melakukan berbagai kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim. Salah satu kewajiban seorang muslim ialah melaksanakan shalat lima waktu. Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang harus dilaksanakan agar kita terhindar dari dosa, karena shalat fardhu merupakan perintah langsung yang datangnya dari Allah. Selain shalat wajib, ada juga ibadah yang lain berupa shalat sunnah. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya akan menyebutkan macam-macam hadist yang menerangkan tentang keutamaan dari shalat sunnah yang akan kita dapatkan jika kita menjalankannya. Banyak sekali hadis yang menjelaskan tentang keutamaan dan kebaikan dari shalat sunah, berikut ini beberapa hadis yang saya rangkum dari berbagai sumber yang menjelaskan tentang kebaikan dan kelebihan dari shalat sunah.


عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ أَفْضَلَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ 

 الْمَكْتُوْبَةَ


   Dari Zaid bin Tsabit, bahwa Rasulullah bersabda: "Wahai manusia (kaum muslimin, pent), sholatlah kalian di rumah-rumah kalian, karena shalat seseorang yang paling afdhal (lebih utama) itu dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat fardhu".(Hr. An-Nasai)

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ الصَّلَاةَ فِي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلَاتِهِ فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلَاتِهِ خَيْرًا


   Dari Jabir bin ‘Abdullah, ia berkata, Rasulullah  bersabda, "Bila seseorang dari kalian selesai shalat di masjid, hendaknya ia menjadikan sebagian shalat di rumahnya, sebab Allah menjadikan kebaikan dari shalatnya di rumahnya". (Hr-Muslim)

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ


Dari Ummu Habibah, Istri Rasulullah SAW, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ


  "Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga" (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, "Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut"

 
   Hadits ini menunjukkan keutamaan shalat sunnah rawatib, sehingga Imam an-Nawawi mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama dalam bab, keutamaan shalat sunnah rawatib yang dikerjakan bersama shalat fardhu lima waktu yang terdapat di dalam kitab beliau Riyadhus Shaalihiin.

   Dari Abu Musa, Rasulullah bersabda, "Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan orang mati".(Hr-Bukhari)
   
   Dari Abdullah bin Sa’ad, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah, "Mana yang lebih utama, shalat di rumahku atau shalat di masjid?" Beliau bersabda, "Tidakkah kamu lihat rumahku? Betapa dekatnya ia dari masjid. Sungguh aku shalat (sunnah) di rumahku lebih aku sukai daripada shalat di masjid, kecuali shalat yang diwajibkan" (Hr. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Majah)


   Bukan hanya di dalam hadits saja, di dalam Al-Qur;an Allah juga menerangkan tentang manfaat, keutamaan dan kemuliaan dari mengerjakan sholat sunnah adalah bagi mereka akan dicukupkan kebutuhan, rezeki dan akan disediakan jalan keluar dari berbagai masalah dan persoalan. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an:


وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا . وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا


    "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Qs. Ath-Thalaq. 2-3)

    Mengerjakan sholat-sholat sunnah merupakan salah satu cermin dari tingkat ketakwaan dan rasa tawakkal atau berserah diri dari hamba Allah kepada Allah swt. Sholat sunnah adalah wujud kesungguhan dan tekad dari seorang hamba. Maka sangatlah wajar apabila seorang hamba yang giat mengerjakan shalat sunnah adalah suatu cerminan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah. Maka bagi mereka, Allah menjanjikan berbagai macam keutamaan dan kemuliaan sebagai pahalanya.

   Hadits Rasulullah SAW, "Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi, Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma'ruf adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha" (Hr. Muslim)

Dari 'Aisyah ra, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Dua raka’at shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya" (Hr. Muslim).

   Dan masih banyak lagi hadits yang menjelaskan tentang keutamaan dari berbagai macam shalat sunnah.Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Tag : Fiqh Ibadah
Back To Top