harta dan keimanan adalah ujian darai Allah

   Setiap kita pasti mengharapkan Surganya Allah, tapi untuk mendapatkan itu semua tentunya ada hal hal yang harus dipenuhi oleh manusia yang ingin menuju ke sana. Surga hanya dikhususkan bagi orang orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Bagi kita yang ingin mendapatkan surga tersebut sebenarnya tidaklah sulit, hanya saja kita menganggapnya terlalu sulit, untuk mendapatkan surga dari Allah kita haruslah selalu dalam keimanan dan ketaqwaan. kedengaran memang cukup mudah, tapi sangat sulit bagi orang orang yang tidak beriman untuk melakukannya. Untuk meunju surganya Allah manusia akan menemui berbagai rintangan dan cobaan yang akan datang dari Allah. Ibaratnya kita yang sekolah, tentunya kita akan mendapatkan ujian, yaitu untuk menilai seseorang murid atau mahasiswa, layakkah ia lulus atau tidak di dalam sekolah tersebut. Sehingga seorang murid yang rajin dalam belajar ia akan mudah untuk menjawab segala soal yang diberikan kepadanya, maka di akhir nanti ia akan dinyatakan lulus dari sekolah tersebut. Dan tidak semuanya bisa melewati ujian tersebut, ada yang lulus dan tidak, dan bagi yang lulus juga tidak dengan nilai yang sama, ada yang mendapat peringkat satu, dua dan seterusnya, dan bahkan ada yang lulus dengan nilai pas-pasan.

   Begitu juga untuk memperoleh atau mendapatkan surga dari Allah SWT, setiap kita juga akan di uji dengan segala ujian yang tentunya ujian itu sendiri datangnya dari Allah.Bermacam cobaan yang akan datang kepada setiap manusia, yang tentunya tidak semua ujian itu sama diberikan olehNya, berbeda beda ujian yang akan datang dan menimpa manusia yang tentunya Allah akan memberikan ujian itu sampai batas manusia dapat menahannya, dan Allah tidak akan memberikan ujian kalau hambanya tidak sanggup menerimanya, karena sesungguhnya Allah itu Maha Mengatahui Segalanya.

   Dan ingatlah bahwa semua kita akan mendapat ujian dari Allah, itu pasti. karena Allah akan menilai keimanan seseorang itu dari segala ujian yang diberikan-Nya. Semakin seseorang tinggi ilmunya maka semakin besar ujian yang akan datang kepadanya. Begitu pula dengan seseorang yang memiliki kekayaan yang banyak, tentunya itu juga termasuk sebuah ujian yang cukup besar, Allah memberikan kekayaan kepada manusia manusia tersebut, lalu Allah akan memberikan ujian yang cukup banyak kepada orang orang tersebut. Allah akan menilai orang orang kaya tersebut dengan banyaknya harta mereka, kemanakah harta itu ia gunakan, apakah ia ada mengeluarkan zakat atas harta harta tersebut, apakah ia ada memberikan sedekah dengan harta yang dititipkan kepadanya atau malah sebaliknya. Maka jikalau ia beriman kepada, maka dengan keimanan itu ia akan mampu menjaga hartanya, dan tentunya  ia akan dapat membelanjakan hartanya pada jalan diridhai oleh Allah, orang orang yang seperti inilah yang akan lulus ujian dari Allah atas ujian harta yang diberikan kepadanya, karena sesunguhnya ujian itu pasti datang dari Allah dalam berbagai bentuk, sebagaimana firman-Nya

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

   "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya. "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat"(Qs, Al-Baqarah. 214) 

   Ayat di atas sangat jelas menunjukkan kepada setiap manusia, bahwa setiap dari manusia menginginkan surga, tapi Allah telah memperingatkan setiap manusia, untuk menuju ke sana Allah akan menguji setiap manusia dengan berbagai macam cobaan. Tidak ada satu pun manusia yang luput dari ujian Allah, hanya saja banyak manusia yang tidak menyadarinya. Entah manusia itu merasa atau tidak, dan yang lebih parah kita ini yang malah pura pura tidak tahu.

   Ada banyak cobaan yang diberikan kepada manusia, mulai dari cobaan yang enak enak semisal seseorang diberikan harta kekayaan, punya mobil dan rumah mewah, orang orang tersebut sebenarnya juga sedang di uji oleh Allah dengan hartanya, karena segala harta itu sebenarnya adalah milik-Nya. Dan bagi orang yang bersyukur dan tahu memanfaatkan harta tersebut dijalan Allah maka ia akan lulus dari ujian dari Allah. Begitu juga kita kadang kadang melihat seseorang yang kehidupannya sangat miskin, itu juga adalah ujian yang di berikan oleh Allah kepada orang orang tersebut, sebahagian dari anusia akan di uji oleh Allah dengan kemiskinan, Allah ingin melihat hamba hamba tersebut dalam bersabar atas apa yang menimpa dirinya. Allah menguji mereka dengan kekurangan harta, maka jika seseorang itu dapat bersabar atas apa yang telah ditakdirkan Allah maka orang orang yang seperti ini akan mendapat surganya Allah. Itu semua tentu mereka dapat melewati ujian yang diberikan oleh Allah kepadanya. Allah berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ


   "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar"(Qs. Al-Baqarah. 153)

   Dan seseorang yang sabar atas segala ujian yang diberikan oleh Allah, maka orang orang tersebut akan mendapatkan balasan dari Allah, yang mana seorang pun tidak ada yang tahu seberapa besar balasan yang diberikan oleh Allah kepada orang orang yang bersabar atas ujian yang diberikan oleh Allah SWT.

   Tidak ada seorang pun hamba yang akan masuk surga tanpa melalui ujian dari Allah, semakin besar ujian yang datang menimpa seseorang, maka semakin besar pula pahala yang akan diberikan oleh Allah kepada hamba hamba yang sabar dalam menghadapi cobaannya. Ujian yang diberikan oleh Allah telah terjadi semenjak nabi Adam dan Siti Hawa diciptakan, kita tentu ingat bagaimana  kisah Qabil dan Habil, ketika suatu saat mereka di uji oleh Allah, dimana keduanya diminta untuk memberikan apa yang mereka usahakan, di mana pada masa itu Qabil menjadi petani yang memiliki tanaman yang sangat banyak, sedangkan Habil adalah seorang yang memiliki binatang ternak yang cukup banyak. Dan pada suatu masa datang perintah dari Allah kepada nabi Adam untuk meminta kedua putranya itu untuk memberikan sebahagian hartanya, Lalu nabi adam memanggil kedua puteranya tersebut, dan berkatalah Adam kepada Qabil dan Habil seperti yang oleh Allah kepadanya.

   Maka keesokan harinya datanglah Habil dengan membawa binatang ternak yang ia pelihara ke suatu tempat yang telah diperintahkan oleh ayahnya,  Binatang yang dia bawa begitu sehat dan gemuk. dan setelah beberapa saat tibalah Qabil yang datang membawa buah buahan, karena ia adalah seorang petani, tetapi buah buahan yang ia bawa tidak lagi segar, tetapi sudah mulai bau dan membusuk, lalu ia menempatkan di tempat yang telah di tentukan tersebut. dan keesokan harinya apa yang terjadi, hanya hewan ternak yang dibawa Habil yang sudah tidak ada lagi di tempat tersebut, itu dikarenakan Habil memberinya dengan sungguh sungguh, sedangkan Qabil memberinya dengan berat hati. Dari kisah ini dapat kita pahami, bahwa sejak nabi Adam manusia itu sudah mulai di uji oleh Allah, kedua putra nabi Adam tersebut di uji oleh Allah dengan harta yang telah diberikannya, tetapi salah satunya tidak ihklas dalam menzakatkan hartanya.

   Oleh karena itu, segala sesuatu yang sedang terjadi dan menimpa diri kita adalah ujian yang sesungguhnya datang dari Allah. Kehidupan kita ini ibarat sebatang pohon, semakin tinggi pohon itu maka pohon itu harus sanggup menahan angin yang akan menerpanya, kalau pohon itu tidak sanggup menahannya, maka tentunya ia akan patah, begitu juga dengan rumput, memang ia tidak akan tumbang walaupun badai datang menerpanya, tapi ia akan menjadi bahan makanan dan menjadi pijakan hewan lain. Begitu juga dengan manusia, semakin ia kaya, semakin ia berilmu, maka ujian yang akan menimpanya juga akan semakin besar, dan ingat Allah akan menguji setiap manusi dengan ujian yang sanggup diterima oleh hamba-Nya tersebut.

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ


   "Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan"(Qs. Ali-Imran 186) 

   Demikianlah, setiap kita akan terus di uji oleh Allah SWT, dan tidak ada satu pun manusia ini yang luput dari ujian dan cobaan Allah. Maka hadapilah segala ujian dari Allah dengan penuh kesabaran, dan selalu bertawaqal kepadaNya. Semoga kita semua dapat melewati segala ujian yang diberikan oleh-Nya.
Back To Top