Inilah waktu yang mustajab untuk terkabulkan do'a

   Berdo'a adalah kebutuhan dari setiap manusia untuk dikabulkan segala permintaan oleh Allah. Memang dalam berdo'a tidak dibatasi, kita bisa berdo'a kapan saja dan di mana saja tempatnya. Tetapi ada waktu waktu yang sangat baik di dalam melakukan do'a kepada Allah. Masih banyak di antara kita yang belum mengetahui waktu waktu tersebut. Mungkin dikarenakan belum memahami tentang tata cara berdo'a yang baik yang dapat dikabulkan do'anya oleh Allah. Maka ada baiknya bagi kita untuk mengetahui waktu waktu tersebut, agar do'a kita cepat dikabulkan. Karena Allah telah memerintahkan kepada kita untuk meminta dan memohon kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya,

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ. وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

   "Bedo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dengan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya, dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang orang yang berbuat baik". (Qs. Al-Araf. 55-56)

   Dari ayat di atas dapat kita pahami, bahwa kita memang diharuskan meminta dan memohon kepada Allah, dan hendaklah kita berdo'a dengan baik dan merendahkan diri serta kita tidak berbuat kerusakan dan kedhaliman di muka bumi.Berikut ini beberapa waktu berdo'a yang tepat untuk terkabulkan do'a,

   Setiap selesai shalat fardhu lima waktu

   Waktu yang mustajab untuk terkabulkan do'a yang pertama adalah setelah selesai shalat fardhu Inilah waktu sebaik baiknya untuk melakukan do'a kepada Allah, mengapa kita katakan begitu? Karena shalat merupakan hubungan langsung antara seorang hamba dengan Allah, maka tidak salah jika waktu sehabis shalat adalah waktu yang paling tepat untuk berdo'a dan meminta segala sesuatu kepada Allah. Ibaratnya seseorang yang telah selesai bekerja, maka ia bolehlah meminta imbalannya atas apa yang telah ia kerjakan, dan Allah juga akan membalas atas apa yang telah dilakukan oleh hamba hamba-Nya yang patuh dan taat dalam menjalankan ibadah serta menjauhkan segala yang dilarang-Nya. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ


Barang siapa yang bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99 kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan, يلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِرٌmaka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (Hr. Muslim)



   Hari jum'at

   Waktu yang mustajab untuk terkabulkan do'a selanjutnya adalah berdoa di hari jum'at, yaitu ketika imam membaca rukun dua khutbah, di mana ketika itu imam akan duduk sebentar setelah membaca rukun khutbah yang pertama, disinilah waktu yang paling mustajab untuk berdo'a kepada Allah, waktu ini sangat singkat, maka pergunakanlah dengan sebaik baiknya. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Musa Al-Asy'ari ra berkata ia.

   Aku mendengar Rasulullah-Shallallahu' alaihi wasallam bersabda tentang waktu mustajab doa di hari Jumat, "Waktunya adalah antara duduknya Imam ketika khutbah hingga selesai ditegakkannya shalat" (Hr. Muslim).

   Sebaik-baik hari bagi umat Islam dalam sepekan adalah hari Jum’at. Ia adalah sayyidul ayyaam (pemimpin hari) yang paling agung dan paling utama di sisi Allah Ta’ala. Banyak ibadah yang dikhususkan pada hari itu, misalnya membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan pada shalat Subuh,
Di dalamnya juga terdapat satu waktu di mana doa begitu mustajab; dijanjikan akan dikabulkan. Tidaklah seorang hamba yang beriman memanjatkan do’a kepada Rabbnya pada waktu itu kecuali  Allah akan mengabulkannya selama tidak berisi pemutusan silaturahmi dan tidak meminta yang haram. Karenanya seorang muslim selayaknya memperhatikan dan memanfaatkan waktu yang berbarakah ini.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘AnhuRasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah membicarakan tentang hari Jum’at lalu beliau bersabda,

 فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ يُصَلِّى يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ


   “Pada hari  itu terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim shalat berdoa memohon kebaikan kepada Allah bertepatan pada saat itu, melainkan Dia akan mengabulkannya.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya, (yang kami pahami) untuk menunjukkan masanya yang tidak lama (sangat singkat).” (Hr. Bukhari dan Muslim)

   Saat sedang puasa

   Yang selanjutnya adalah ketika sedang berpuasa, itu dikarenakan ibadah puasa merupakan salah satu amalan yang dapat mendatangkan pahala yang begitu besar bagi orang orang yang mengerjakannya, Rasulullah bersabda,

   "Tiga golongan yang tidak di tolak do'anya, yaitu orang orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil dan orang orang yang teraniaya" (Hr. Muslim)

   Ketika berbuka puasa

   Kita sebagai umat islam tentu tidak akan membantah atas apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah, bahwasanya orang orang yang mengerjakan puasa lalu ketika tiba waktutunya berbuka maka ia berdoa, maka do'anya tidak akan di tolak oleh Allah SWT, sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan, Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (Hr. Ibnu Majah)

   Jika mengatakan bahwa waktu berbuka puasa adalah waktu mustajabnya do’a, maka jangan tinggalkan sunnah ini untuk memohon setiap hajat kita dengan do'a, hajat apa pun itu. Dan amalan ini berlaku untuk puasa wajib dan puasa sunnah karena haditsnya adalah mutlak untuk setiap puasa.

   Antara azan dan istiqamah

   Waktu berdo'a yang tepat untuk terkabulkan do'a selanjutnya adalah antara azan dan iqamah, waktu ini sangat mustajabah untuk dikabulkan do'a oleh Allah. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW,

   "Do'a yang dipanjatkan antara azan dan iqamah tidak akan ditolak oleh Allah" (Hr.At-Tirmidzi)

   Saat sujud

Rasulullah bersabda,

   Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.”

   Hadits ini menunjukkan dorongan untuk memperbanyak doa ketika sujud. Karena ketika sujud adalah tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah. Boleh meminta hajat apa pun ketika sujud dan saat sujud adalah tempat terkabulnya doa. Boleh meminta berulang-ulang dalam doa agar mudah terkabul. Maksud dari zikir saat ruku' adalah untuk mengagungkan Allah yaitu, menyucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan. Karenanya ketika ruku' dianjurkan membaca. “SUBHAANA RABBIYAL ‘AZHIM” (Mahasuci Allah Yang Maha Agung) dan ketika sujud membaca “SUBHAANA RABBIYAL A’LAA” (Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi). Membaca subhanallah saat ruku' dan sujud dihukumi sunnah, bukan wajib. Inilah yang jadi pendapat jumhur (madzhab Malik, Abu Hanifah dan Syafi’i). Alasannya karena dalam hadits musii’ shalatuhu (orang yang jelek shalatnya), tidak diperintahkan baginya membaca bacaan tersebut. Seandainya wajib tentu akan diperintahkan. Ketika sujud diperintahkan menggabungkan bacaan subhanallah (tasbih) dan do'a. Ketaatan semakin membuat seorang hamba dekat dengan Allah. Semakin seorang hamba bertambah ketaatannya, maka semakin do'anya mudah dikabulkan oleh Allah. Rasulullah SAW semangat mengajarkan umatnya untuk kebaikan.

   Saat hujan

   Hujan adalah rahmat yang di turunkan oleh Allah bagi semua mahkluk yang ada di muka bumi ini, maka orang orang yang beriman akan bersyukur atas apa yang di turunkan oleh-Nya, tidak terkecuali ketika hujan turun, maka disaat saat ini sangat baik untuk melakukan do'a kepada Allah, karena di saat saat ini do'a akan mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Sebagaiman sabda Rasulullah,

   "Dua do'a yang tidak pernah di tolak, yaitu do'a pada waktu azan dan do'a pada waktu turun hujan" (Hr. Al-Hakim)

   Saat sedang senang

   Kesenangan yang diberikan oleh Allah janganlah membuat kita melupakan atas segala rahmat-Nya. Karena itu semua merupakan ujian yang diberikan oleh Allah, apakah kita akan bersyukur atau malah kufur terhadap-Nya. Maka tatkala diberikan kesenangan, hendaklah kita memperbanyak berdo'a kepada Allah atas limpahan yang telah kita rasakan, Allah berfirman,

   “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku”. (Qs. Al-Baqarah. 186).

   Maka sudah sepatutnya kita bersyukur atas apa yang telah diberikan kepada kita, janganlah menyombongkan diri dengan orang orang lain, apalagi sampai melupakan segala rahmat yang diberikan Allah kepada kita, teruslah berdo'a agar Allah melimpahkan segala kasih sayang-Nya kepada kita.

   Berdo'a ketika perang sedang berkecamuk

   Salah satu waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa adalah saat perang berkecamuk. Maksud perang di sini adalah perang antara orang arang islam dengan orang kafir. Karenanya, bagi mujahidin agar memperbanyak doa di dalamnya, khususnya yang berkaitan dengan kemenangan mereka dan kehinaan musuh. Rasulullah SAW bersabda,

  "Doa doa yang tidak akan ditolak atau jarang sekali ditolak: doa saat adzan dan saat perang ketika sebagian mereka menggempur sebagian yang lain, (yakni saat berkecamuk perang di antara mereka)" (Hr. Abu Dawud)

   Para mujahidin janganlah menyia-nyiakan kesempatan dalam perang mereka untuk memperbanyak doa kepada Allah. Ini tidak bisa muncul begitu saja, tapi harus dibiasakan sejak awal agar berdoa menjadi sebuah kebiasaan baik yang menyatu dalam dirinya. Peperangan adalah kondisi yang sulit. Penuh ancaman. Bahaya kematian ada di depan mata. Sehingga hatinya membutuhkan tempat bergantung dan berharap agar terhindar dari ancaman-ancaman tadi. Karenanya doa sangat dibutuhkan untuk menanti pertolongan dari Allah SWT. Allah telah mencela kaum yang tertimpa musibah dan kesulitan lalu berpaling dari-Nya. Mereka tidak berdoa kepada Allah untuk menghilangkan musibah dan kesulitan tersebut. Akibatnya, Allah tidak berkenan menghilangkan musibah yang menimpa diri mereka tadi.Allah Ta'ala berfirman, 

   "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan." (Qs. Al-An'am, 42-43)
Dalam ayat lain,
  "Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri." (Qs. Al-Mukminun. 76).

   Itulah beberapa waktu yang mustajab untuk terkabulkan do'a yang dikutip dari berbagai sumber. semoga kita dapat mengamalkannya.
Tag : Doa
Back To Top