adab dalam berbicara, jagalah mulut kita

   Dalam keseharian kita tentu tidak luput yang namanya berbicara, banyak sekali kata kata yang hampir tiap hari kita ucapkan. Ada kata kata yang memang sengaja kita ucapkan, dan ada kadangkala ada kata kata yang tidak sengaja kita ucapkan, lantas kata kata itu dapat menyakiti hati orang lain. Dan tentunya dengan kata kata kita yang dapat menyakiti hati orang lain dapat menyebabkan permusuhan sesama kita, inilah yang harus kita hindari. Makanya dalam berbicara kita haruslah hati hati agar apa yang kita ucapkan tidak menyakiti hati orang lain. Karena seperti kata pepatah, Mulutmu adalah harimau mu. Maka berhati hatilah dalam berbicara, karena diam itu lebih baik daripada berbicara yang tidak penting. Semakin banyak kata kata yang kita ucapkan semakin bayak pula ada kata kata yang mungkin dapat menyakiti hati orang lain. Dalam kehidupan sehari hari sering kita temui atau pun kita lihat, seringnya terjadi masalah itu karena omongan yang tidak dapat terkontrol oleh orang orang yang suka berbicara yang tidak tidak, apalagi kata kata dari provokator, tentunya ini lebih parah yang dapat menimbulkan pertikaian di antara sesama manusia. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda,

   "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam"(Hr. Bukhari)

   Banyak contoh yang terjadi, kita tentu sudah tahu bagaimana ketika kampanye berlangsung. Banyak dari calon yang mengusung dirinya menjadi pemimpin, baik itu yang mencalonkan diri menjadi bupati atau pun wakil rakyat, yang sering kita sebun dengan anggota dewan. Sebelum menjadi bupati atau pun anggota dewan, mereka tentunya sebelum itu sudah punya visi dan misi apa yang akan di lakukannya setelah terpilih nanti, disinilah para calon tersebut itu menebarkan janji janji kepada masyarakat agar mereka bisa terpilih, dan masyarakat pun tentu memegang janji janji yang telah di ucapkan oleh calon calon tersebut. Kita tentu bersyukur jika calon yang terpilih tersebut dapat memenuhi segala janji yang telah diucapkannya, tetapi sayang, banyak dari calon calon tersebut yang setelah berjanji tidak dapat memenuhi janji janji yang telah di ucapkannya, sehingga setelah itu apa yang terjadi. Segala cacian dan makian akan keluar dari masyarakat yang memilihnya. Ini semua tentu berawal dari kata kata yang telah diucapkannya dahulu, dan ingat, apa yang telah kita ucapkan tidak dapat kita tarik lagi. Maka berhati hatilah dalam mengeluarkan kata kata.

   Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, "Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut"?
Para sahabat pun menjawab, "Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda".
Lalu Rasulullah menjawab, "Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Kelak di hari kiamat kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan, sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa orang yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka"(Hr. Muslim)

    Hadis ini menjelaskan bagaimana kelak bagi orang orang yang suka berbicara yang tidak baik, semisal menggunakan mulutnya untuk mengatakan hal yang tidak baik kepada orang lain, dan yang lebih parah banyak manusia yang menggunakan mulutnya untuk mengadu domba sesama umat islam. Sehingga dengan kata katanya tersebut dapat menumpahkan darah sesama manusia. Dan ada juga orang orang yang menggunakan mulutnya dengan bersumpah palsu, sehingga mengaburkan yang benar. Maka dari pada berbicara yang tidak baik maka lebih baik kita diam saja, karena diam itu dapat menyelamatkan kita dari hal yang dapat menimbulkan dosa.

   Sengaja atau tidak, banyak manusia yang telah berbicara sering melupakan kata katanya, jika yang dikatakan itu yang baik baik tentu tidak mengapa jika tidak di ingat lagi  tapi jika yang dikatakan itu tidak baik semacam menghujat, mencela atau menghina orang lain, tentu orang orang yang seperti ini akan mudah melupakan segala yang dikatakannya, tetapi tidak bagi orang yang dikatakannya, tentu orang orang yang tersakiti dengan mengingat segala ucapan yang telah menimpanya, inilah yang kadang kala dapat menimbulkan dendam di antara sesama manusia.

   Banyak sekali hadis yang menjelaskan tentang tata berbicara yang benar menurut islam, hendaklah kita dapat mengikuti bagaimana cara dari Rasulullah dalam berbicara. Beliau tidak pernah mengatakan yang tidak tidak, hanya mengatakan seperlunya saja, dan apa yang dikatakannya selalu menjadi pedoman hidup bagi umat manusia. Inilah beberapa hadis yang menerangkan tentang berbicara.

   "Barangsiapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya"(Hr. Ath-Thabrani)

   "Apabila ada orang yang mencaci-maki kamu tentang apa yang dia ketahui pada dirimu, janganlah kamu mencaci-maki dia tentang apa yang kamu ketahui pada dirinya karena pahalanya untuk kamu dan kecelakaan untuk dia"(Hr. Ad-Dailami)

   Dua hadis di atas dapat kita pahami, semakin banyak kita berbicara yang tidak berguna maka semakin besar kemungkinan terjadi kesalahan dalam kita berbicara, takutlah apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah SAW. Maka sangat perlu memahami bagaimana adab dalam berbicara. Semoga saja kita selalu dapat menjaga setiap kata dan tutur kata agar tidak menyakiti hati orang lain.
Dari Uqbah bin Amir ia berkata: “Saya bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda kepadaku: “Wahai Uqbah bin Amir, sambunglah (hubungan silaturahim) terhadap orang yang memutuskannya, berikanlah (sesuatu) kepada orang yang telah mengharamkannya untukmu dan maafkanlah orang yang telah menzhalimi kamu.” Uqbah berkata, “Kemudian saya mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau lalu bersabda kepadaku: “Wahai Uqbah, jagalah lisanmu, menangislah atas dosa-dosamu dan hendaklah rumahmu memberikan kelapangan untukmu.” (HR Ahmad)

Disalin dari : https://www.bacaanmadani.com/2016/05/hadits-tentang-berbicara-dengan-baik.html
Terima kasih sudah berkunjung.
Dari Uqbah bin Amir ia berkata: “Saya bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda kepadaku: “Wahai Uqbah bin Amir, sambunglah (hubungan silaturahim) terhadap orang yang memutuskannya, berikanlah (sesuatu) kepada orang yang telah mengharamkannya untukmu dan maafkanlah orang yang telah menzhalimi kamu.” Uqbah berkata, “Kemudian saya mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau lalu bersabda kepadaku: “Wahai Uqbah, jagalah lisanmu, menangislah atas dosa-dosamu dan hendaklah rumahmu memberikan kelapangan untukmu.” (HR Ahmad)

Disalin dari : https://www.bacaanmadani.com/2016/05/hadits-tentang-berbicara-dengan-baik.html
Terima kasih sudah berkunjung.
Tag : Fiqh Ibadah
Back To Top